ilustrasi bencana banjir (pexels.com/Juan Moccagatta)
Qianggong Zhang, kepala Climate and Environmental Risks di ICIMOD, memperingatkan adanya kemungkinan banjir kedua karena masih terdapat penyumbatan di bagian hulu sungai. Material longsoran yang menutup aliran air dapat membuat air terus tertahan dan kemudian mengalir deras ketika sumbatan tersebut jebol.
Kondisi ini membuat wilayah di sepanjang aliran sungai tetap berisiko meski banjir utama telah terjadi. Karena itu, pemantauan terhadap kondisi sungai dan area hulu menjadi penting untuk mengetahui apakah masih ada air yang tertahan atau material yang berpotensi kembali bergerak. Ilmuwan juga masih terus menganalisis citra satelit dan data lapangan untuk memahami rangkaian peristiwa serta potensi bahaya berikutnya.
Jadi, longsoran besar, aliran air yang deras, dan minimnya waktu untuk menyelamatkan diri membuat bencana ini sangat berbahaya. Semoga penjelasan ini membantu kamu memahami kenapa banjir Nepal begitu mematikan, ya.
Referensi
"What Experts Know So Far About Nepal’s Deadly Floods". The Straits Times. Diakses Agustus 2026.
"What We Know About Deadly Nepal-Tibet Floods". BBC. Diakses Agustus 2026.
"Deadly Nepal Flood Caused By Enormous Landslide, Glacier Tumble: Scientist". ABC News. Diakses Agustus 2026.