Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Fakta Kucing Birman, Punya Kaki Putih Seperti Pakai Sarung
Kucing Birman (commons.wikimedia.org/RickyRatchet)
  • Kucing Birman memiliki tanda putih khas pada keempat kaki, disebut gloves dan laces, akibat melanosit tidak mencapai ujung kaki saat perkembangan embrio.
  • Anak Birman lahir dominan putih, lalu warna gelap muncul di telinga, wajah, kaki, dan ekor karena enzim melanin lebih aktif pada area tubuh bersuhu rendah.
  • Mata Birman tampak biru karena iris mengandung sedikit melanin; warna tersebut muncul dari interaksi cahaya dengan struktur iris, bukan pigmen biru.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kucing Birman punya penampilan yang langsung membuatnya mudah dikenali, terutama dari warna bulu yang kontras di beberapa bagian tubuhnya. Ada sesuatu pada perpaduan warna tersebut yang membuat ras ini terlihat berbeda meski sekilas mirip dengan beberapa kucing lain.

Menariknya, tampilan khas itu terbentuk karena cara tubuh mengatur pigmen sejak masih berada di dalam kandungan. Kalau diperhatikan lebih jauh, ada beberapa fakta menarik di balik penampilan kucing ini.

1. Warna putih di kaki kucing bukan sekadar warna bulu

Kucing Birman (commons.wikimedia.org/Claudia Zaino)

Saat melihat bagian kaki kucing Birman dan kamu akan menemukan tanda putih yang hampir selalu menjadi ciri paling mencolok. Keempat kakinya memiliki warna putih pada bagian telapak dan jari, sedangkan kaki belakang dapat memiliki warna putih yang memanjang ke bagian belakang kaki. Bagian putih di kaki depan disebut gloves, sementara tanda di kaki belakang dikenal sebagai laces. Bentuknya bisa sedikit berbeda pada setiap kucing, tetapi keberadaan warna putih di keempat kaki menjadi ciri khas ras ini.

Ada proses yang terjadi jauh sebelum anak kucing tersebut lahir. Tubuh membutuhkan melanosit untuk menghasilkan melanin, yaitu zat yang memberi warna pada kulit dan bulu. Ketika embrio berkembang, sel-sel tersebut menyebar ke berbagai bagian tubuh. Pada bagian kaki Birman, penyebaran melanosit tidak mencapai ujung kaki seperti pada bagian tubuh lainnya. Akibatnya, bulu yang tumbuh di sana tidak memiliki cukup melanin dan akhirnya tetap putih. Jadi, bagian kaki yang terlihat seperti memakai sarung itu sebenarnya terbentuk sejak tubuhnya masih berkembang di dalam kandungan.

2. Warna gelap akan muncul setelah kucing dewasa

Kucing Birman (commons.wikimedia.org/Valerius Geng)

Anak kucing Birman yang baru lahir tidak langsung memiliki wajah dan kaki gelap seperti kucing dewasa. Tubuhnya masih didominasi warna putih karena bagian bulu yang nantinya menjadi lebih gelap belum menghasilkan banyak pigmen. Beberapa waktu kemudian, warna mulai muncul di telinga, wajah, kaki, dan ekor. Semakin besar, perbedaan warna antara badan dan bagian ujung tubuh tersebut menjadi semakin jelas.

Penyebabnya cukup menarik karena berkaitan dengan suhu. Ada enzim pembentuk melanin pada tubuh Birman yang bekerja lebih baik ketika suhu di permukaan kulit lebih rendah. Bagian telinga, kaki, ekor, dan wajah cenderung lebih dingin dibandingkan bagian tengah tubuh. Akibatnya, lebih banyak pigmen terbentuk di sana dan bulunya menjadi lebih gelap. Sebaliknya, bagian badan yang lebih hangat tetap berwarna terang. Mekanisme inilah yang membuat Birman memiliki tampilan colorpoint.

3. Mata biru kucing Birman menjadi salah satu hal yang membuatnya unik

Kucing Birman (commons.wikimedia.org/Jon McKnight)

Warna mata Birman terlihat biru karena irisnya hanya mengandung sedikit melanin. Padahal, melanin merupakan pigmen utama yang membuat mata memiliki warna lebih gelap. Ketika jumlahnya sangat sedikit, cahaya yang masuk ke iris tidak diserap sebanyak pada mata berwarna cokelat atau hitam. Cahaya tersebut kemudian tersebar di dalam jaringan iris dan menghasilkan warna biru yang terlihat dari luar.

Karena itu, sebenarnya tidak ada lapisan pigmen biru di dalam mata kucing ini. Warna yang kita lihat merupakan hasil dari pertemuan cahaya dengan struktur iris. Fenomena tersebut dikenal sebagai structural coloration, yaitu warna yang muncul karena cara cahaya berinteraksi dengan struktur tertentu, bukan karena adanya pigmen dengan warna yang sama. Prinsip serupa juga bisa ditemukan pada beberapa hewan lain yang memiliki warna biru pada tubuhnya.

Penampilan kucing Birman memang membuatnya mudah dikenali, tetapi daya tarik ras ini tidak berhenti pada tampilan fisiknya. Ada banyak detail kecil yang baru terlihat ketika kucing ini diperhatikan lebih dekat. Tidak heran kalau Birman punya tempat tersendiri di antara berbagai ras kucing berbulu panjang.

Referensi:

"Birman." TICA. Diakses pada Agustus 2026

"Birman." CFA. Diakses pada Agustus 2026

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article