Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gugus Ganda Perseus Hiasi Langit 26-27 Oktober 2026, Cek Waktunya!
ilustrasi Gugus Ganda Perseus (pexels.com/Yihan Wang)
  • Gugus Ganda Perseus, terdiri dari NGC 869 dan NGC 884 di rasi Perseus, akan dapat diamati dari Indonesia pada malam 26–27 Oktober 2026.
  • Objek berjarak sekitar 7.000 tahun cahaya ini mulai terlihat pukul 21.10 WIB, mencapai posisi tertinggi pukul 23.52 WIB, lalu menghilang sekitar 02.34 WIB.
  • Dua gugus bintang muda berusia sekitar 13 juta tahun ini diduga berasal dari wilayah pembentukan sama; langit cerah, gelap, serta teropong membantu pengamatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Fenomena astronomi yang menghiasi langit Oktober 2026 tak terbatas pada hujan meteor saja. Pada 26–27 Oktober, Gugus Ganda Perseus atau Perseus Double Cluster (Caldwell 14) juga bisa menjadi objek menarik untuk diamati. Sesuai namanya, fenomena ini menampilkan dua gugus bintang yang tampak berdekatan di langit malam.

Dua objek tersebut dikenal dengan nama NGC 869 dan NGC 884, yang berada di kawasan rasi bintang Perseus. Jika cuaca cerah dan langit cukup gelap, gugus bintang ini bisa terlihat tanpa bantuan alat khusus. Namun, menggunakan teropong dapat membantu kamu melihat lebih banyak bintang yang membentuk gugusan tersebut.

Jadi, kapan waktu terbaik untuk menyaksikan Gugus Ganda Perseus dan apa saja fakta menarik di baliknya? Cari tahu jawabannya di bawah ini, yuk!

1. Asal-usul Gugus Ganda Perseus

ilustrasi Gugus Ganda Perseus (pexels.com/Tobias Eicher)

Sesuai namanya, Gugus Ganda Perseus adalah dua gugus bintang yang tampak berdekatan di langit malam. Dilansir NASA, kedua gugus ini dikenal sebagai NGC 869 dan NGC 884, yang berada di kawasan rasi bintang Perseus. Jaraknya diperkirakan sekitar 7.000 tahun cahaya dari Bumi.

Menariknya, gugusan ini berisi banyak bintang muda yang berukuran besar dan bersuhu lebih panas dibandingkan Matahari. Kedua gugus tersebut juga bisa diamati menggunakan teropong, sehingga pengamat dapat melihat lebih banyak bintang di dalamnya. Keberadaan Gugus Ganda Perseus pun menjadi salah satu pemandangan langit yang menarik untuk dinikmati, terutama saat kondisi langit cerah dan minim polusi cahaya.

2. Waktu terbaik mengamati Gugus Ganda Perseus

ilustrasi Gugus Ganda Perseus (pexels.com/Dennis Ariel)

Gugus Ganda Perseus bisa diamati dari Indonesia pada malam 26–27 Oktober 2026. Mengutip dari In-the-Sky, objek langit ganda ini mulai terlihat sekitar pukul 21.10 WIB, ketika posisinya mulai naik di atas ufuk utara. Gugusan bintang tersebut mencapai posisi tertingginya sekitar pukul 23.52 WIB, dengan ketinggian sekitar 26 derajat dari ufuk utara.

Setelah itu, keduanya akan perlahan turun hingga tidak lagi dapat diamati sekitar pukul 02.34 WIB. Meski bisa terlihat dengan mata telanjang di lokasi yang gelap, Gugus Ganda Perseus akan lebih mudah diamati menggunakan teropong atau teleskop kecil. Sebelum melakukan pengamatan, pastikan langit cerah dan pilih tempat dengan sedikit polusi cahaya agar visual yang didapat lebih maksimal.

3. Dua gugus bintang ini diduga berasal dari wilayah pembentukan yang sama

ilustrasi galaksi Bimasakti, tempat Gugus Ganda Perseus. (pexels.com/S S)

Gugus Ganda Perseus bukan hanya menarik karena terdiri dari dua gugus bintang yang tampak berdekatan. Keduanya juga diduga terbentuk dari wilayah pembentukan bintang yang sama. Dilansir NASA, NGC 869 dan NGC 884 diperkirakan memiliki usia sekitar 13 juta tahun, tergolong muda jika dibandingkan dengan usia Matahari yang mencapai sekitar 4,6 miliar tahun.

Usia yang hampir sama ini menjadi salah satu petunjuk bahwa kedua gugus tersebut mungkin memiliki asal-usul yang berkaitan. Meski tampak berdekatan dari Bumi, keduanya tetap merupakan gugus bintang yang berbeda. Hal ini membuat Gugus Ganda Perseus menarik untuk dipelajari, terutama untuk memahami bagaimana bintang-bintang terbentuk dan berkembang bersama.

Meski tak sepopuler hujan meteor, Gugus Ganda Perseus tetap menjadi objek langit yang menarik untuk diamati. Selain menampilkan dua gugus bintang yang tampak berdekatan, fenomena ini juga menyimpan petunjuk tentang bagaimana bintang-bintang terbentuk dari wilayah yang sama. So, tertarik untuk mengamati objek kembar spektakuler tersebut?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article