6 Fakta Unik Woylie, Tidak Makan Tanaman Hijau!

- Woylie, atau brush-tailed bettong, adalah hewan endemik Australia berukuran kecil dengan nama ilmiah Bettongia penicillata.
- Mereka menghuni berbagai habitat di Australia dan memiliki diet jamur, biji-bijian, serangga, dan getah tanaman.
- Woylie hidup menyendiri, agresif dalam melindungi wilayahnya, memiliki perilaku poligini, dan saat ini diklasifikasikan sebagai Critically Endangered oleh IUCN.
Woylie juga dikenal sebagai brush-tailed bettong, merupakan marsupial endemik Australia berukuran kecil. Mereka berada dalam famili Potoroidae dan memiliki nama ilmiah Bettongia penicillata. Panjang tubuhnya mencapai 30--35 sentimeter dan beratnya 750--1850 gram, sebesar guinea pig. Ekornya panjang, fleksibel dan seperti sikat. Bagian atas tubuhnya berwarna abu-abu kecokelatan, sedangkan bagian bawahnya putih-cokelat pucat.
Ketika bergerak, woylie melompat dengan kaki belakangnya yang kuat. Mereka bisa hidup selama 9 tahun di alam liar dan 14 tahun di penangkaran. Penasaran bagaimana cara hidupnya di alam liar? Yuk, baca fakta dan penjelasan di bawah ini.
1. Hewan endemik Australia

Sebagai hewan endemik Australia, woylie menghuni berbagai habitat termasuk hutan beriklim sedang dan padang rumput gurun. Walaupun begitu, mereka lebih suka hutan terbuka atau kawasan hutan dengan hutan dengan semak belukar. Animalia menginformasikan bahwa woylie menghuni Perup Nature Reserve, Tutanning Nature Reserve dan Dryandra Woodland di bagian barat daya Australia. Mereka juga diperkenalkan di Australia Barat, Australia Selatan dan New South Wales.
2. Tidak makan tanaman hijau dan tidak minum!

Berdasarkan informasi dari Smithsonian's National Zoo and Concervation Biology Institute, woylie tidak minum dan tidak makan tanaman hijau, lho. Mereka mengonsumsi jamur dan melengkapi dietnya dengan pucuk tanaman, biji-bijian, serangga serta getah. Hewan ini memanfaatkan penciumannya untuk mencari jamur dan menggali dengan cakar depannya. Perutnya beradaptasi untuk banyak bakteri sehingga memungkinkan pemecahan jamur dan pelepasan nutrisi yang bermanfaat.
3. Penyendiri yang teritorial

Sumber yang sama menjelaskan bahwa woylie lebih suka hidup menyendiri, kecuali saat musim kawin sebab harus membesarkan anak-anaknya. Setiap wilayah jelajah memiliki area bersarang dan mencari makan. Mereka sangat teritorial terhadap wilayah bersarangnya, tapi area mencari makannya sering tumpang tindih satu sama lain.
Saat siang hari, woylie menghabiskan waktunya di dalam sarang. Baru keluar di malam hari untuk mencari makan. Mereka sangat agresif dan akan melindungi wilayahnya mati-matian. Selama periode tersebut, hewan ini berbaring miring, saling menendang dan diiringi oleh suara serak.
4. Ekornya bisa menggenggam

Ekor dari woylie cukup mirip dengan ekor kanguru. Walaupun begitu, ekornya punya fitur unik, membuatnya lebih mirip dengan ekor possum sebab bisa menggulung dan menggenggam benda. Karenanya, woylie bisa memegang rerumputan serta cabang pepohonan dengan ekornya ketika sedang membangun sarang.
5. Melompat untuk menangkap serangga saat akhir musim semi

Selama akhir musim semi dan awal musim panas, serangga seperti ngengat dan kumbang keluar dari kepompongnya. Mereka mulai menyerang tanaman seperti eukaliptus dan akasia. Selama periode tersebut, woylie biasanya melompat untuk menangkap serangga di lengan depannya. Karena banyak memakan serangga, mereka bertugas untuk mengendalikan populasinya dan bermanfaat bagi tanaman lokal di habitatnya.
6. Sistem perkawinan woylie

Tidak banyak informasi yang diketahui tentang sistem perkawinan woylie, tapi mereka hanya bersosialisasi saat musim kawin. Jadi, diperkirakan melakukan perilaku poligini, jantan kawin dengan lebih dari satu betina. Musim kawinnya terjadi sepanjang tahun. Betina melahirkan hingga 3 anak setelah mengandung selama 21 hari.
Setelah lahir, anaknya dipindahkan ke dalam kantong ibunya dan tumbuh berkembang di sana selama 3 bulan. Setelah bisa meninggalkan kantong, anaknya ikut menjelajah bersama betina.
Woylie lebih suka hidup menyendiri dan sangat protektif pada area bersarangnya. Mereka tidak perlu minum dan tidak mengonsumsi tanaman hijau. Saat ini, mereka diklasifikasikan sebagai Critically Endangared oleh IUCN dengan total populasi diperkirakan 12.000--18.000 woylie dewasa. Tren populasinya mengalami penurunan.



















