Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kerap kali dikaitkan dengan kerusakan pepohonan, kabut asap, dan hilangnya habitat satwa. Namun, dampaknya ternyata jauh lebih luas daripada sekadar vegetasi yang hangus terbakar. Karhutla juga dapat mengganggu rantai makanan.
Ketika hutan terbakar, tumbuhan sebagai sumber makanan utama bagi berbagai organisme ikut musnah. Akibatnya, hewan herbivor kehilangan sumber makanan, sedangkan hewan karnivor kesulitan menemukan mangsa. Bahkan, manusia juga bisa merasakan dampaknya melalui penurunan hasil pertanian dan terganggunya pasokan pangan. Lantas, bagaimana proses karhutla dapat mengganggu keseimbangan rantai makanan?