Kenapa Luas Islandia Bertambah Setiap Tahunnya?

- Pembentukan Islandia menjadi faktor utama mengapa luas negara ini bertambah setiap tahunnya.
- Lempeng tektonik di bawah Islandia perlahan bergeser ke arah yang berlawanan.
- Adanya erosi membuat Islandia tetap berukuran sama meskipun bertambah luas.
Islandia adalah destinasi impian para penjelajah di seluruh dunia. Pulau di Samudra Atlantik ini terkenal karena pemandangannya yang sangat spektakuler. Dijuluki negeri api dan es karena gunung berapinya yang membara dan gletsernya yang dingin, Islandia punya keindahan alam yang tak tertandingi. Apalagi negara ini sangat menjaga alamnya.
Aurora Borealis sendiri terlihat di sepanjang tepi selatan Lingkaran Arktik. Jadi aurora yang menakjubkan ini terpancar di langit malam Islandia. Namun tahukah kamu kalau Islandia semakin besar setiap tahunnya, sebagaimana yang dikutip Iceland Magazine. Terlebih lagi, daratan yang masih muda dan aktif ini berkembang ke lebih dari satu arah, menjadi lebih lebar dan lebih tinggi karena daratannya memiliki lempeng tektonik dan bergerak ke arah atas. Hal itu membuat luas Islandia cenderung bertambah setiap tahun. Nah, bagaimana hal ini bisa terjadi?
1. Pembentukan Islandia menjadi faktor utama mengapa luas negara ini bertambah setiap tahunnya

Nah, untuk memahami kenapa pulau dengan luas 103.000 km² ini terus mengalami perubahan, kamu harus tahu bagaimana pulau ini terbentuk. Dikutip Live Science, Islandia terbentuk akibat lava panas yang naik dari Samudra Atlantik Utara sekitar 70 juta tahun yang lalu. Menurut teori ilmiah, lava tersebut naik dan mendingin selama puluhan juta tahun sebelum akhirnya menghasilkan kantung magma besar yang sekarang berada di bawah Islandia. Nah, kantung magma ini berfungsi sebagai fondasinya.
Ini berarti bahwa Islandia memiliki aktivitas vulkanik yang tinggi, dengan lebih dari 30 gunung berapi aktif yang diketahui pada tahun 2022. Tak hanya itu, negara ini terletak di atas dua lempeng tektonik yang bergeser. Lempeng-lempeng tersebut masih bergerak, menyebabkan Islandia perlahan-lahan meluas sekitar 2 cm setiap tahunnya.
2. Lempeng tektonik di bawah Islandia perlahan bergeser ke arah yang berlawanan

Dilansir Iceland Magazine, lempeng tektonik yang terletak di bawah Islandia perlahan tapi pasti saling menjauh. Proses ini menyebabkan magma menyembur dari inti bumi dan menciptakan daratan baru di sepanjang Punggungan Atlantik Utara, sehingga membuat Islandia sedikit lebih lebar. Jadi, pemisahan lempeng tektonik inilah yang justru menambah luas daratannya.
Survei Tanah Nasional Islandia menggunakan sistem titik untuk melacak pergeseran lempeng tektonik ini dan menganalisis bagaimana perubahan ini memengaruhi daratan Islandia. Perkiraan saat ini menunjukkan bahwa Islandia bertambah luas sekitar 2 cm per tahun.
3. Adanya erosi membuat Islandia tetap berukuran sama meskipun bertambah luas

Islandia mengalami erosi di sepanjang tepiannya dengan laju yang hampir sama dengan laju pertumbuhannya di bagian tengah. Ini berarti, meskipun Islandia bertambah luas karena lempeng-lempeng di bawahnya bergeser, tapi ukurannya juga tetap hampir sama, nih, setidaknya dalam hal lebar. Nah, gimana ya penjelasan lengkapnya.
The Guardian menjelaskan bahwa Islandia itu meluas ke luar dan juga bergeser ke atas (membuat daratan Islandia naik), berkat perubahan iklim. Ini bukan hasil dari pergeseran lempeng tektonik, melainkan disebabkan oleh pencairan lapisan es atau gletser di Islandia. Saat lapisan es raksasa ini mencair, daratan di bawahnya terbuka dan terbebas dari beban lapisan es yang berat. Inilah yang menyebabkan daratan bergerak ke atas (naik) sekitar 3,5 cm per tahun.
Namun, penelitian terbaru yang diterbitkan CNN mengungkapkan bahwa pengukuran GPS yang lebih baru di dekat gletser Vatnajökull menunjukkan tanah di daerah yang paling dekat dengan gletser naik sekitar 3,8 cm per tahun. Sementara itu, di daerah pesisir seperti Höfn, kenaikannya sekitar 1,7 cm per tahun. Meskipun itu adalah pergeseran bertahap dalam hal ukuran, mungkin lajunya jauh lebih cepat daripada yang diprediksi para ilmuwan, dan dampaknya adalah meningkatnya aktivitas vulkanik.
4. Perubahan iklim juga memengaruhi daratan Islandia

Perubahan iklim menyebabkan Islandia naik seperti permukaan laut, dan konsekuensi dari fenomena ini bisa sangat berbahaya. Berikut alasannya. Daratan yang tertutup es tebal tenggelam karena berat dan tekanan. Nah, ketika esnya mencair, daratan akan kembali naik.
Ahli geologi Richard Bennett membandingkan efek ini seperti mengangkat beban dari trampolin. Ia menyatakan, "Jika Anda menghilangkan bebannya, trampolin akan kembali ke bentuk datarnya yang semula."
Penjelasannya ini mungkin terdengar sepele, tapi mengingat Islandia sebagai rumah bagi banyak gunung berapi, hal ini justru ada dampak negatifnya. Nah, fenomena ini bisa meningkatkan aktivitas vulkanik karena batuan panas yang meleleh naik ke permukaan. Phys.org melaporkan bahwa fenomena serupa diyakini pernah terjadi menjelang akhir Zaman Es sebelumnya ketika laju erupsi meningkat 100 kali lipat dibandingkan dengan erupsi di awal periode glasial.
Kesimpulannya, Islandia mengalami kenaikan pada daratannya dan kehilangan daratan di sisi-sisinya. Itu sebabnya, pusat aktivitas vulkanik sangat rawan di negara ini. Hmm, apa kamu tertarik untuk mengunjungi Islandia sekali seumur hidup?


















