Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Johnson Space Center, Tempat Astronaut NASA Berlatih

5 Fakta Johnson Space Center, Tempat Astronaut NASA Berlatih
gerbang utama Johnson Space Center di Houston, Texas. (commons.wikimedia.org/Robert Markowitz)
Intinya Sih
  • Johnson Space Center di Houston dibangun tahun 1960-an untuk mendukung ambisi Amerika mendarat di Bulan, menjadi pusat pelatihan astronaut dan pengawasan misi luar angkasa NASA.
  • Fasilitas unggulannya meliputi kolam latihan raksasa Neutral Buoyancy Laboratory serta laboratorium makanan antariksa yang menyiapkan menu khusus bagi astronaut selama berada di orbit.
  • Ruang kontrol legendaris Christopher C. Kraft Jr. Mission Control Center memantau misi NASA, termasuk peristiwa bersejarah Apollo 13 dengan kalimat ikonik 'Houston, we’ve had a problem.'
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Pernahkah kamu membayangkan bagaimana para astronaut NASA mempersiapkan diri sebelum pergi ke luar angkasa? Di balik misi-misi besar yang sering ditampilkan di televisi, ada sebuah tempat bernama Johnson Space Center yang menjadi pusat pelatihan dan berbagai aktivitas penting milik NASA. Tempat ini bahkan sering disebut sebagai “rumah” bagi para astronaut NASA.

Johnson Space Center bukan hanya identik dengan astronaut dan roket, tetapi juga menyimpan banyak hal unik, mulai dari kolam latihan raksasa hingga ruang kontrol misi yang legendaris. Yuk, simak lima fakta tentang Johnson Space Center berikut ini.

1. Dibangun saat Amerika sedang berlomba ke Bulan

salah satu gedung di kompleks Manned Spacecraft Center.
salah satu gedung di kompleks Manned Spacecraft Center. (commons.wikimedia.org/NASA)

Johnson Space Center lahir dari ambisi besar Amerika Serikat untuk mengirim manusia ke Bulan. Pada September 1961, beberapa bulan setelah Presiden John F. Kennedy mengumumkan target pendaratan manusia di Bulan sebelum akhir dekade 1960-an, NASA memilih Houston sebagai lokasi pusat penerbangan antariksa baru untuk mendukung misi tersebut.

Saat mulai digunakan pada tahun 1964, tempat ini masih bernama Manned Spacecraft Center sebelum akhirnya berganti menjadi Johnson Space Center. Sejak awal, tempat ini digunakan untuk merancang pesawat luar angkasa, melatih astronaut, dan mengawasi jalannya misi dari ruang kontrol. Menariknya, kawasan JSC dulunya merupakan area peternakan dan hingga sekarang suasana khas Texas masih terasa dengan adanya sapi Longhorn di sekitar kompleksnya.

2. Astronaut NASA berlatih di kolam renang raksasa

astronaut NASA berlatih simulasi spacewalk di Neutral Buoyancy Laboratory.
astronaut NASA berlatih simulasi spacewalk di Neutral Buoyancy Laboratory. (commons.wikimedia.org/NASA Hubble Space Telescope)

Untuk melatih astronaut menghadapi kondisi tanpa gravitasi, NASA menggunakan kolam renang indoor raksasa bernama Neutral Buoyancy Laboratory di Johnson Space Center. Kolam ini memiliki panjang sekitar 61 meter dan kedalaman lebih dari 12 meter, sehingga menjadi salah satu kolam pelatihan terbesar milik NASA. Di tempat ini, para astronaut berlatih melakukan spacewalk dengan kondisi yang dibuat mirip seperti berada di luar angkasa.

Selama latihan, para astronaut didampingi penyelam profesional yang membantu mengatur peralatan sekaligus menjaga keselamatan mereka di dalam air. Fasilitas ini juga dilengkapi ruang kontrol, kamera bawah air, dan ruang medis untuk mendukung proses latihan sebelum astronaut menjalankan misi mereka.

