5 Fakta Menarik Celurut Rumah, Sangat Tahan Kelaparan

- Celurut rumah adalah mamalia kecil aktif malam hari yang tidak berbahaya, namun sering dianggap mengganggu meski sebenarnya membantu membasmi hama di sekitar rumah.
- Spesies ini berasal dari Asia Tenggara dan kini menyebar hingga Afrika serta Madagaskar, menjadi spesies invasif yang merugikan ekosistem setempat.
- Celurut rumah punya ketahanan tinggi terhadap kelaparan, bereproduksi cepat tanpa musim kawin, dan mampu hidup di berbagai habitat termasuk pemukiman manusia.
Malam hari menjadi waktu yang tepat bagi mamalia kecil untuk keluar dari tempat persembunyiannya. Suncus murinus atau celurut rumah jadi salah satu yang melakukan hal tersebut. Ia akan berkelana, keluar dari lubang, dan masuk ke dalam rumah dalam rangka mencari makanan. Hewan ini tidak berbahaya, tapi kehadirannya cukup merepotkan karena ia tidak disukai oleh banyak orang.
Padahal, celurut rumah merupakan pembasmi hama yang bermanfaat bagi manusia, lho. Celurut rumah juga tidak agresif, bahkan akan kabur saat berjumpa dengan manusia. Celurut rumah memiliki ketahanan yang tinggi dan menjadikannya bisa hidup di berbagai tipe habitat. Mau tahu apa saja fakta menarik celurut rumah? Di bawah ini pembahasannya.
1. Punya gigi tajam untuk makan dan mempertahankan diri
Sama seperti spesies lain, celurut rumah memiliki gigi yang sangat tajam. Dilansir Rentokil, giginya terdiri atas taring yang panjang dan tajam. Gigi tersebut memiliki dua fungsi, yaitu untuk makan dan pertahanan diri. Saat makan, celurut rumah bisa menembus kulit atau exoskeleton serangga yang terkenal tebal dan kuat. Sementara itu, saat merasa terancam hewan ini juga akan menggigit. Gigitannya memang tidak berbisa dan secara umum tak berbahaya. Namun, gigitannya cukup sakit dan bisa melukai kulit manusia.
2. Spesies invasif yang sudah menyebar ke Afrika

Wilayah penyebaran alami celurut rumah adalah Asia Tenggara, mulai dari Thailand, Malaysia, hingga Indonesia. Namun, sekarang penyebarannya sudah meluas hingga ke Afrika dan Madagaskar. Di dua daerah tersebut, mamalia ini menyandang gelar sebagai spesies invasif yang sangat merugikan.
Dilansir GISD, celurut rumah menjadi hewan yang bertanggung jawab atas menurunnya populasi reptil dan serangga di wilayah introduksinya. Ia juga menjelma menjadi hama tanaman, khususnya di perkebunan. Bagi hewan liar, spesies ini menjadi pembawa penyakit dan patogen berbahaya. Berbagai upaya seperti pemusnahan dan pencegah sudah dilakukan, tapi hewan ini sulit dihilangkan karena punya reproduksi yang sangat cepat.
3. Punya ketahanan terhadap kelaparan
Laman iNaturalist menjelaskan kalau celurut rumah merupakan spesies yang punya ketahanan sangat tinggi, khususnya terhadap kelaparan. Artinya, ia bisa hidup dalam jangka waktu yang lama tanpa makanan. Secara umum, celurut rumah akan aktif pada malam hari. Di siang hari, ia lebih suka bersembunyi di dalam lubang dalam rangka menghindari cuaca panas.
Hewan ini bisa kawin dan bereproduksi kapanpun tanpa mengenal musim kawin. Saat kawin, seekor betina bisa melahirkan hingga tiga ekor bayi. Waktu kehamilannya juga tergolong singkat, yaitu hanya satu bulan. Saat bereproduksi, hewan ini akan membuat sarang demi menjaga dan melindungi anak-anaknya. Ketika mencapai usia satu tahun, anakan celurut rumah sudah bisa bereproduksi.
4. Sering bergerak di pinggiran rumah

Dilansir Animalia, habitat celurut rumah mencakup berbagai daerah, mulai dari area lembap, semak-semak, savana, hutan, ladang, hingga pemukiman. Ia memiliki pergerakan yang gesit, lincah, dan bisa masuk ke area sempit untuk bersembunyi. Seperti namanya, celurut rumah juga kerap masuk ke dalam rumah. Menariknya, ia kerap berjalan di pinggiran rumah atau dinding. Sembari berjalan, hewan kecil ini akan mengeluarkan suara khas yang serupa dengan bunyi uang koin yang saling bertabrakan. Ketika terancam, ia akan menjerit dengan cukup keras.
5. Berperan sebagai pembasmi hama
Celurut rumah merupakan pemakan segala atau omnivor yang makanannya mencakup hewan kecil dan tanaman. Dilansir Animal Diversity Web, sekitar 80 persen makanan hewan ini terdiri atas mamalia kecil dan serangga. Sisa 20 persen lainnya adalah material lain, entah itu tanaman, sisa-sisa makanan manusia, atau jamur. Metabolismenya juga cepat sehingga ia menjadi hewan yang rakus.
Celurut rumah memang terlihat aneh dan menjijikan, tapi kebiasaan makannya membuat hewan ini berguna bagi manusia, lho. Secara spesifik, ia membantu membasmi hama serangga yang merugikan seperti belalang, kecoak, kutu, atau kumbang yang baunya tidak sedap. Sayangnya, celurut rumah sering dikira sebagai tikus sehingga tak jarang dibunuh oleh manusia.
Berbagai fakta menarik celurut rumah dapat membuka matamu terkait kehidupan mamalia kecil yang berkeliaran di sekitar lingkungan manusia. Dalam hal ini, mamalia kecil seperti celurut rumah tak hanya berkelana di area pemukiman, tetapi juga punya peran tersendiri. Untuk itu, kamu harus memahami ekosistem di lingkunganmu agar tidak salah sasaran saat membasmi hewan yang dianggap mengganggu.


















