Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Camp Fire, Kebakaran Hutan Paling Mematikan di Sejarah California

Camp Fire, Kebakaran Hutan Paling Mematikan di Sejarah California
Sebuah mobil pemadam kebakaran Eldorado NF melakukan operasi pemadaman di Divisi LL dalam Kebakaran Camp Fire. (commons.wikimedia.org/Mike Loeffler, ENF)
  • Camp Fire bermula 8 November 2018 akibat kerusakan C-hook berusia 97 tahun pada jaringan PG&E dekat Pulga; angin kencang mempercepat api hingga menghanguskan hampir 154.000 hektar.
  • Kebakaran paling mematikan dan merusak dalam sejarah California ini menghancurkan lebih dari 18.800 bangunan, meluluhlantakkan Paradise, menewaskan 84 orang, serta menimbulkan kerugian 16,5 miliar dolar AS.
  • PG&E mengaku bersalah pada 2020 atas 84 dakwaan pembunuhan tidak disengaja dan memicu kebakaran ilegal, lalu diwajibkan membayar denda 3,5 juta dolar AS serta penyelesaian 25,5 miliar dolar AS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

California bukanlah daerah yang asing dengan kebakaran hutan. Pasti kamu sering mendengar berita tentang kebakaran hutan di California. Sangking seringnya kebakaran, beberapa pohon, seperti sequoia raksasa, sudah beradaptasi untuk tumbuh subur di lingkungan yang rawan kebakaran tersebut. Namun, tragisnya, hanya sedikit yang selamat setelah kebakaran hutan Camp Fire tahun 2018 di California. Beberapa kota hancur total akibat kebakaran tersebut. Apalagi ketika ribuan orang bergegas mengungsi, puluhan orang kehilangan nyawanya akibat kobaran api yang menyebar dengan sangat cepat.

Meskipun angin kencang dan kelembapan rendah memperparah kebakaran, tragedi tersebut terungkap sebagai ulah manusia. Sementara itu, perusahaan yang bertanggung jawab akhirnya menghadapi tuntutan pidana atas perannya dalam kebakaran tersebut. Hal ini menjadi pertama kalinya perusahaan utilitas besar mengaku bersalah atas 84 dakwaan pembunuhan tidak disengaja dan satu dakwaan memulai kebakaran secara ilegal. Bagaimana penjelasan lengkapnya?

  1. 1. Bagaimana kebakaran hutan Camp Fire dimulai?

    Pemandangan ke arah timur menuju Paradise, CA pada hari pertama kebakaran Camp Fire. Diambil dari puncak Butte Hall, CSU Chico.
    Pemandangan ke arah timur menuju Paradise, CA pada hari pertama kebakaran Camp Fire. Diambil dari puncak Butte Hall, CSU Chico. (commons.wikimedia.org/Test Subject 51)

    Sekitar pukul 6:15 pagi pada 8 November 2018, Pusat Kendali Jaringan Pacific Gas & Electric (PG&E) mengetahui adanya gangguan pada salah satu jalur Caribou-Palermo di dekat Pulga, California. Kemudian, penyelidik Cal Fire melihat bahwa gangguan tersebut disebabkan oleh kerusakan pada sambungan C-hook. Hal ini menyebabkan aluminium dan baja mencair, lalu jatuh ke semak kering serta memicu kebakaran.

    Menurut Laporan Publik Kebakaran Camp Fire di Butte County, kebakaran kedua terjadi 4,2 kilometer di sebelah barat dari kebakaran pertama. Kebakaran kedua ini bermula ketika pohon pinus ponderosa tumbang dan merusak saluran distribusi listrik. Kebakaran kedua ini segera dilalap oleh kobaran api pertama.

    Menurut Buletin American Meteorological Society, angin timur laut yang kencang membuat api meluas. Jadi, dalam waktu dua jam, api mencapai perbatasan timur laut kota Paradise. Dalam 24 jam pertama saja, api telah menghanguskan 70.000 hektar lahan. Pada akhirnya, dibutuhkan 17 hari untuk mengendalikan kebakaran hutan tersebut. Akibatnya, kebakaran hutan telah menghanguskan hampir 154.000 hektar.

