5 Fakta Rainbow Bee Eater, Burung yang Gemar Bersarang di Dalam Tanah

- Rainbow bee-eater adalah satu-satunya burung pemakan lebah di Australia, berkerabat dekat dengan European bee-eater dan memiliki ciri fisik unik tanpa subspesies resmi.
- Burung ini dikenal dengan warna bulu cerah seperti hijau, biru muda, dan kuning keemasan serta kebiasaan berburu serangga di udara sambil menghilangkan sengat sebelum dimakan.
- Spesies ini bersarang di dalam tanah dengan lubang hingga 90 sentimeter dan bermigrasi setiap tahun dari Australia selatan menuju Papua Nugini, Indonesia timur, hingga Kepulauan Solomon.
Burung rainbow bee-eater (Merops ornatus) merupakan satu-satunya anggota keluarga Meropidae atau burung pemakan lebah yang dapat ditemukan di Australia. Burung ini dikenal memiliki kombinasi warna bulu yang beragam serta kemampuan berburu yang sangat terampil di udara.
Selain penampilannya yang menarik, burung ini memiliki berbagai karakteristik unik mulai dari cara bermigrasi lintas benua, sistem bersarang di dalam tanah, hingga strategi mengolah makanan sebelum ditelan. Berikut adalah lima fakta mengenai burung rainbow bee-eater yang penting untuk diketahui.
1. Satu-satunya kelompok burung pemakan lebah di Australia

Rainbow bee-eater menjadi satu-satunya jenis burung dari keluarga Meropidae yang hidup di Australia. Meskipun kelompok burung ini banyak tersebar di Eropa, Afrika, dan Asia, hanya spesies Merops ornatus yang berhasil tinggal di daratan Australia. Hal ini menjadikannya subjek penting dalam studi penyebaran geografis burung.
Spesies ini bersifat monotypic, yang berarti tidak memiliki subspesies resmi yang diakui. Berdasarkan analisis genetik, burung ini berkerabat dekat dengan European bee-eater (Merops apiaster), meskipun bentuk fisiknya lebih mirip dengan olive bee-eater (Merops superciliosus) dari Afrika.
2. Warna bulu tubuh yang beragam

Sesuai dengan namanya, burung ini memiliki kombinasi warna bulu yang bervariasi. Bagian badannya didominasi warna hijau, bagian belakang dekat ekor berwarna biru muda, dan bagian atas kepala berwarna kuning keemasan. Pada bagian mata terdapat garis hitam tebal, sedangkan bagian bawah sayap berwarna jingga terang.
Burung dewasa memiliki panjang tubuh sekitar 23 hingga 28 cm termasuk bulu ekor, dengan berat antara 20 sampai 33 gram. Burung jantan dapat dibedakan dari burung betina melalui bulu ekor tengah yang berukuran lebih panjang. Sementara itu, burung yang masih muda memiliki warna yang lebih kusam.
3. Cara berburu serangga yang cerdik

Makanan utama burung ini adalah lebah madu Eropa (Apis mellifera), yang mencapai 94 persen dari total konsumsinya. Selain lebah, mereka juga memakan capung, kumbang, kupu-kupu, dan ngengat. Burung ini berburu dengan cara bertengger di ranting pohon atau kabel listrik, lalu terbang dengan cepat untuk menangkap serangga di udara.
Sebelum memakan lebah atau tawon, burung ini akan melakukan kebiasaan menggosok lebah. Mereka akan memukulkan serangga tersebut ke permukaan keras, lalu menggosokkan bagian ekor serangga ke ranting untuk membuang sengat serta racunnya. Cara ini dilakukan agar mereka aman dari sengatan saat menelan mangsa.
4. Kebiasaan membuat sarang di dalam tanah

Berbeda dengan sebagian besar burung yang membuat sarang di pohon, rainbow bee-eater memilih untuk bersarang di dalam tanah. Burung jantan dan betina akan bekerja sama menggali lubang sepanjang 90 sentimeter pada tanah datar, tebing berpasir, atau di tepi jalan.
Di ujung lubang tersebut, burung betina akan mengeluarkan 2 sampai 8 butir telur langsung di atas tanah tanpa alas tambahan. Proses pengeraman telur berlangsung selama 25 hari, dan anak burung akan mulai belajar terbang setelah berumur sekitar 28 hari. Sarang di dalam tanah ini berfungsi melindungi mereka dari cuaca buruk, meskipun tetap rawan terkena banjir.
5. Rute perjalanan migrasi antarnegara

Rainbow bee-eater merupakan jenis burung migran yang berpindah tempat setiap tahun. Kelompok burung yang berkembang biak di Australia bagian selatan akan terbang ke wilayah utara saat memasuki musim dingin. Tujuan utamanya adalah Papua Nugini dan wilayah Queensland utara.
Sebagian kelompok burung ini juga melanjutkan perjalanan hingga ke wilayah Indonesia bagian timur, Sulawesi, dan Kepulauan Solomon. Mereka berpindah dalam kelompok besar dan mampu terbang melewati kawasan pegunungan tinggi. Burung-burung ini biasanya akan kembali ke habitat asal mereka di Australia pada bulan September hingga Oktober.


















