Teori yang kini dianggap paling menjanjikan adalah mass psychogenic illness atau kondisi ketika sekelompok orang mengalami gejala fisik maupun perilaku yang sama sebagai respons terhadap tekanan psikologis sangat besar. Dalam kasus Strasbourg, berbagai tekanan seperti kelaparan, penyakit, kemiskinan, ketakutan religius, dan kondisi sosial yang tidak stabil mungkin menciptakan lingkungan yang rentan terhadap fenomena semacam ini.
Fenomena tersebut juga dapat dipahami melalui konsep social contagion, yaitu ketika perilaku, emosi, atau keyakinan menyebar di dalam kelompok melalui interaksi sosial. Melihat orang lain menari, ditambah keyakinan bahwa tubuh mereka sedang berada di bawah kutukan tertentu, mungkin membuat orang lain mengalami respons serupa. Meski begitu, teori ini tetap belum bisa menjelaskan setiap detail dari peristiwa Strasbourg secara pasti.
Itulah beberapa fakta misteri wabah menari Strasbourg 1518 yang sampai sekarang masih menyisakan tanda tanya. Dari berbagai teori yang ada, menurut kamu mana yang paling masuk akal?
Referensi
"France's Strangest Epidemic Wasn't the Bubonic Plague. It Was A Dance.". National Geographic. Diakses September 2026.
"The Dancing Plague of 1518". All About Psychology. Diakses September 2026.
"Dancing Plague of 1518". Britannica. Diakses September 2026.