Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Paok Sayap Biru, Migratory Bird Anggota Family Pittidae

5 Fakta Paok Sayap Biru, Migratory Bird Anggota Family Pittidae
potret burung paok sayap biru yang memiliki nama ilmiah Pitta moluccensis (commons.wikimedia.org/JJ Harrison)
Intinya Sih
  • Burung paok sayap biru atau Pitta moluccensis adalah spesies migran dari family Pittidae yang hidup di hutan tropis Asia Tenggara dan dikenal dengan warna sayap birunya yang mencolok.
  • Spesies ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1776 oleh Philipp Ludwig Statius Müller, memiliki ukuran sekitar 18–21 cm, serta jantan dan betina berpenampilan serupa dengan perbedaan intensitas warna.
  • Burung ini pemalu, sering bersembunyi di semak lebat, berkembang biak antara Mei–Juli, memakan cacing dan serangga, serta berstatus konservasi Least Concern menurut IUCN.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Blue winged pitta atau yang lebih dikenal dengan nama burung paok sayap biru adalah burung kicau yang terkenal memiliki perpaduan warna bulu yang cantik, utamanya pada warna biru yang mencolok di bagian sayapnya. Burung paok sayap biru yang memiliki nama latin Pitta moluccensis ini merupakan spesies burung anggota family Pittidae yang hidup di hutan-hutan Asia Tenggara dengan ketinggian sekitar 800 mdpl, serta meramaikan hutan tersebut dengan siulannya yang khas.

Sebagaimana dituliskan dalam jurnal penelitian ilmiah Nature in Singapore (2009), sama seperti kebanyakan spesies burung dari family Pittidae lainnya, burung paok sayap biru ini berhabitat di hutan tropis lembab, lingkungan semi hutan dan lahan semak belukar. Burung ini menyukai kedekatan dengan sumber air, preferensi terhadap air ini tampaknya terkait dengan fakta bahwa spesies burung ini memiliki kebiasaan untuk mandi secara teratur dan menghabiskan banyak waktu untuk membersihkan bulu-bulunya.

Ingin tahu lebih lanjut mengenai burung yang memiliki sayap cantik memesona ini? Simak lima fakta menariknya berikut ini, yuk!

1. Spesies burung yang bermigrasi

Dari sekitar 40-an spesies burung anggota family Pittidae terdapat 4 spesies burung yang merupakan migratory bird atau burung yang bermigrasi dan burung paok sayap biru adalah salah satu spesies migratory bird dari family tersebut. Migratory bird adalah burung yang melakukan perjalanan musiman rutin, umumnya dari belahan bumi utara ke selatan dan sebaliknya untuk menghindari cuaca ekstrem, mencari makanan dan berkembang biak. Menurut laman Bird Ecology Study Group, burung paok sayap biru adalah spesies burung migran jarak jauh. Mereka berkembang biak di Tiongkok Selatan, Vietnam, Myanmar, Tailan dan Semenanjung Malaya.

Burung ini bermigrasi ke selatan untuk menghindari musim dingin di utara dan tiba di selatan Semenanjung Malaya dan Singapura antara bulan Oktober hingga April. Banyak diantara mereka melanjutkan perjalanan ke selatan menuju Pulau Sumatra, Kalimantan dan Jawa. Mereka bermigrasi dalam kelompok-kelompok kecil, sebagian besar pada malam hari untuk menghindari predator, mendarat di daerah favorit mereka untuk beristirahat dan mencari makan.

2. Diidentifikasi pada abad ke-18

potret burung paok sayap biru yang sedang berjemur
potret burung paok sayap biru yang sedang berjemur (commons.wikimedia.org/Doug Janson)

Sebagaimana informasi yang dituliskan pada laman Thai National Parks, burung paok sayap biru ini diidentifikasi oleh seorang naturalis Jerman bernama Philipp Ludwig Statius Müller pada tahun 1776 dan awalnya diberi nama ilmiah Turdus moluccencis. Nama moluccencis sebenarnya merujuk kepada Kepulauan Maluku, namun ini sebenarnya adalah sebuah kesalahan karena wilayah sebaran spesies ini tak meluas sejauh itu ke timur. Setelah penelitian lanjutan, taksonomi spesies burung ini direvisi dan ditempatkan dalam genus Pitta oleh ahli burung Prancis bernama Louis Jean Pierre Vieillot pada tahun 1816 dengan nama ilmiah Pitta moluccensis.

