Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Genre Lagu Paling Banyak Dibenci Menurut Data Science

5 Genre Lagu Paling Banyak Dibenci Menurut Data Science
ilustrasi genre pop (pexels.com/Gustavo Fring)
Intinya Sih

  • Rap dan Hip Hop adalah genre paling dibenci menurut data science, dengan kritik terhadap tema lirik keras dan citra kekerasan atau gaya hidup glamor berlebihan.

  • Country mendapat kritik karena stereotip lirik tentang truk, minuman, dan patah hati serta dianggap terlalu pop dan kehilangan ruh klasiknya.

  • Metal dianggap terlalu bising dan agresif, namun penggemarnya makin bangga dengan identitas mereka karena sering ditolak.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Dalam musik, selera itu sangat subjektif. Ada genre yang dianggap karya seni tingkat tinggi oleh satu kelompok, tapi terdengar berisik atau membingungkan bagi kelompok lain. Menariknya, lewat data science berdasarkan dari survei preferensi, rating pendengar, dan analisis sentimen, muncul gambaran genre mana saja yang paling sering masuk daftar paling tidak disukai.

Bukan berarti genre-genre ini jelek atau tidak berkualitas. Justru sebagian punya sejarah panjang, pengaruh besar, dan basis penggemar yang sangat loyal. Namun memang, untuk telinga umum, struktur atau citra yang melekat pada genre tertentu bisa bikin orang cepat menyerah. Berikut deretan genre lagu yang paling banyak dibenci menurut data science.

1. Rap dan Hip Hop

ilustrasi genre rap hip-hop
ilustrasi genre rap hip-hop (pexels.com/cottonbro studio)

Rap dan hip hop menempati posisi teratas sebagai genre paling dibenci menurut data, dengan angka mendekati 30 persen responden. Kritik paling umum yakni terlalu banyak bicara daripada bernyanyi, tema lirik keras, dan citra kekerasan atau gaya hidup glamor berlebihan. Sebagian orang juga masih memperdebatkan rap sebagai musik dalam definisi tradisional.

Namun di sisi lain, hip hop adalah salah satu genre paling berpengaruh dan paling menguntungkan di industri musik modern. Genre ini melahirkan inovasi produksi dan budaya global yang kuat. Penolakan besar terhadap hip hop sering dikaitkan dengan faktor budaya dan generasi, bukan semata unsur musikalnya. Jadi meski paling banyak dibenci, pengaruhnya justru sulit dibantah.

2. Country

ilustrasi genre country
ilustrasi genre country (Pexels.com/Brett Sayles)

Country sangat dicintai di beberapa wilayah, tapi juga cukup sering jadi bahan candaan di tempat lain. Stereotip lirik tentang truk, minuman, dan patah hati membuat sebagian orang menganggap country itu monoton. Ditambah warna vokal khas dan bunyi gitar twangy yang tidak semua telinga cocok. Sekitar 15 persen responden menempatkan country sebagai genre paling tidak disukai.

Ironisnya, banyak kritik justru diarahkan ke country modern yang dianggap terlalu pop dan kehilangan ruh klasiknya. Padahal legenda seperti Dolly Parton, Hank Williams, dan Johnny Cash dihormati lintas genre. Nama seperti Kid Rock juga sering memicu perdebatan karena gaya campurannya yang kontroversial.

3. Metal

ilustrasi genre metal
ilustrasi genre metal (pexels.com/Matheus Andrade)

Metal sudah lama punya reputasi sebagai genre yang berisik, agresif, dan tidak ramah telinga umum. Vokal teriak dan tempo menghantam membuat banyak orang langsung mundur sebelum mencoba memahami strukturnya. Citra metal yang dulu lekat dengan gaya hidup ekstrem juga sempat bikin jarak dengan pendengar mainstream.

Data science menunjukkan sekitar lebih dari 10 persen responden menaruh metal sebagai genre paling tidak disukai. Sebagian menganggapnya terlalu bising, sebagian lagi merasa metal modern kehilangan kualitas era klasiknya. Padahal, metal punya banyak subgenre dan komunitasnya dikenal sangat solid. Menariknya, justru karena sering ditolak, penggemar metal makin bangga dengan identitas mereka.

4. Pop

ilustrasi genre pop
ilustrasi genre pop (pexels.com/Brett Sayles)

Pop justru jadi salah satu genre paling populer sekaligus paling sering dikritik. Banyak responden menilai pop terlalu mengikuti tren dan terasa seperti produk pabrik, bukan ekspresi artistik murni. Kritik paling sering muncul pada produksi yang penuh autotune dan formula lagu yang dianggap mirip satu sama lain.

Sekitar hampir 10 persen responden memilih pop sebagai genre paling dibenci, biasanya merujuk pada pop chart yang sangat industrial. Padahal di sisi lain, pop juga melahirkan karya ikonik dari nama-nama seperti The Beatles hingga Madonna yang justru mendorong inovasi. Jadi, kebencian terhadap pop seringnya bukan ke genrenya secara utuh, tapi ke versi paling generik dan overproduced-nya.

5. Jazz

ilustrasi genre jazz
ilustrasi genre jazz (pexels.com/Yan Krukau)

Jazz sering memecah pendapat jadi dua kubu ekstrem, yakni yang sangat memuja dan yang benar-benar tidak tahan. Penggemarnya melihat jazz sebagai bentuk seni tinggi yang penuh teknik, improvisasi, dan kebebasan ekspresi. Namun bagi sebagian pendengar awam, jazz terdengar seperti musik yang terlalu banyak improvisasi dan sulit ditebak arahnya.

Banyak orang mengaku kesulitan menikmati karya tokoh seperti John Coltrane atau Miles Davis karena strukturnya tidak serapi lagu pop. Data menunjukkan sekitar 6 persen responden menaruh jazz sebagai genre paling tidak disukai. Meski begitu, pengaruh jazz ke rock dan pop sebenarnya sangat besar, hanya saja tidak selalu terasa langsung di telinga pendengar kasual.

Selera musik memang tidak bisa dipukul rata. Genre yang dianggap membingungkan oleh satu orang bisa jadi justru terasa paling ngena bagi orang lain. Dari daftar genre lagu paling banyak dibenci ini, mana yang menurutmu memang sulit dinikmati, dan mana yang justru kamu bela mati-matian?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hella Pristiwa
EditorHella Pristiwa
Follow Us

Latest in Science

See More