ilustrasi kucing (pexels.com/Jimmy Chan)
Memiringkan kepala sesekali ketika mendengar suara umumnya merupakan perilaku normal. Kucing bisa melakukan gerakan tersebut karena tertarik pada bunyi baru atau sedang mencoba menentukan sumber suara. Setelah tidak lagi tertarik dengan rangsangan tersebut, posisi kepalanya biasanya kembali seperti semula. Namun, kondisi berbeda perlu diperhatikan jika kepala kucing terus berada dalam posisi miring, termasuk ketika tidak ada suara yang sedang menarik perhatiannya. Kepala yang menetap pada satu sisi dapat berkaitan dengan gangguan pada telinga bagian dalam atau sistem vestibular, yaitu bagian tubuh yang berperan dalam menjaga keseimbangan dan posisi tubuh.
Biasanya terdapat tanda lain jika kemiringan kepala berkaitan dengan gangguan kesehatan, seperti berjalan sempoyongan, sulit berdiri, sering jatuh, berputar ke satu arah, atau gerakan mata yang tidak biasa. Jika kondisi tersebut muncul dan tidak kunjung membaik, pemeriksaan dokter hewan diperlukan untuk mengetahui penyebabnya. Jadi, kepala miring ketika mendengar suara memang bisa menjadi salah satu tingkah kucing yang menggemaskan, tetapi kemiringan kepala yang terus-menerus perlu mendapat perhatian lebih.
Kebiasaan kucing memiringkan kepala saat mendengar suara menunjukkan betapa banyak informasi yang bisa mereka tangkap hanya dari sebuah suara. Gerakan kecil tersebut merupakan bagian dari cara kucing mengenali lingkungan sekaligus menentukan apa yang sedang menarik perhatiannya. Jadi, kalau kucing tiba-tiba memiringkan kepala saat kamu memanggilnya, jangan heran kalau sebenarnya ia sedang berusaha memahami apa yang baru saja didengarnya.