Burung paok sayap biru memiliki ukuran panjang antara 18 cm hingga 21 cm dengan kepala berwarna hitam, bagian dagu berwarna putih dan bagian bawah berwarna krem. Bagian bahu dan punggung berwarna kehijauan serta sayap berwarna biru cerah. Antara burung jantan dan betinanya memiliki pola warna yang serupa hanya pejantannya sedikit lebih besar dengan warna biru dan hijau yang lebih cerah. Secara keseluruhan burung betinanya memiiki warna yang tak secerah warna bulu pada burung pejantannya.

3. Agak sulit ditemui karena sifat pemalunya

potret burung paok sayap biru di lantai hutan
potret burung paok sayap biru di lantai hutan (commons.wikimedia.org/Doug Janson)

Sejumlah informasi menuliskan bahwa burung paok sayap biru ini agak sulit untuk ditemui secara langsung di alam karena sifat pemalunya dan kegemarannya dalam menghuni semak belukar, pepohonan yang lebat dan lantai hutan yang teduh di wilayah Asia Tenggara. Mereka juga pandai untuk memanfaatkan warna bulunya untuk berkamuflase dan bersembunyi. Di hutan, burung paok sayap biru tersebut lebih sering terdengar suara kicauannya daripada terlihat fisiknya.

Keberadaan burung tersebut dapat diidentifikasi melalui siulan nada khas mereka yang terdengar lantang: “weuh-wheew!” saat mencari makan di semak-semak atau pepohonan dengan dedaunan yang lebat. Dilansir laman 10000 Birds, dalam sebuah pengamatan di Cagar Alam Windsor Nature Park, Singapura, para pengamat burung mengatakan bahwa burung cantik tersebut dapat mudah terlewat dari pengamatan karena kemampuan kamuflase mereka namun warna biru pada sayapnya merupakan salah satu faktor kunci dalam identifikasinya. Burung-burung tersebut terlihat jarang terbang dan akan melompat ke hutan lebat ketika merasa terancam.

4. Pola kawin dan makan

potret burung paok sayap biru yang diambil di Tailan
potret burung paok sayap biru yang diambil di Tailan (commons.wikimedia.org/Francesco Veronesi)

Menurut laman Animalia Bio, burung paok sayap biru ini berkembang biak di musim semi antara awal Mei hingga akhir Juli dengan membangun sarang besar berbentuk bulat yang terbuat dari ranting, akar, rumput, daun dan lumut di dekat permukaan tanah. Sarang tersebut seringkali berada di dekat sumber air dan di antara akar pohon.

Selama satu musim kawin, burung betina akan bertelur sekitar 5 butir telur dan dierami oleh kedua induknya, telur akan menetas setelah sekitar 16 hari. Untuk pola makannya burung paok sayap biru ini memangsa cacing dan serangga, mereka memburu cacing dan serangga tersebut di tanah atau dari cabang pohon rendah tempat mereka bertengger. Burung paok sayap biru ini juga diketahui memakan siput bercangkang keras.

5. Harapan hidup di alam

potret spesimen burung paok sayap biru yang diawetkan
potret spesimen burung paok sayap biru yang diawetkan (commons.wikimedia.org/Hansmuller)

Menurut laman My Bird Buddy, burung paok sayap biru ini biasanya memiliki harapan hidup yang cukup panjang di alam liar, yakni sekitar 5 hingga 10 tahun. Faktor-faktor yang mempengaruhi masa hidup mereka meliputi kondisi habitat dan ketersediaan makanan. Di penangkaran, burung ini dapat hidup sedikit lebih lama.

Untuk status konservasinya sendiri, The International Union for Conservation of Nature (IUCN) mengklasifikasikan spesies Pitta moluccensis sebagai Least Concern yang artinya burung paok sayap biru tak terancam punah di alam liar namun seiring kemajuan zaman burung ini terancam menghadapi degradasi habitat mereka di alam liar akibat aktivitas manusia seperti: perdagangan burung kicau ilegal serta pembukaan hutan untuk lahan pertanian, industri atau pemukiman yang lambat laun akan mempengaruhi kehidupan mereka di alam.

Semoga informasi ini dapat menambah wawasan kamu mengenai salah satu spesies burung dari family Pittidae yang terkenal dengan warna sayap birunya yang memesona, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More