7 Fakta Tamarin Berkepala Kapas, Hanya Pasangan Dominan yang Kawin

Tamarin berkepala kapas juga dikenal sebagai cotton-top tamarin. Mereka adalah spesies monyet dunia baru yang berukuran kecil. Seberapa kecil, sih, ukuran mereka? Panjang tubuhnya mencapai 20,8--26 cm dengan berat 260--380 gram. Tamarin ini berada dalam famili Callitrichidae dengan nama ilmiah Saguinus oedipus.
Mereka memiliki bulu panjang yang mengelilingi lehernya, bulunya lebat dan warnanya beragam. Tamarin berkepala kapas pasti menjadi pemanjat handal karena menghabiskan banyak waktu di pepohonan. Tunggu apa lagi? Yuk, tambah pengetahuanmu tentang mereka melalui fakta berikut ini.
1. Wilayah penyebaran tamarin berkepala kapas

Penyebaran tamarin berkepala kapas merupakan endemik di bagian barat laut Kolombia. Mereka menghuni hutan sekunder dan tepi hutan hujan tropis di kawasan tersebut. Animalia menginformasikan bahwa tamarin berkepala kapas juga bisa hidup di berbagai habitat seperti hutan tropis, lahan basah, lembab, dan sabana hutan kering.
2. Mereka hanya mengonsumsi makanan berkualitas terbaik untuk tetap sehat

Primata ini memiliki saluran pencernaan yang kecil. Karenanya, mereka hanya bisa mengonsumsi makanan dengan kualitas terbaik agar tetap sehat. Makanan utamanya adalah serangga dan buah-buahan. Tamarin berkepala kapas tidak memiliki gigi dengan adaptasi untuk menembus kulit kayu yang keras.
Inilah mengapa mereka harus bergantung pada hewan lain atau proses alami untuk bisa mengonsumsi karet pohon. Dilansir Net Primate Conservancy, tamarin berkepala kapas juga diketahui memakan reptil dan amfibi. Mereka terkadang terlihat diam-diam berburu serangga.
3. Memiliki 38 vokalisasi yang berbeda

Setiap hewan punya cara berkomunikasinya sendiri, sama seperti tamarin berkepala kapas yang sangatlah vokal. Mereka menggunakan berbagai vokalisasi, lho. Mulai dari suara seperti kicauan burung, jeritan bernada tinggi dan panggilan staccato. Berdasarkan informasi dari Currumbin Wildlife Sanctuary, panggilannya berguna untuk sinyal kepada anggota keluarga, peringatan kepada pemangsa dan bahkan percakapan tentang makanan mereka.
4. Punya kelenjar aroma untuk menandai wilayahnya

Selain dari vokalisasi yang beragam, tamarin kepala kapas juga berkomunikasi melalui penandaan aroma. Biasanya itu dimanfaatkan sebagai identifikasi dan perkembang biakan. Jantan dan betina memiliki kelenjar aroma yang berada di dekat alat kelamin dan anus.
Menariknya, betina ternyata lebih sering menggunakan kelenjar aroma tersebut. Karenanya, kelenjar aroma mereka berkembang lebih baik dan digunakan 10 kali lebih banyak dibandingkan jantan. Penggunaannya untuk menandai wilayah dan memberi sinyal ovulasi bahwa mereka sudah siap untuk kawin.
5. Hanya pasangan tamarin berkepala kapas dominan yang berkembang biak dalam kelompok

Hanya pasangan dominan yang punya hak untuk berkembang biak di dalam kelompok. Mereka adalah pasangan monogami, walaupun ada beberapa hubungan poligami yang telah diamati, jelas A-Z Animals. Betina menekan kemampuan berkembang biak dari betina lainnya dengan mengeluarkan feromon yang mencegah pembuahan.
Jika betina dominan meninggal, maka dia akan digantikan oleh betina dominan lainnya. Biasanya digantikan oleh anak betinanya yang mewarisi hak tersebut. Masa kehamilan betina biasanya berlangsung selama 4--6 bulan dan melahirkan saat persediaan makanan melimpah, biasanya pada musim hujan.
6. Semua anggota kelompok tamarin berkepala kapas membantu merawat bayi

Semua anggota kelompok ikut membantu membesarkan anak yang dilahirkan oleh pasangan dominan, sistem ini dikenal sebagai perkembang biakan kooperatif. Perawatan tersebut sangat penting bagi perkembangan dan kelangsungan hidup sang anak. Betina biasanya akan membawa bayi di minggu pertama kehidupannya, sementara ayah akan membantu membesarkan ketika mereka jauh lebih mandiri.
7. Bulu tamarin berkepala kapas berdiri saat mereka bersemangat

Ketika tamarin berkepala kapas merasa khawatir atau bersemangat. Bulu putihnya yang lebat itu akan terangkat untuk membuat dirinya terlihat lebih besar dan mengesankan. Bulunya yang terangkat mulai dari bagian kepala hingga bahu. Cara lucu untuk membuat dirinya lebih menakutkan.
Tamarin berkepala kapas memiliki penampilan yang menarik, bukan? Sangat disayangkan bahwa keberadaan mereka sangat terancam karena berbagai aktivitas manusia yang merusak habitatnya. Saat ini, mereka diklasifikasikan sebagai Critically Endangered oleh IUCN dengan total populasi sekitar 6,000 individu. Sayangnya, tren populasinya mengalami penurunan.



















