Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Fakta Masjid Juma Derbent, Simbol Toleransi Muslim di Rusia
Masjid Juma Derbent, yang terletak di Republik Dagestan, Rusia. (commons.wikimedia.org/Сулим Кудусов)
  • Masjid Juma Derbent dibangun pada tahun 733 dan menjadi masjid tertua di Rusia serta kawasan CIS, mencerminkan sejarah panjang masuknya Islam ke wilayah Kaukasus.
  • Pernah dialihfungsikan sebagai penjara era Soviet, masjid ini kini kembali aktif sebagai pusat ibadah dan simbol toleransi antara komunitas Syiah dan Sunni di Dagestan.
  • Diakui UNESCO sejak 2003, Masjid Juma Derbent berdiri sebagai situs warisan dunia yang memadukan nilai sejarah, arsitektur megah, serta semangat keberagaman masyarakat Derbent.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Rusia adalah negara terbesar di dunia yang membentang luas dari ujung timur Eropa hingga utara Asia. Di balik bentang alamnya yang megah, negara dengan populasi sekitar 145 juta jiwa ini menyimpan keberagaman budaya dan agama yang sangat kaya. Menariknya, Islam telah lama tumbuh menjadi agama terbesar kedua di Rusia, dengan jumlah pemeluk yang kini diperkirakan mencapai 16–20 juta orang.

Selain keindahan alam dan kemajuan teknologinya, Rusia juga memiliki deretan bangunan populer yang mendunia, mulai dari kemegahan Lapangan Merah hingga situs-situs bersejarah yang diakui UNESCO. Salah satu yang paling istimewa adalah Masjid Juma di Derbent, sebuah bangunan yang bukan sekadar tempat ibadah, melainkan saksi bisu awal mula masuknya Islam di wilayah Kaukasus lebih dari 1.300 tahun yang lalu.

Lantas, bagaimana sebuah masjid tetap berdiri kokoh sejak abad ke-8 di tengah perubahan zaman yang begitu drastis? Mari kita jelajahi lebih dalam sejarah dan fakta unik di balik Masjid Juma Derbent dalam artikel berikut ini!

1. Masjid tertua di Rusia dan CIS

Bagian dalam Masjid Juma di Derbent, Dagestan, Rusia. (commons.wikimedia.org/Legioner2016)

Masjid Juma Derbent, yang juga dikenal sebagai Masjid Katedral Derbent, didirikan pada tahun 733 atas perintah Maslamah bin Abdul-Malik, seorang panglima besar dari Timur Tengah. Pada awalnya, kota Derbent membangun satu masjid kecil di setiap tujuh lingkungannya, tetapi Masjid Juma ini dibangun dengan ukuran yang jauh lebih besar sebagai pusat pelaksanaan salat Jumat berjamaah. Keberadaan masjid tertua di Rusia dan CIS (wilayah eks-Uni Soviet) ini sangat istimewa karena merupakan salah satu masjid Syiah bersejarah di Rusia, selain Masjid Inam yang ada di Moskow.

Seiring berjalannya waktu, kompleks masjid ini terus berkembang dan mengalami berbagai renovasi penting. Setelah sempat rusak akibat gempa bumi, masjid ini dipugar pada tahun 1368 oleh seorang arsitek dari Baku, dan pembangunan fasilitas madrasah dimulai pada abad ke-15. Proses perluasan dan penyempurnaan seluruh kompleks masjid ini akhirnya rampung sepenuhnya pada tahun 1815, serta menjadikannya pusat pendidikan dan ibadah yang kokoh hingga saat ini.

