Kenapa Singa Banyak Tidur?

- Mengurangi panas: Singa tidur hingga 20 jam sehari untuk menghindari suhu panas savana Afrika dan menjaga energi untuk berburu.
- Untuk mencerna makanan: Sistem pencernaan singa membutuhkan waktu lama untuk mencerna daging, sehingga mereka butuh banyak istirahat setelah makan.
- Peran sosial dan reproduksi: Pola tidur singa dipengaruhi oleh dinamika kelompok, peran betina sebagai pemburu utama, dan pertumbuhan anak-anak singa.
Kalau kamu mengunjungi kebun binatang atau taman safari dan melihat singa, kamu pasti mendapati kucing besar ini sedang tertidur lelap. Ya, singa memang menghabiskan sekitar 20 jam sehari untuk tidur. Namun, ada alasan biologis dan ekologis yang sangat masuk akal. Bukan karena mereka pemalas, melainkan karena cara hidup sebagai predator puncak menuntut strategi energi yang sangat efisien.
Sebagai pemburu yang mengandalkan ledakan tenaga dalam waktu singkat, singa harus pintar mengatur stamina. Mereka tidak bisa membuang energi untuk aktivitas yang tidak perlu, apalagi di habitat panas seperti sabana Afrika. Karena itulah, tidur panjang menjadi bagian penting dari taktik bertahan hidup. Yuk, kita bahas kenapa kucing besar ini tidur sangat lama setiap harinya!
1. Mengurangi panas
Singa memang membutuhkan banyak istirahat, yaitu hingga 20 jam setiap hari. Mereka adalah hewan krepuskular, yang berarti sebagian besar aktif pada jam-jam sebelum fajar dan setelah senja. Habitat asli singa adalah savana Afrika yang terkenal luar biasa panas. Singa liar tidur siang selama jam-jam terpanas di siang hari sehingga mereka memiliki banyak energi untuk berburu dan bersosialisasi ketika suhu mulai turun.
Selain itu, singa juga memiliki sedikit kelenjar keringat. Jadi, agar tetap sejuk dan terhidrasi, mereka perlu beristirahat di siang hari.
2. Untuk mencerna makanan
Kamu sendiri pasti pernah merasa mengantuk setelah makan dalam jumlah banyak, terutama jika banyak makan daging. Bayangkan memakan zebra atau kerbau utuh, kulit, tulang, dan semuanya! Sebagai karnivora, sistem pencernaan singa membutuhkan usaha besar dan waktu yang signifikan untuk memproses sejumlah besar protein yang mereka konsumsi.
Sambil memecah nutrisi ini, mereka juga mengisi ulang energi hingga mereka lapar lagi. Singa makan setiap tiga atau empat hari. Namun, mereka dapat bertahan tanpa makanan selama lebih dari seminggu. Selama tidak ada makanan, singa menghemat energi dengan banyak tidur.
3. Peran sosial dan reproduksi

Dinamika kelompok juga memengaruhi pola tidur singa. Singa betina bertindak sebagai pemburu utama, mereka beristirahat bersama untuk menjalin ikatan dan menyusui anak-anaknya, menghemat energi kolektif.
Singa jantan berpatroli paling sedikit dan tidur paling banyak saat betina berburu. Meskipun begitu, semua berbagi hasil buruan untuk meminimalkan upaya individu. Anak-anak singa meniru perilaku singa dewasa, di mana mereka tidur lebih dari 20 jam untuk mendorong pertumbuhan yang cepat.
Di penangkaran, singa tidur sedikit lebih sedikit karena makanan yang selalu ada. Namun, tekanan di alam liar meningkatkan sifat ini. Pergeseran perilaku bisa terjadi saat pergantian musim, di mana saat bulan-bulan yang lebih dingin, aktivitas siang hari meningkat karena pola mangsa berubah.
4. Keuntungan atas mangsa
Singa biasanya memburu hewan herbivora. Hewan herbivora sendiri biasanya mulai beristirahat selama jam-jam yang lebih gelap dan lebih dingin. Dengan beristirahat selama jam-jam terpanas, singa memiliki keunggulan atas mangsanya, memiliki banyak energi untuk mengintai dan mengejar mangsa saat cuaca sedang dingin.
Seperti banyak spesies kucing, penglihatan singa juga meningkat dalam cahaya redup. Bahkan, sensitivitas singa terhadap cahaya enam kali lebih baik daripada manusia. Karenanya, lebih mudah bagi singa untuk menyergap mangsa di kegelapan.
5. Adaptasi habitat dan sensorik
Panasnya savana dan minimnya tempat berteduh membuat singa lebih sering tidur siang di bawah pohon akasia atau di atas batu besar, karena tempat yang agak tinggi memberi angin sepoi-sepoi dan sudut pandang yang luas untuk mengawasi sekitar. Mata singa punya banyak sel penglihatan yang peka terhadap cahaya redup, jadi mereka justru lebih aktif setelah matahari terbenam. Itulah sebabnya di siang hari mereka terlihat lebih banyak tidur. Berbeda dengan predator yang benar-benar nokturnal, fleksibilitas ini justru membuat singa lebih sukses saat berburu.
Mengetahui mengapa singa banyak tidur memberi kita pemahaman tentang bagaimana mereka bertahan hidup di alam liar. Jadi, lain kali kamu mengunjungi kebun binatang dan melihat singa sedang tidur, kamu akan tahu bahwa itu bukan karena mereka malas. Itu adalah bagian penting dari strategi bertahan hidup bawaan mereka.
Referensi
A-Z Animals. Diakses pada Januari 2026. Are Lions Nocturnal Or Diurnal? Their Sleep Behavior Explained
Mudtrotters. Diakses pada Januari 2026. Why Do Lions Sleep So Much?
The Lion Inside. Diakses pada Januari 2026. Why Do Lions Sleep So Much?


