    Pada saat itu, narapidana yang bertugas sebagai petugas pemadam kebakaran jumlahnya melebihi petugas pemadam kebakaran musiman di California. Nah, biasanya mereka bekerja memotong pagar dan membersihkan semak belukar. Namun, selama kebakaran hutan Camp Fire tahun 2018, mereka harus berurusan dengan bangunan yang terbakar dan evakuasi.

  2. 2. Kebakaran hutan Camp Fire menjadi tragedi yang sangat mematikan dan merusak

    kebakaran hutan Camp Fire dipotret dari satelit
    kebakaran hutan Camp Fire dipotret dari satelit (commons.wikimedia.org/NASA, Joshua Stevens)

    Kebakaran hutan Camp Fire tahun 2018 di California, masih menjadi kebakaran hutan paling mematikan dan paling merusak dalam sejarah California. Menurut Laporan Publik Camp Fire, 84 orang tewas akibat bencana buatan manusia ini. Kebakaran ini pun menjadi salah satu yang terburuk dalam sejarah modern. Adapun, ada tiga orang—dua warga sipil dan satu petugas pemadam kebakaran—yang menderita luka bakar parah. Satu orang bernama Sara Martinez-Fabila juga dilaporkan menghilang dan tidak pernah ditemukan setelah kebakaran hutan Camp Fire.

    Dikutip CNBC, lebih dari 18.800 bangunan hancur dalam kebakaran di beberapa kota. Dan kota Paradise, yang memiliki populasi 27.000 jiwa, hampir seluruhnya hangus terbakar. Begitu pula kota-kota tetangganya, Concow dan Magalia. Bencana ini juga akhirnya menimbulkan kerugian yang sangat besar.

    Perusahaan asuransi Jerman Munich Re melaporkan bahwa kebakaran hutan tersebut menyebabkan kerugian sebesar 16,5 miliar dolar AS atau setara dengan Rp292 triliun. Di sisi lain, banyak penyintas yang hanya menerima sedikit bantuan setelah kebakaran mereda. Meskipun beberapa bantuan diberikan oleh pemerintah negara bagian dan federal serta organisasi nirlaba, para penyintas ini sangat membutuhkan dokumen penting mereka yang hilang dan hangus terbakar menjadi abu.

  3. 3. Perusahaan listrik PG&E dinyatakan bersalah atas kebakaran hutan Camp Fire dan dikenai denda besar

    kebakaran hutan Camp Fire
    kebakaran hutan Camp Fire (commons.wikimedia.org/Forest Service photo by Tanner Hembree)

    Pada tahun 2019, investigasi yang dipimpin oleh jaksa wilayah Butte County menemukan bahwa kebakaran hutan Camp Fire tahun 2018 disebabkan oleh saluran listrik perusahaan PG&E yang sudah usang, perawatan yang buruk, dan melanggar peraturan negara bagian. Laporan Publik Camp Fire menemukan bahwa C-hook (kait C) yang patah tersebut sudah berusia 97 tahun. Nah, karena PG&E tidak memiliki catatan tentang C-hook tersebut, perusahaan ini bahkan tidak tahu jenis logam apa yang digunakan untuk membuat C-hook itu.

    Setelah menghadapi dakwaan pidana berupa 84 tuduhan pembunuhan tidak disengaja dan satu tuduhan kejahatan karena mencetuskan kebakaran secara ilegal, PG&E mengaku bersalah atas semua tuduhan tersebut pada 16 Juni 2020. Mereka juga melepaskan hak perusahaan untuk mengajukan banding. Sebagai bagian dari kesepakatan pengakuan bersalah, PG&E diperintahkan untuk membayar denda sebesar 3,5 juta dolar AS atau setara dengan Rp62 miliar, serta penyelesaian sebesar 25,5 miliar dolar AS atau setara dengan Rp452 triliun untuk mengkompensasi para korban, keluarga mereka, dan lembaga-lembaga di Butte County, seperti yang dituliskan laman NPR.

