Abu vulkanik menjadi salah satu material yang dapat dilepaskan gunung api ketika mengalami erupsi eksplosif. Meski disebut "abu", material ini berbeda dari abu sisa pembakaran karena tersusun dari pecahan batuan, mineral, dan kaca vulkanik berukuran sangat kecil, dengan diameter kurang dari 2 milimeter.
Ukurannya yang kecil membuat abu vulkanik dapat terbawa angin jauh dari sumber erupsi. Material yang awalnya naik bersama uap air dan gas panas dalam kolom erupsi dapat membentuk plume atau awan abu, kemudian bergerak mengikuti angin sebelum akhirnya jatuh dan menutupi permukaan di wilayah yang bahkan berada jauh dari gunung api.
Dampaknya pun tidak terbatas pada kawasan di sekitar kawah. Abu vulkanik dapat mengganggu kesehatan, penerbangan, transportasi darat, pasokan air, pertanian, sistem kelistrikan, telekomunikasi, hingga mesin dan perangkat elektronik, menjadikannya salah satu produk erupsi yang bisa memberikan dampak luas meski ukuran setiap partikelnya sangat kecil.
