Ranu Kumbolo menjadi salah satu destinasi favorit para pendaki, terutama saat musim kemarau ketika cuaca cenderung cerah dan jalur pendakian lebih bersahabat. Namun, di balik langit biru dan pemandangan yang memukau, kawasan ini juga dikenal memiliki suhu udara yang jauh lebih dingin, terutama pada malam hingga menjelang pagi. Tak sedikit pendaki yang terkejut karena hawa dingin yang dirasakan bisa lebih ekstrem dibandingkan saat musim hujan.
Kondisi tersebut sebenarnya bukan terjadi tanpa alasan, melainkan dipengaruhi oleh sejumlah faktor alam yang saling berkaitan. Mulai dari kondisi atmosfer hingga karakteristik wilayah pegunungan, semuanya berperan dalam membentuk suhu di sekitar Ranu Kumbolo. Lantas, kenapa Ranu Kumbolo terasa lebih dingin saat musim kemarau? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!