3. NASA punya laboratorium khusus untuk makanan astronaut

Space Food Systems Laboratory bertugas mengembangkan makanan untuk para astronaut NASA.
Space Food Systems Laboratory bertugas mengembangkan makanan untuk para astronaut NASA. (commons.wikimedia.org/Robert Markowitz)

Di Johnson Space Center, NASA memiliki laboratorium khusus bernama Space Food Systems Laboratory yang bertugas mengembangkan makanan untuk para astronaut. Tempat ini digunakan untuk menyiapkan menu, menguji kualitas makanan, hingga merancang kemasan khusus agar makanan tetap aman dikonsumsi selama berada di luar angkasa.

Makanan astronaut tidak hanya harus bergizi, tetapi juga tahan lama dan tetap enak dimakan di kondisi tanpa gravitasi. Karena itu, beberapa makanan dibuat dalam bentuk kering atau dikemas khusus agar lebih praktis saat digunakan di orbit. Menariknya, minuman Tang yang identik dengan NASA juga masih digunakan oleh para astronaut di International Space Station hingga sekarang.

4. Memiliki ruang kontrol misi paling terkenal di dunia

Mission Control menjadi pusat pemantauan berbagai misi luar angkasa NASA.
Mission Control menjadi pusat pemantauan berbagai misi luar angkasa NASA. (commons.wikimedia.org/Robert Markowitz)

Johnson Space Center juga dikenal sebagai rumah bagi Christopher C. Kraft Jr. Mission Control Center, salah satu ruang kontrol misi paling terkenal di dunia. Tempat ini menjadi pusat pemantauan berbagai misi luar angkasa NASA dan beroperasi selama 24 jam tanpa henti untuk mengawasi aktivitas astronaut di luar angkasa.

Dari ruangan inilah tim NASA memantau kondisi International Space Station, mengatur jadwal misi, hingga berkomunikasi langsung dengan para astronaut. Mission Control juga berperan penting dalam persiapan berbagai misi besar NASA, termasuk program Artemis yang dirancang untuk membawa manusia kembali ke Bulan.

5. Tempat lahirnya kalimat “Houston, we’ve had a problem”

tim Mission Control NASA saat menangani krisis Apollo 13 pada tahun 1970.
tim Mission Control NASA saat menangani krisis Apollo 13 pada tahun 1970. (commons.wikimedia.org/NASA Johnson Space Center)

Ruang kontrol di Johnson Space Center juga menjadi tempat lahirnya kalimat terkenal, “Houston, we’ve had a problem.” Kalimat ini muncul saat misi Apollo 13 mengalami masalah serius pada tahun 1970. Saat itu, para astronaut mendengar ledakan kecil di dalam pesawat luar angkasa dan segera melaporkan kondisi darurat tersebut ke tim Mission Control di Houston.

Awalnya, baik kru Apollo 13 maupun tim di Bumi belum mengetahui apa penyebab masalah tersebut. Namun setelah diperiksa, pesawat ternyata mengalami kerusakan pada sistem oksigen dan listrik yang membuat misi pendaratan di Bulan harus dibatalkan. Dari ruang kontrol di Houston, tim NASA kemudian bekerja tanpa henti untuk membantu para astronaut kembali ke Bumi dengan selamat. Kalimat “Houston, we’ve had a problem” pun akhirnya menjadi salah satu kutipan paling terkenal dalam sejarah eksplorasi luar angkasa.

Dari pusat pelatihan astronaut hingga ruang kontrol misi legendaris, Johnson Space Center memiliki peran besar dalam perjalanan manusia menjelajahi luar angkasa. Berbagai fasilitas dan sejarah yang dimilikinya menunjukkan bahwa tempat ini bukan sekadar markas NASA biasa, melainkan salah satu pusat penting di balik banyak misi luar angkasa bersejarah dunia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna

Related Articles

See More