Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Hewan Ini Sangat Sensitif terhadap Perubahan Cuaca, Paling Peka!

3 min read
4 Hewan Ini Sangat Sensitif terhadap Perubahan Cuaca, Paling Peka!
ilustrasi semut (pexels.com/Kumar Kranti Prasad)
  • Burung peka terhadap penurunan tekanan udara barometrik; mereka dapat terbang rendah atau berlindung di pepohonan saat cuaca buruk dan hujan deras mendekat.
  • Semut mendeteksi perubahan suhu serta kelembapan tanah lewat antena, lalu memindahkan telur dan cadangan makanan ke tempat lebih tinggi sebelum risiko banjir.
  • Sapi cenderung gelisah dan berbaring saat suhu menurun, sedangkan lebah membatalkan pencarian nektar dan tetap di sarang ketika tekanan atmosfer mengindikasikan badai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dunia hewan dikenal memiliki berbagai hal menarik yang sangat berkaitan dengan fisik, proses adaptasi, dan banyak hal lainnya. Selain itu, hewan ternyata memiliki insting biologis yang jauh dianggap lebih cerdas untuk mulai mengenali adanya sinyal-sinyal perubahan alam yang ada di sekitar mereka.

Ada beberapa spesies hewan yang memiliki indra khusus yang sangat peka terhadap adanya dinamika tekanan udara, kelembapan, hingga gelombang elektromagnetik di sekitarnya. Oleh sebab itu, ketahuilah beberapa hewan unik yang dikenal paling sensitif terhadap adanya perubahan cuaca di lingkungan sekitar.

  1. 1. Burung yang Mampu Merasakan Perubahan Tekanan Udara

    ilustrasi migrasi burung (pexels.com/A. G. Rosales)
    ilustrasi migrasi burung (pexels.com/A. G. Rosales)

    Burung dikenal sebagai salah satu hewan yang paling cepat untuk merespons adanya cuaca buruk atau badai besar yang akan terjadi di lingkungannya. Hal ini karena mereka memiliki organ biologis khusus yang dikenal sangat peka terhadap adanya penurunan tekanan udara barometrik di atmosfer.

    Pada saat burung mulai merasakan adanya perubahan tekanan udara menurun secara signifikan, maka kawanan burung tersebut nantinya akan merespons dengan terbang rendah atau bersembunyi di balik pepohonan. Perilaku unik seperti ini sebetulnya bisa menjadi petunjuk alami untuk masyarakat yang ada di sekitar bahwa hujan deras mungkin akan segera turun dalam waktu dekat.

  2. 2. Semut yang Memindahkan Telur ke Tempat yang Lebih Tinggi

    ilustrasi semut (pexels.com/Poranimm Athithawatthee)
    ilustrasi semut (pexels.com/Poranimm Athithawatthee)

    Semut memiliki bagian tubuh yang cukup unik, yaitu antena superpeka yang bisa mendeteksi adanya perubahan suhu dan kelembapan tanah secara lebih presisi. Koloni semut biasanya akan langsung bergerak dengan cepat ketika mereka merasakan adanya ancaman banjir yang sewaktu-waktu dapat merendam sarang mereka.

    Semut biasanya akan saling bergotong royong untuk memindahkan telur dan cadangan makanan ke lokasi yang jauh lebih tinggi sebelum hujan deras mulai turun. Kejelian semut untuk mengantisipasi risiko bencana ini seolah membuktikan betapa tajamnya insting bertahan hidup yang mereka miliki di habitatnya.

  3. 3. Sapi yang Menjadi Lebih Gelisah dan Memilih Berbaring

    ilustrasi sapi (pexels.com/Pixabay)
    ilustrasi sapi (pexels.com/Pixabay)

    Sapi termasuk hewan yang dikenal memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap adanya perubahan suhu udara dan tingkat kelembapan lingkungan. Perilaku mamalia besar ini ternyata bisa mengalami adanya perubahan yang cukup signifikan ketika kondisi cuaca mulai memburuk.

    Ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa sapi biasanya akan lebih memilih untuk berbaring di atas rumput ketika merasakan adanya penurunan suhu udara, sebab menandakan hujan akan mulai turun. Langkah ini biasanya mereka lakukan untuk memastikan agar panas tubuhnya tetap stabil, sekaligus mengamankan area tanah yang kondisinya masih kering.

  4. 4. Lebah yang Memilih Berdiam Diri di Dalam Sarang

    ilustrasi lebah madu (pexels.com/Pixabay)
    ilustrasi lebah madu (pexels.com/Pixabay)

    Lebah madu dikenal sebagai hewan yang memiliki bulu-bulu halus di seluruh tubuhnya dan bagian tubuh tersebut sangat peka terhadap adanya perubahan tingkat kelembapan dan tekanan udara. Lebah pekerja ternyata memiliki kemampuan untuk mendeteksi adanya penurunan tekanan atmosfer yang menandakan bahwa badai akan segera datang dari jarak yang cukup jauh.

    Pada saat mulai merasakan sinyal cuaca yang buruk, maka mereka pun akan membatalkan rencana penerbangan untuk mulai mencari nektar di luar ruangan. Kawanan lebah biasanya akan lebih memilih untuk tetap berdiam diri di dalam sarang demi memastikan keselamatan dari seluruh anggotanya dari hempasan air hujan.

    Kepekaan luar biasa yang dimiliki oleh hewan-hewan di atas seolah bisa menjadi bukti betapa menakjubkannya sistem adaptasi yang ada di alam bebas. Melalui insting alami yang ada, maka mereka pun mampu bertahan hidup dari risiko cuaca ekstrem yang terasa berbahaya. Pastikan untuk terus menjaga kelestarian lingkungan agar hewan-hewan yang ada di sekitarmu tetap bisa hidup berdampingan dengan baik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More