    Kebakaran hutan Camp Fire juga bukan kebakaran pertama yang disebabkan oleh PG&E. Business Insider melaporkan bahwa antara tahun 2013—2019, saluran listrik PG&E menyebabkan lebih dari 1.500 kebakaran hutan di California. Pada tahun 2020, Komisi Utilitas Publik California juga menjatuhkan hukuman sebesar 1,93 miliar dolar AS atau setara dengan Rp34,2 triliun—hukuman terbesar yang pernah diberikan kepada PG&E atas kebakaran hutan yang disebabkan olehnya antara tahun 2017—2018.

  4. 4. Seorang pengemudi dan dua guru menyelamatkan anak-anak

    kebakaran hutan Camp Fire
    kebakaran hutan Camp Fire (commons.wikimedia.org/Mike Loeffler)

    Hanya beberapa bulan sebelum kebakaran Camp Fire, Kevin McKay baru bekerja sebagai sopir bus untuk Sekolah Dasar Ponderosa di Paradise. Pada hari kebakaran, sekolah mengevakuasi semua siswa kecuali 22 siswa yang orangtuanya tidak sempat menjemput mereka. Setelah mendapat izin dari kepala sekolah, McKay menawarkan diri untuk mengantar anak-anak tersebut, bersama dengan guru Abbie Davis dan Mary Ludwig, ke tempat yang aman.

    Evakuasi itu tidaklah mudah. ​​Kevin McKay mengemudikan bus dan 24 penumpangnya lewat jalanan yang dipenuhi asap hingga terjebak kemacetan mobil yang sama-sama ingin meninggalkan kota Paradise. Ia juga harus mengemudi melewati kebakaran kecil yang terjadi di jalan. Namun, pada satu titik, bus tersebut ditabrak oleh sebuah mobil. Kendati begitu, bus yang dikendarai McKay menambah satu penumpang, yaitu seorang guru prasekolah yang mobilnya mogok dari kota tetangga Biggs.

    Abbie Davis dan Mary Ludwig ngasih yang terbaik untuk menjaga semangat 22 anak di dalam bus. Mereka ngasih dukungan emosional dan alat bantu pernapasan darurat. Ketika bus dipenuhi asap, David McKay melepas salah satu bajunya, yang kemudian disobek-sobek oleh para guru dan disiram dengan satu-satunya botol air yang ada di bus. Mereka membagikan potongan-potongan baju itu kepada anak-anak untuk digunakan menutupi mulut dan hidung dari kepulan asap. Para guru juga memberikan pendampingan jika terjadi evakuasi bus dan mendemonstrasikan cara kerja pintu keluar darurat dan alat pemadam api. Setelah lima jam melakukan semua itu, David McKay berhasil membawa bus yang penuh anak-anak dan para guru keluar dari zona bahaya.

  5. 5. Seorang perawat menerobos kobaran api untuk mengevakuasi pasien

    kebakaran hutan Camp Fire
    kebakaran hutan Camp Fire (commons.wikimedia.org/Forest Service photo by Tanner Hembree)

    Staf dan pasien Rumah Sakit Feather River di Paradise, California, dievakuasi secepat mungkin dan dengan peringatan yang sangat singkat untuk menghindari kebakaran Camp Fire yang menyebar dengan cepat. Para perawat meninggalkan area tersebut menggunakan kendaraan pribadi dan menampung sebanyak mungkin pasien. Darrell Wilken, seorang perawat di Rumah Sakit Feather River, ikut serta dalam upaya evakuasi. Dia serta tiga penumpangnya—dua di antaranya sudah dalam kondisi kritis—hampir tidak berhasil keluar dari kobaran api.

    Kendaraan Darrell Wilken dikelilingi api saat mengemudikan mobilnya keluar dari area Paradise. Api yang membara membuat jendela mobilnya sangat panas dan tidak bisa disentuh. Mobil itu terjebak kemacetan ditambah lagi kobaran api di jalan, serta melewati mobil-mobil yang terbakar. Sudah pasra dan menyangka tidak akan selamat, Wilken dan tiga orang lainnya menelepon keluarga mereka untuk salam perpisahan.

