Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mengapa Lumba-lumba Tidur dengan Satu Mata Terbuka?

Mengapa Lumba-lumba Tidur dengan Satu Mata Terbuka?
ilustrasi lumba-lumba (pexels.com/HAMID ELBAZ)
Intinya Sih
  • Lumba-lumba memiliki pola tidur unik bernama unihemispheric sleep, di mana hanya separuh otak yang tertidur sementara separuh lainnya tetap waspada untuk menjaga keselamatan.
  • Tidur dengan satu mata terbuka membantu lumba-lumba tetap bernapas di permukaan air dan menghindari predator seperti hiu atau paus selama beristirahat.
  • Lumba-lumba dapat tidur sambil mengapung atau berenang perlahan, bergantian menggunakan sisi otaknya agar tetap sadar tanpa kehilangan waktu istirahat penting.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Lumba-lumba adalah mamalia yang cerdas dan menakjubkan, bukan hanya karena cara mereka bermain dan berkomunikasi, tetapi juga karena cara mereka tidur yang sangat unik. Kemampuan mereka untuk beristirahat dengan separuh otak yang masih terjaga, tidur dengan satu mata terbuka, dan tidur dengan tubuh yang tetap bergerak di perairan adalah salah satu rancangan alam yang paling cerdas.

Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam seputar pola tidur lumba-lumba dan benarkah lumba-lumba tidur dengan satu mata terbuka? Berikut penjelasannya!

Lumba-lumba tidur dengan satu mata terbuka

Lumba-lumba
Lumba-lumba (pexels.com/Pexels User)

Tidur lumba-lumba dengan satu mata yang terbuka dikenal dengan istilah unihemispheric sleep. Istilah tersebut merujuk pada kondisi di mana hanya separuh otak lumba-lumba yang tertidur nyenyak, sementara separuh lainnya tetap waspada. 

Bagian otak yang tertidur ini kemudian bergantian dengan bagian yang waspada, sehingga lumba-lumba bisa mendapatkan istirahat meskipun tidak sepenuhnya. 

Lumba-lumba berevolusi dengan pola tidur unihemispheric karena untuk menjaga kewaspadaan terhadap bahaya. Selama tidur, lumba-lumba harus tetap waspada terhadap ancaman predator seperti hiu dan paus. 

Tidur dengan satu mata terbuka juga membantu lumba-lumba mengatur pernapasan. Berbeda dengan ikan yang dapat menyerap oksigen terlarut dalam air melalui insang, lumba-lumba adalah mamalia sejati, jadi mereka harus naik ke permukaan untuk bernapas secara teratur. 

Tidur lumba-lumba termasuk tidur ringan. Mereka tidak membutuhkan waktu lama seperti manusia. Umumnya, mamalia yang satu ini hanya membutuhkan beberapa menit hingga beberapa jam dalam sehari, tergantung pada kebutuhan dan situasi.

Lumba-lumba Tidur dengan Setengah Otaknya

Lumba-lumba
Lumba-lumba (pexels.com/India Owens)

Lumba-lumba tidur hanya dengan setengah otaknya pada satu waktu, yang memberi mereka kemampuan luar biasa untuk tetap waspada secara konstan setidaknya selama 15 hari berturut-turut.

Bahkan dalam kondisi yang tampaknya kurang tidur ini, mamalia air ini dapat melakukan tugasnya dengan akurasi hampir sempurna saat menggunakan ekolokasi untuk mengidentifikasi target dan memantau lingkungannya.

Lumba-lumba hanya mengizinkan satu bagian otaknya untuk tidur pada satu waktu. Sedangkan, bagian lainnya harus tetap aktif waspada agar lumba-lumba dapat terus bernapas dan mengawasi lingkungannya dari bahaya presator.

Jenis tidur ini disebut tidur unihemisferik karena hanya satu belahan otak yang tidur pada satu waktu. Lumba-lumba secara bergantian menggunakan bagian otak mana yang tidur secara berkala agar mereka dapat beristirahat yang dibutuhkan tanpa pernah kehilangan kesadaran.

Lumba-lumba bisa tidur sambil berenang

Lumba-lumba
Lumba-lumba (unsplash.com/Thomas)

Saat tidur, lumba-lumba biasanya berbaring di permukaan air tanpa bergerak. Hal ini memberi mereka akses ke permukaan air, tempat mereka dapat bernapas. Kebiasaan ini disebut sebagai 'berbaring di kayu gelondongan'. Hal ini dikarenakan lumba-lumba terlihat menyerupai kayu gelondongan saat mengapung di permukaan.

Saat berada di perairan dangkal, mereka mungkin tidur di dasar laut karena terasa lebih nyaman bagi tubuh. Kemudian, ketika mereka perlu bernapas, lumba-lumba akan menempuh jarak pendek ke permukaan air. 

Bahkan, terkadang lumba-lumba akan terus berenang sementara separuh otaknya istirahat. Lumba-lumba jantan dewasa biasanya berpergian berpasangan, sehingga mereka berenang berdampingan saat tidur. Lumba-lumba betina berpergian dalam kelompok besar, tidur di area yang sama atau berpasangan. 

Sebagai penutup, lumba-lumba memiliki pola tidur yang fleksibel dan beradaptasi dengan lingkungan. Di laut dalam, lumba-lumba tidur dengan menggunakan mode unihemispheric demi menjaga lingkungan dari ancaman predator.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Science

See More