Kenali Voodoo Lily, Tanaman Berbau Busuk yang Umbinya Dijadikan Tepung dan Pati

- Voodoo lily tersebar di Indonesia dan kawasan hangat Asia, memiliki batang bercorak, daun runcing, serta bunga besar ungu gelap atau marun yang beraroma sangat menyengat.
- Umbi voodoo lily mengandung pati dan dibudidayakan sebagai pangan; di Jepang, tepungnya digunakan untuk mi shirataki dan jeli, meski patinya tidak dicerna tubuh.
- Bau busuk bunganya meniru bangkai untuk memikat lalat bangkai dan kumbang sebagai penyerbuk; tanaman ini juga mengalami dormansi kering tahunan.
Banyaknya tanaman di dunia membuatmu tidak bisa mengenali semuanya, tapi bisa jadi kamu pernah melihatnya, hanya tidak tahu namanya saja. Seperti tanaman voodoo lily yang ternyata banyak tersebar di Indonesia, lho. Mereka berada dalam famili philodendron. Batangnya penuh corak abstrak dan daun runcingnya berwarna hijau. Tanaman ini bisa tumbuh dengan satu bunga besar yang berbau busuk, warnanya ungu tua kehitaman atau merah marun gelap.
Ada sekitar 200 spesies voodoo lily yang tersebar di berbagai belahan dunia. Ukurannya bervariasi, tapi yang perlu kamu catat, semakin besar tanaman ini maka baunya juga sangat menyengat. Walaupun begitu, tanaman ini ternyata punya manfaat karena bisa diolah jadi makanan. Penasaran bagaimana olahannya? Berikut penjelasannya!
1. Banyak tersebar di Indonesia

Voodoo lily (commons.wikimedia.org/Krzysztof Ziarnek, Kenraiz) Penyebaran voodoo lily cukup luas, menjangkau daerah beriklim hangat hingga tropis di Vietnam, Jepang, bagian selatan China dan Indonesia. Menariknya, Tanaman ini punya banyak nama ilmiah, termasuk A. rivieri, A. rivieri var. konjac, A. mairei dan Hydrosme rivieri. Tidak hanya nama ilmiahnya, nama umumnya juga banyak.
Wisconsin Horticulture menginformasikan bahwa voodoo lily juga dikenal sebagai devil's tongue, dragon plant, elephant yam, konnyku, leopard arum, snake palm dan umbrella arum. Karena ada di Indonesia, kamu mungkin pernah melihat tanaman ini tapi hanya tidak tahu namanya!
2. Umbinya diolah jadi makanan

Voodoo lily (commons.wikimedia.org/Sebastian Strabinger) Corak abstrak pada batang voodoo lily mungkin membuatmu ragu kalau tanaman ini benar-benar bisa dimakan. Faktanya, umbinya mengandung pati yang bisa dimakan dan bahkan dibudidayakan sebagai sumber pangan di beberapa negara di dunia. Umbinya diolah menjadi tepung tanpa rasa atau jeli padat yang digunakan sebagai pengganti gelatin nabati.
Bahkan di Jepang, tepung voodoo lily digunakan untuk membuat mi shirataki dan patinya diolah sebagai bahan utama untuk membuat cemilan jeli. Hanya saja, jenis pati ini ternyata tidak bisa dicerna oleh tubuh sehingga langsung melewati sistem pencernaan tanpa memberikan nutrisi pada tubuhmu, dilansir Calgary Helard.
3. Bau busuknya untuk memikat penyerbuk

Voodoo lily (commons.wikimedia.org/James Steakley) Ketika tanaman ini berbunga, kamu akan mencium aroma tidak sedap yang sangat menyengat. Soalnya voodoo lily diserbuki oleh lalat bangkai dan kumbang, sehingga bunga akan meniru serta melepaskan senyawa kimia yang serupa. Aromanya memang tidak sedap bagi manusia, tapi itu bertujuan untuk memikat serangga penyerbuk.
Melansir Royal Botanical Gardens Canada, voodoo lily akan mengelabui serangga agar bertelur di atasnya. Membuat serangga mengira kalau itu adalah daging busuk yang cocok jadi tempat meletakkan larvanya. Sayangnya, tidak ada bangkai, aromanya saja yang mirip bangkai. Tipuan yang sangat cerdas, bukan?
4. Memasuki masa dormansi kering setiap tahun

Voodoo lily (commons.wikimedia.org/BotBln) Ukuran tanaman voodoo lily yang kamu lihat mungkin bervariasi, tapi semakin besar umbinya maka semakin besar pula daunnya. Bahkan lebar daunnya bisa mencapai hingga 1,2 meter, lho. Tanaman unik ini juga bisa tumbuh setinggi 1,2 hingga 1,8 meter. Walaupun berasal dari daerah tropis, ternyata mereka juga tetap memasuki masa dormansi kering setiap tahun, lho.
Apa itu? Masa dormansi kering merupakan periode istirahat alami pada tanaman saat pertumbuhannya berhenti sementara dan aktivitas fisiologisnya melambat drastis. Itu terjadi karena kondisi lingkungan seperti suhu atau kelembapan yang tidak mendukung pertumbuhan aktif. Karenanya, daun voodoo lily hanya bertahan selama satu musim tumbuh dan akan mengering secara lami pada akhir musim panas atau awal musim gugur.
Tanaman yang sangat menarik, bukan? Corak pada batangnya abstrak dan membuatnya terlihat misterius, setelah berbunga akan mengeluarkan aroma tidak sedap yang menyengat. Butuh waktu bertahun-tahun bagi voodoo lily yang berada di alam liar untuk bisa berbunga. Apakah kamu pernah melihat tanaman ini?




