    Setelah tiga jam mengemudi dengan hati-hati dan menunggu, rombongan tersebut berhasil dievakuasi dengan selamat. "Saya tidak ingin kehilangan siapa pun," kata Wilken kepada CBS News. "Kita tidak hanya memiliki kewajiban kepada pasien kita, tetapi kita juga memiliki kewajiban kepada kemanusiaan. Kita harus melakukan pekerjaan kita, terlepas dari kondisi yang tidak menguntungkan."

  6. 6. Seorang pendeta mengantar pasien ICU ke tempat aman

    kebakaran hutan Camp Fire
    kebakaran hutan Camp Fire (commons.wikimedia.org/Forest Service photo by Tanner Hembree)

    Brad Brown, pendeta tetap di Rumah Sakit Feather River di Paradise, bekerja pada pagi hari tanggal 8 November 2018, tepat setelah evakuasi pasien akibat kebakaran dilakukan. Ia membantu membawa pasien yang sakit parah ke dalam ambulans agar dibawa ke rumah sakit lain. Namun, mereka sudah kehabisan ambulans, dan pasien masih tersisa. Brown pun dengan sigap mengemudikan mobil van Honda Odyssey-nya dan membawa empat pasien.

    Selama dua jam, mobil Brown terjebak dalam kemacetan di jalan keluar dari rumah sakit. Adapun, mobil-mobil di sekitar mereka sudah hangus terbakar, jarak pandang tidak lebih dari 6 meter, dan api berkobar di bagian luar van. Brown menelepon dua anaknya, yang ia kira akan menjadi kali terakhir, mengingat dia tidak yakin akan selamat dalam perjalanan itu. Kemudian, lalu lintas mulai bergerak, dan setelah menunggu instruksi di tempat parkir Kmart, Brown diarahkan ke sebuah rumah sakit di Chico untuk menurunkan pasien-pasiennya.

  7. 7. Seorang perawat yang rela menyelamatkan orang lain dan mengabaikan keselamatannya sendiri

    Sebuah mobil pemadam kebakaran Eldorado NF melakukan operasi pemadaman di Divisi LL dalam Kebakaran Camp Fire.
    Sebuah mobil pemadam kebakaran Eldorado NF melakukan operasi pemadaman di Divisi LL dalam Kebakaran Camp Fire. (commons.wikimedia.org/Mike Loeffler, ENF)

    Nichole Jolly adalah seorang perawat yang bekerja di Rumah Sakit Feather River. Saat kebakaran terjadi, ia membantu para pasien naik ke kursi roda dan keluar dari gedung untuk dievakuasi. Baru setelah semua orang pergi, Jolly masuk ke mobilnya dan meninggalkan rumah sakit sendirian. Sayangnya, pelariannya itu terlihat mustahil, mengingat setiap jalan sudah terhalang api.

    Ditambah lagi, mobilnya dipenuhi kepulan asap. Jolly pun menelepon suaminya untuk mengucapkan selamat tinggal kepada suami dan anak-anaknya. "Dia berkata kepadaku, 'Jangan mati. Keluar dari mobil itu dan lari. Jangan mati,'" kata Jolly saat meniru seruan suaminya. Jolly pun berlari, menerobos jalan dan api, yang pada satu titik membuat pakaiannya terbakar. Ia menemukan tempat berlindung sementara di dalam mobil milik seorang rekan perawat, yang harus kembali ia tinggalkan ketika mobil itu diliputi asap tebal.

    Sekali lagi, Jolly berlari menembus udara panas, berasap, dan hampir tak terlihat, serta hanya ada sedikit oksigen. Di samping itu, sepatunya perlahan terbakar karena aspal yang panas. Tepat ketika Jolly mengira kalau dia tidak akan selamat, Jolly justru diselamatkan oleh sebuah mobil pemadam kebakaran yang sedang dalam perjalanan kembali ke Feather River. Jolly pun harus menangani pasien yang kritis di mobil pemadam kebakaran itu selama beberapa jam lagi sampai dia dievakuasi.

