Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi karhutla (unsplash.com/Sean Boyd)
  • Jejak arang dalam sedimen dan tanah menunjukkan kebakaran vegetasi telah membentuk lanskap sejak ribuan tahun lalu, jauh sebelum teknologi modern berkembang.
  • Di Petén, Guatemala, rekaman kebakaran berlangsung sekitar 9.000 tahun dan pola berubah seiring pengelolaan lingkungan oleh masyarakat Maya.
  • Kebakaran purba juga tercatat di Slovenia sekitar 8.200–8.400 tahun lalu serta Kalimantan Barat selama 3.200 tahun, dengan peningkatan aktivitas pada 1300–1600 M.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sering dianggap sebagai persoalan lingkungan yang identik dengan zaman modern. Padahal, jejak kebakaran vegetasi sudah ditemukan dalam rekaman alam sejak ribuan tahun lalu. Sisa arang yang tersimpan di tanah maupun sedimen menjadi salah satu petunjuk bagi para peneliti untuk menelusuri peristiwa tersebut.

Dari temuan itu, kita bisa mengetahui bahwa lanskap hutan telah mengalami perubahan jauh sebelum teknologi modern berkembang. Beberapa jejak kebakaran purba bahkan ditemukan di kawasan yang pernah menjadi tempat berkembangnya peradaban manusia. Guatemala, Slovenia, hingga Kalimantan menyimpan rekaman kebakaran vegetasi dari masa lampau yang menarik untuk ditelusuri.

Lantas, seperti apa jejak karhutla purba yang berhasil ditemukan di berbagai wilayah tersebut? Yuk, simak fakta-fakta menariknya di bawah ini!

1. Kebakaran hutan purba di kawasan peradaban Maya, Guatemala

ilustrasi karhutla (unsplash.com/The Metropolitan Museum of Art)

Di kawasan Petén, Guatemala, jejak kebakaran hutan ternyata sudah ada sejak sekitar 9.000 tahun lalu. Temuan ini diketahui melalui penelitian Anderson dan Wahl yang terbit dalam jurnal Global and Planetary Change pada 2016. Peneliti memeriksa sisa arang yang tersimpan dalam sedimen danau untuk mengetahui riwayat kebakaran di kawasan tersebut.

Hasilnya menunjukkan bahwa kebakaran sudah terjadi sebelum masyarakat mulai mengembangkan pertanian menetap, sekitar 4.600 tahun lalu. Ketika peradaban Maya berkembang, pola kebakaran juga berkaitan dengan perubahan aktivitas manusia dalam mengelola lingkungan. Meski begitu, temuan arang tersebut tidak menunjukkan satu kejadian karhutla tertentu, melainkan rekaman kebakaran yang berlangsung selama ribuan tahun.

2. Kebakaran hutan pada awal Holosen di Slovenia

ilustrasi karhutla (unsplash.com/Joanne Francis)

Di Slovenia, Eropa Tengah, jejak kebakaran hutan purba ditemukan di kawasan Gua Postojna dan tanah di sekitarnya. Penelitian yang terbit dalam jurnal Palaeogeography, Palaeoclimatology, Palaeoecology pada 2017 mengungkap bukti kebakaran melalui sisa tumbuhan yang terbakar di endapan gua dan tanah. Sebagian temuan tersebut diperkirakan berusia sekitar 8.200–8.400 tahun lalu, ketika Bumi berada pada periode awal Holosen.

Pada masa itu, kondisi lingkungan dan iklim sedang mengalami perubahan setelah berakhirnya zaman es terakhir. Sisa tumbuhan yang terbakar membantu peneliti menelusuri riwayat kebakaran di kawasan karst Slovenia. Meski demikian, temuan ini merupakan bukti kebakaran purba, bukan catatan satu peristiwa karhutla yang tanggal kejadiannya diketahui secara pasti.

3. Rekaman kebakaran vegetasi purba di Kalimantan, Indonesia

ilustrasi karhutla (unsplash.com/Matt Palmer)

Kalimantan Barat menyimpan jejak kebakaran hutan yang sudah terjadi sejak ribuan tahun lalu. Menurut penelitian yang terbit dalam jurnal Ecosphere pada 2024, para peneliti menelusuri riwayat kebakaran di hutan hujan menggunakan fragmen arang yang ditemukan di tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebakaran telah terjadi selama sekitar 3.200 tahun terakhir.

Aktivitas kebakaran tercatat meningkat pada periode 1300–1600 M, ketika masyarakat telah lama menghuni kawasan tersebut. Peneliti menduga aktivitas manusia turut memengaruhi terjadinya kebakaran, meskipun rekaman arang tidak selalu dapat memastikan penyebab setiap peristiwa. Temuan ini memperlihatkan bahwa kebakaran hutan di Kalimantan memiliki sejarah panjang, jauh sebelum karhutla menjadi persoalan lingkungan modern.

Jejak kebakaran vegetasi dari Guatemala, Slovenia, hingga Kalimantan menunjukkan bahwa kebakaran telah menjadi bagian dari sejarah lingkungan selama ribuan tahun. Meski begitu, setiap temuan memiliki konteks berbeda dan tidak semuanya menunjukkan satu peristiwa karhutla yang dapat ditentukan tanggalnya secara pasti. Menurutmu, apa yang bisa kita pelajari dari jejak kebakaran hutan yang terjadi ribuan tahun lalu di atas?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article