Bulan puasa selalu membawa perubahan ritme dalam rumah, mulai dari jam bangun, waktu makan, hingga suasana dapur yang lebih ramai saat sahur dan berbuka. Di tengah perubahan itu, banyak pemilik kucing bertanya-tanya apakah si meong di rumah juga bisa “menyesuaikan diri” dengan pola makan manusia yang berpuasa? Pertanyaan ini terdengar sederhana, tapi jawabannya tidak sesimpel ikut-ikutan sahur kemudian menunggu azan magrib.
Sebagai hewan karnivora sejati, kucing punya sistem metabolisme yang dirancang untuk asupan protein hewani rutin. Tubuhnya tidak bereaksi sama dengan tubuh manusia yang sanggup beradaptasi terhadap pola makan intermittent fasting. Jadi, sebelum ikut menggeser jadwal makan si kucing demi “biar barengan”, ada baiknya pahami terlebih dahulu fakta ilmiah mengenai apakah kucing bisa mengikuti pola makan manusia saat puasa.
