Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya menghanguskan pepohonan dan menghilangkan habitat satwa. Peristiwa ini juga bisa mengubah kondisi tanah, termasuk tingkat kesuburannya. Dampaknya mungkin tidak langsung terlihat setelah api padam, tetapi dapat memengaruhi kemampuan tanah dalam mendukung pertumbuhan tanaman.
Menariknya, kebakaran tidak selalu membuat tanah menjadi kurang subur. Dalam kondisi tertentu, abu hasil pembakaran justru dapat menambahkan sejumlah mineral ke dalam tanah. Namun, kebakaran yang terlalu intens atau terjadi berulang kali berpotensi merusak kandungan organik, membunuh organisme tanah, hingga menghilangkan unsur hara penting. Lantas, bagaimana prosesnya?