2. Pernah dialihfungsikan menjadi penjara kota

Masjid Juma Derbent yang terletak di Derbent, Republik Dagestan, Rusia. (commons.wikimedia.org/Alfredovic)

Pada era 1930-an, Masjid Juma sempat ditutup akibat kampanye ateisme Uni Soviet dan dialihfungsikan menjadi penjara kota hingga tahun 1943. Namun, melalui keputusan resmi dari Moskow, bangunan ini akhirnya dikembalikan fungsinya sebagai tempat ibadah. Sejak saat itu, masjid ini menjadi pusat spiritual terbesar di Kaukasus Utara dan satu-satunya masjid di Dagestan Selatan yang aktif, sehingga umat Muslim dari berbagai wilayah datang ke sini untuk melaksanakan salat Jumat berjamaah.

Meskipun secara historis merupakan masjid Syiah, Masjid Juma Derbent menjadi simbol toleransi yang unik karena komunitas Sunni juga diperbolehkan beribadah di sana secara terpisah. Kedua komunitas ini bahkan memiliki imam masing-masing untuk melayani jemaahnya. Untuk menjaga kelestarian bangunan bersejarah ini, pemerintah melakukan restorasi besar-besaran pada tahun 2015 bertepatan dengan perayaan ulang tahun kota Derbent yang ke-2000.

3. Memiliki arsitektur yang unik

Bagian dalam Masjid Juma di Derbent, Rusia. (commons.wikimedia.org/N ocheva)

Kompleks Masjid Juma merupakan bangunan terbesar di kota Derbent pada masa pembangunannya sekitar tahun 733 Masehi. Kompleks ini dirancang dengan sangat lengkap, mencakup bangunan masjid utama, fasilitas madrasah untuk belajar, hingga tempat tinggal bagi para ulama. Secara fisik, masjid ini memiliki ukuran yang sangat luas, yakni panjang 68 meter dan lebar 28 meter, dengan kubah megah yang menjulang setinggi 17 meter.

Bagian dalam masjid didesain dengan arsitektur yang kokoh dan elegan, terdiri dari tiga lorong utama yang dipisahkan oleh deretan pilar persegi yang kuat. Lorong tengah sengaja dibuat lebih lebar dibandingkan dengan lorong di sisi sampingnya untuk memberikan kesan lapang dan khidmat. Selain itu, terdapat lengkungan-lengkungan cantik di antara pilar tersebut yang menambah keindahan nuansa klasik di dalam ruang doa.

4. Ada pohon Platanus yang legendaris

Pohon platanus oriental (Platanus orientalis) besar dan kuno yang terletak di depan Masjid Juma di Derbent, Rusia. (commons.wikimedia.org/Sulim Kudusov)

Di halaman dalam Masjid Juma yang berukuran 55 x 45 meter, tumbuh empat pohon Platanus raksasa yang sangat legendaris dan diperkirakan telah berusia lebih dari 2.000 tahun. Menurut kisah turun-temurun, pohon-pohon kuno ini ditanam oleh seorang sufi ternama asal Persia, Al-Junaid al-Baghdadi, pada abad ke-9. Kehadiran pohon-pohon ini bukan sekadar penghijauan, melainkan bagian tak terpisahkan dari sejarah spiritual dan identitas masjid yang sangat dihormati oleh penduduk setempat.

Secara alami, pohon-pohon ini berfungsi sebagai pelindung fisik bagi bangunan masjid dari berbagai fenomena alam yang membahayakan. Akar-akarnya yang besar dan kuat berfungsi menyerap kelembapan tanah serta mencengkeram bumi dengan sangat kokoh, sehingga mampu melindungi struktur masjid dari risiko kerusakan akibat gempa bumi. Sejak tahun 2012, pohon-pohon tersebut telah ditetapkan sebagai Monumen Alam Nasional Rusia yang dilindungi secara resmi oleh pemerintah Rusia karena nilai sejarah dan keberadaannya yang tak terpisahkan dari identitas masjid tersebut.

5. Bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO

Masjid Juma Derbent yang terletak di Derbent, Republik Dagestan, Rusia. (commons.wikimedia.org/Moneycantbuy)

Masjid Juma di Derbent memiliki nilai sejarah, budaya, dan arsitektur yang sangat luar biasa sehingga diakui sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO sejak tahun 2003. Pengakuan internasional ini mencakup satu kesatuan dengan benteng kuno dan kawasan kota tua Derbent. Keberadaannya dianggap sebagai aset penting yang harus dijaga karena menjadi saksi bisu perjalanan peradaban manusia di wilayah tersebut selama lebih dari seribu tahun.

Selain pengakuan dunia, masjid ini juga ditetapkan sebagai cagar budaya resmi oleh Pemerintah Rusia untuk menjamin kelestariannya. Upaya perlindungan ini bahkan mendapat dukungan dari Pemerintah Iran, yang menunjukkan betapa pentingnya Masjid Juma sebagai simbol warisan lintas negara. Dengan status hukum yang kuat ini, kemegahan dan keaslian bangunan masjid tetap terjaga dengan baik hingga generasi mendatang.

6. Simbol toleransi dan keberagaman

Masjid Juma Derbent yang terletak di Derbent, Republik Dagestan, Rusia. (commons.wikimedia.org/Сулим Кудусов)

Derbent dikenal sebagai kota tertua di Rusia yang menjadi simbol nyata keharmonisan antarumat beragama dan etnis selama berabad-abad. Meskipun merupakan pintu masuk pertama Islam ke Rusia pada tahun 642 M, kota di wilayah Dagestan ini juga menjadi rumah bagi komunitas Yahudi dan Kristen yang hidup berdampingan dengan damai. Keunikan ini terlihat dari letak masjid, sinagoga, dan gereja yang sering kali berdekatan, mencerminkan semangat toleransi yang telah mendarah daging dalam sejarah panjang kota ini sebagai jembatan budaya antara Timur dan Barat.

Sebagai kota kosmopolitan, Derbent dihuni oleh beragam suku bangsa seperti Lezgin, Azerbaijan, Tabasaran, hingga etnis Rusia yang saling menghargai satu sama lain. Keberagaman etnis dan agama yang terjaga dengan baik ini membuat Derbent diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2003. Warisan budaya yang kaya ini membuktikan bahwa perbedaan latar belakang bukanlah penghalang bagi penduduknya untuk membangun koeksistensi damai, menjadikan Derbent sebagai contoh istimewa tentang toleransi di kawasan Kaukasus.

7. Pusat spiritual sekaligus situs bersejarah

Masjid Juma Derbent yang terletak di Derbent, Republik Dagestan, Rusia. (commons.wikimedia.org/Legioner2016)

Saat ini, Masjid Juma Derbent berdiri kokoh sebagai pusat spiritual yang sangat aktif sekaligus situs bersejarah yang dilindungi secara internasional. Masjid ini tetap berfungsi sebagai tempat ibadah harian yang unik, karena menjadi simbol kerukunan bagi komunitas Syiah dan Sunni yang beribadah bersama dengan imamnya masing-masing. Setelah menjalani proses pemugaran besar-besaran sejak tahun 2019, bangunan ini kini tampil lebih kuat namun tetap mempertahankan keaslian arsitektur khas abad ke-8 yang memukau.

Selain menjadi tempat ibadah, Masjid Juma kini telah ditetapkan sebagai objek wisata religi strategis di Rusia. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkenalkan kekayaan sejarah Islam di kawasan Kaukasus Utara kepada dunia. Dengan statusnya yang terjaga dengan baik, masjid ini bukan hanya sekadar monumen masa lalu, melainkan jantung kehidupan sosial dan religi yang terus berdenyut bagi masyarakat Rusia hingga saat ini.

Masjid Juma di Derbent adalah simbol ketangguhan iman dan bukti nyata bahwa keberagaman etnis serta agama dapat hidup berdampingan dengan damai selama ribuan tahun. Semoga kisah dari masjid ini dapat menginspirasi kita semua tentang pentingnya menjaga toleransi dan merawat warisan sejarah demi masa depan yang lebih harmonis.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team