Kucing Birman (commons.wikimedia.org/Jon McKnight)
Warna mata Birman terlihat biru karena irisnya hanya mengandung sedikit melanin. Padahal, melanin merupakan pigmen utama yang membuat mata memiliki warna lebih gelap. Ketika jumlahnya sangat sedikit, cahaya yang masuk ke iris tidak diserap sebanyak pada mata berwarna cokelat atau hitam. Cahaya tersebut kemudian tersebar di dalam jaringan iris dan menghasilkan warna biru yang terlihat dari luar.
Karena itu, sebenarnya tidak ada lapisan pigmen biru di dalam mata kucing ini. Warna yang kita lihat merupakan hasil dari pertemuan cahaya dengan struktur iris. Fenomena tersebut dikenal sebagai structural coloration, yaitu warna yang muncul karena cara cahaya berinteraksi dengan struktur tertentu, bukan karena adanya pigmen dengan warna yang sama. Prinsip serupa juga bisa ditemukan pada beberapa hewan lain yang memiliki warna biru pada tubuhnya.
Penampilan kucing Birman memang membuatnya mudah dikenali, tetapi daya tarik ras ini tidak berhenti pada tampilan fisiknya. Ada banyak detail kecil yang baru terlihat ketika kucing ini diperhatikan lebih dekat. Tidak heran kalau Birman punya tempat tersendiri di antara berbagai ras kucing berbulu panjang.
Referensi:
"Birman." TICA. Diakses pada Agustus 2026
"Birman." CFA. Diakses pada Agustus 2026