Bagi banyak warga Palestina, al-Nakba tidak hanya merujuk pada pengusiran paksa dari tahun 1947 hingga 1949, tetapi juga membangkitkan seluruh sejarah pengusiran paksa warga Palestina, yang masih terjadi hingga hari ini. Pengusiran paksa warga Palestina terjadi bahkan selama penjajahan Inggris. Jadi, antara tahun 1936 hingga 1939, otoritas Inggris menghancurkan hingga 5.000 rumah warga Palestina.
Sejak awal, proyek Zionis berupaya menciptakan sebuah negara melalui kolonialisme. Hal ini terlihat jelas lewat organisasi-organisasinya seperti Palestine Jewish Colonization Association atau Asosiasi Kolonisasi Yahudi Palestina. Nah, seperti yang dijelaskan oleh Hadar Cohen, kekerasan ini dilakukan dan terus dilakukan atas nama Yudaisme, meskipun bagi banyak orang, mengusir dan menindas orang lain bertentangan dengan identitas Yahudi.
Hingga saat ini, rakyat Palestina terus memperjuangkan hak mereka untuk menentukan nasib sendiri dan hak mereka untuk kembali. Sementara itu, negara Amerika Serikat terus menggelontorkan miliaran dolar kepada Israel, yang secara efektif mendanai pengusiran paksa warga Palestina yang terus berlanjut. Berikut ini kita akan membahas kisah tragis tentang pengusiran warga Palestina pada tahun 1948.