  8. 8. Seorang manajer perawat rumah sakit mengemudikan mobil dengan menerobos kobaran api untuk mengevakuasi rekan kerjanya

    kebakaran hutan Camp Fire
    kebakaran hutan Camp Fire (commons.wikimedia.org/Forest Service photo by Tanner Hembree)

    Bahkan sebelum pihak berwenang setempat mengeluarkan perintah evakuasi, Allyn Pierce merasa ada yang tidak beres karena melihat langit yang gelap dan berwarna oranye suram pada dini hari tanggal 8 November 2018. Sebagai manajer perawat unit perawatan intensif di Rumah Sakit Feather River, Pierce segera mengevakuasi pasien-pasien yang paling rentan. Dia sendiri pun termasuk orang terakhir yang meninggalkan rumah sakit.

    Sebelum pergi, ia mengecek ruangan untuk memastikan semuanya telah dievakuasi dan menyiapkan ruangan bagi siapa saja yang harus dirawat nantinya karena luka bakar. Baru kemudian Pierce meninggalkan area rumah sakit dengan truk pikapnya. Ia pun menjemput beberapa orang atau rekan kerjanya yang tidak punya kendaraan untuk menyelamatkan diri.

    Setelah menghadapi kemacetan lalu lintas evakuasi, Allyn Pierce mengambil jalan pintas ke jalan raya keluar kota dengan melewati jurang, yang sudah terbakar saat dia sampai di sana. Meskipun demikian, dia terus berjuang, menerobos kobaran api dan rumah yang terbakar sejauh satu mil sebelum akhirnya bertemu dengan truk pemadam kebakaran dan menyerahkan penumpangnya kepada petugas penyelamat. Saat itu Pierce benar-benar tidak punya tempat tujuan lain, karena mobil-mobil yang ditinggalkan menghalangi jalan dan api semakin mendekat. Jadi, dengan kobaran api yang melelehkan dan membakar kendaraan di sekitarnya, Pierce mengubah arah dan kembali ke Rumah Sakit Feather River, di mana ia membantu membuat landasan helikopter evakuasi medis dan tempat perawatan darurat di tempat parkir.

  9. 9. Stephen Murray menyelamatkan nyawa seluruh penghuni sebuah kompleks

    kebakaran hutan Camp Fire
    kebakaran hutan Camp Fire (commons.wikimedia.org/Symone Calveron)

    Pada pagi hari tanggal 8 November 2018, kebakaran hutan Camp Fire mulai mendekati kota Paradise, California. Banyak warga yang masih tidur. Jadi mereka tidak menyadari bahaya atau segera melakukan evakuasi. Hal itu pun hampir berujung tragedi bagi warga yang tinggal di Apple Tree Village Mobile Home Park, kompleks perumahan khusus lansia. Adapun, manajer kompleks tersebut, Stephen Murray, bergerak cepat dengan mengetuk pintu dan membantu mengevakuasi penghuninya.

    Ada beberapa rumah yang tidak menanggapi ketukannya. Jadi, Murray terpaksa mendobrak pintu mereka, seperti yang ia ceritakan kepada Chico Enterprise-Record. Kecerdasan dan ketanggapan Murray saat mengevakuasi warga di Apple Tree Village Mobile Home Park, membuatnya berhasil menyelamatkan semua nyawa dari 287 penghuninya. Setelah tiba di tempat evakuasi terakhirnya di Reno, Nevada, ia memarkir truk pikapnya di sebuah hotel untuk mengumpulkan perbekalan dan mengantarkannya kembali ke tempat penampungan kebakaran Paradise di Chico.

