Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Langit Cerah Bikin Malam Lebih Dingin? Ini Penjelasannya
ilustrasi langit malam (unsplash.com/Tiago Ferreira)

Belakangan ini, pernahkah kamu merasa malam hari terasa lebih dingin dari biasanya? Kondisi tersebut biasanya lebih mudah dirasakan ketika musim kemarau, tepatnya ketika udara malam cenderung lebih kering. Pasalnya, langit yang bersih dari awan ternyata memungkinkan panas dari permukaan Bumi terlepas lebih cepat.

Akibatnya, suhu di sekitar permukaan bisa turun lebih drastis sepanjang malam. Awan dan kelembapan udara juga ikut menentukan seberapa banyak panas yang bertahan di dekat permukaan Bumi. Lalu, apa yang sebenarnya membuat langit cerah justru bisa membuat malam terasa lebih dingin? Untuk mengetahui jawabannya, yuk, simak penjelasan di bawah ini!

1. Panas Bumi kabur ke angkasa saat langit cerah

ilustrasi langit malam (unsplash.com/@processingly)

Pada malam hari, permukaan Bumi terus melepaskan panas dalam bentuk radiasi inframerah ke atmosfer dan angkasa. Proses pendinginan ini dikenal sebagai radiational cooling atau pendinginan radiasi. Dilansir National Weather Service, proses tersebut berlangsung lebih efektif ketika langit cerah karena tidak banyak awan yang menghambat pelepasan panas dari permukaan Bumi.

NASA juga menjelaskan bahwa permukaan Bumi memancarkan radiasi inframerah termal, sementara awan dapat menyerap sebagian radiasi tersebut dan memancarkannya kembali ke permukaan. Ketika langit bersih dari awan, lebih banyak panas dapat meninggalkan permukaan Bumi menuju angkasa. Akibatnya, suhu di dekat permukaan Bumi dapat turun lebih cepat dan membuat malam terasa lebih dingin.

2. Tak ada awan yang jadi “selimut” Bumi

ilustrasi awan (pexels.com/prasun_16)

Awan ternyata punya peran penting dalam menjaga suhu permukaan Bumi tetap hangat pada malam hari. Ketika permukaan Bumi melepaskan panas dalam bentuk radiasi inframerah, awan dapat menyerap sebagian energi tersebut dan memancarkannya kembali ke berbagai arah, termasuk ke permukaan Bumi. Proses ini membuat sebagian panas tetap berada di dekat permukaan dan tidak langsung lepas ke angkasa.

Oleh sebab itu, malam yang berawan biasanya terasa lebih hangat dibandingkan malam dengan langit cerah. Sebaliknya, ketika langit bersih dari awan, panas lebih mudah meninggalkan permukaan Bumi. Inilah mengapa awan bisa diibaratkan seperti “selimut” yang membantu menjaga suhu Bumi pada malam hari.

3. Udara dan angin ikut menentukan seberapa dingin suatu malam

ilustrasi langit malam (pexels.com/travelers_tw )

Selain langit yang cerah, kondisi udara dan angin juga ikut menentukan seberapa dingin suhu pada malam hari. Saat angin bertiup pelan atau hampir tidak ada, udara dingin yang berada dekat permukaan tanah cenderung tidak banyak bergerak dan bercampur dengan udara yang lebih hangat di atasnya. Akibatnya, udara dingin bisa terkumpul di dekat permukaan dan membuat suhu terasa semakin rendah.

Sebaliknya, angin yang lebih kencang dapat membantu mencampurkan udara dingin di dekat permukaan dengan udara yang lebih hangat dari lapisan atas. Dilansir laman Meteorología en Red, kondisi malam yang cerah dan tenang dapat memperkuat proses pendinginan di dekat permukaan Bumi. Jadi, ketika langit cerah bertemu dengan angin yang tenang, suhu malam bisa terasa lebih dingin, terutama menjelang pagi.

Langit cerah ternyata bukan sekadar membuat malam terlihat lebih indah, tetapi juga dapat memengaruhi suhu di sekitar kita. Saat langit cerah, panas lebih mudah lepas ke atmosfer. Tanpa awan yang berfungsi seperti "selimut", suhu pada malam hari pun bisa turun lebih drastis. So, kamu lebih suka suasana malam yang dingin atau hangat, nih?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎

Related Article