Potret Bulan diambil dari misi Artemis II. (dok. NASA)
Artemis II menjadi misi terbaru dalam program Artemis yang dijalankan oleh NASA sebagai langkah lanjutan eksplorasi manusia ke Bulan. Misi ini berlangsung pada April 2026 dengan durasi sekitar 10 hari dan membawa empat astronaut, yaitu Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen. Berbeda dengan misi Apollo 11 yang mendarat di Bulan, Artemis II hanya mengelilingi Bulan dalam perjalanan lunar flyby.
Para astronaut menggunakan wahana Orion yang didukung roket Space Launch System (SLS), teknologi yang jauh lebih canggih dibandingkan era Apollo. Sistem ini memungkinkan perjalanan yang lebih aman sekaligus menjangkau jarak yang lebih jauh dari Bumi. Dalam misinya, Artemis II mencetak sejarah dengan mencapai jarak sekitar 252 ribu mil atau lebih dari 400 ribu kilometer dari Bumi saat melintasi sisi jauh Bulan.
Capaian tersebut melampaui rekor misi Apollo sebelumnya, seperti Apollo 13 yang sempat menjadi perjalanan manusia terjauh. Keberhasilan ini tidak hanya menunjukkan kemajuan teknologi, tetapi juga menandai kembalinya manusia menjelajahi ruang angkasa dalam skala yang lebih ambisius. Dengan pencapaian tersebut, Artemis II membuka babak baru dalam eksplorasi Bulan pada era modern.
Artemis II menjadi awal dari babak baru eksplorasi manusia ke ruang angkasa yang lebih jauh dan ambisius. Setelah lebih dari 50 tahun sejak era Apollo, misi ini menandai kembalinya manusia menjelajahi wilayah sekitar Bulan dengan teknologi yang jauh lebih maju. Menurutmu, sejauh apa manusia akan melangkah pada misi berikutnya?