  10. 10. Sebanyak 85 orang meninggal karena tidak bisa melarikan diri dari rumah mereka

    sesudah terjadinya kebakaran hutan Camp Fire
    sesudah terjadinya kebakaran hutan Camp Fire (commons.wikimedia.org/Forest Service photo by Tanner Hembree)

    Terlepas dari tindakan heroik yang menyelamatkan ratusan nyawa, 85 orang tewas dalam kebakaran hutan Camp Fire yang menghancurkan kota Paradise, California dan daerah sekitarnya pada tahun 2018. Tragisnya, banyak yang meninggal karena sulit atau hampir tidak mungkin untuk menyelamatkan diri dari kebakaran secara tepat waktu. Berikut beberapa daftar korban tewas kebakaran hutan Camp Fire:

    • Salah satu korban tak selamat adalah Joyce Acheson. Perempuan berusia 78 tahun itu ditemukan tewas di rumahnya, yang terletak di daerah yang memang tidak bisa diakses oleh publik.
    • Kemudian ada Rafaela Andrade, lansia berusia 84 tahun, yang membutuhkan alat bantu jalan dan tidak bisa melarikan diri cukup cepat, dan akhirnya meninggal di rumahnya.
    • Ada Vincent Carota, laki-laki paruh baya berusia 65 tahun, yang salah satu kakinya diamputasi, tidak punya mobil, dan ia meninggal di kediamannya.
    • Herbert Alderman juga meninggal di rumah. Pria berusia 80 tahun itu sempat menelepon banyak temannya untuk meminta pertolongan, tetapi tidak bisa keluar sendiri karena pergelangan kakinya terkilir.
    • Julian Binstock, 88 tahun, yang mencoba melarikan diri dari asap beracun kebakaran di kamar mandinya bersama anjingnya. Di situlah mereka ditemukan tewas.
    • Jasad Christina Heffern yang berusia 40 tahun, putrinya Ishka yang berusia 20 tahun, dan ibunya Matilde yang berusia 60 tahun juga ditemukan meninggal bersama di dalam bak mandi.
    • Gordon Dise, 66 tahun, meninggal di dalam kediamannya di Butte Creek Canyon, sebuah tempat yang ditetapkan sebagai wilayah sensus di dekat Chico. Dia berhasil dievakuasi tetapi memilih kembali ke rumah untuk mengambil barang miliknya yang ketinggalan dan tidak bisa keluar lagi hingga tewas.

  11. 11. Banyak orang tewas saat mencoba melarikan diri dari kebakaran Camp Fire

    sesudah terjadinya kebakaran hutan Camp Fire
    sesudah terjadinya kebakaran hutan Camp Fire (commons.wikimedia.org/Forest Service photo by Tanner Hembree)

    Cukup banyak korban kebakaran hutan Camp Fire yang melanda daerah Paradise, California, berhasil meninggalkan rumah mereka dan mencari tempat aman, tapi mereka justru tewas akibat kobaran api yang menyebar cepat sebelum mereka bisa tiba ditempat pengungsian. Berikut daftarnya:

    • Richard Brown, 74 tahun, terbaring di bawah truknya, di situlah jenazahnya ditemukan.
    • Sementara itu, jenazah Marie Wehe, 78 tahun, ditemukan di dalam truk tidak jauh dari rumahnya.
    • Pasangan Robert Duvall dan Beverly Powers meninggal di kendaraan yang berbeda saat terjebak kemacetan.
    • Di kemacetan yang sama juga terdapat Joy Porter, 72 tahun, dan putranya, Dennis Clark Jr., 49 tahun, yang meninggal terjebak di dalam mobil.

    Beberapa korban mencoba meninggalkan daerah itu dengan berjalan kaki. Contohnya saja jenazah Richard Garrett, 58 tahun, yang ditemukan di antara pepohonan saat melarikan diri dengan berjalan kaki. Ada pula jenazah Sally Gamboa, 69 tahun, ditemukan di ladang yang berdekatan dengan rumahnya. TK Huff, yang menggunakan kursi roda setelah kakinya diamputasi, meninggal saat mencoba menjauhi kobaran api dengan menyeret dirinya di tanah.

    Investigasi terhadap kebakaran hutan tersebut menemukan bahwa banyak keputusan yang menyebabkan kebakaran hutan Camp Fire tahun 2018 dibuat hingga 40 tahun sebelum kebakaran terjadi. Pada akhirnya, mengingat perilaku ceroboh perusahaan, kegagalan yang terjadi jelas merupakan skenario. Bencana tersebut pun kini menjadi salah satu kebakaran hutan paling merusak dalam sejarah di California, hingga tulisan ini dibuat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More