ilustrasi salju di pohon yang mirip dengan embun upas. (pexels.com/Natalia Sevruk)
Perbedaan lainnya terletak pada wilayah tempat kedua fenomena ini muncul. Menurut BMKG, embun upas dapat terbentuk di dataran tinggi Indonesia, seperti Dieng, ketika suhu permukaan turun hingga sekitar 0 derajat Celsius atau lebih rendah pada musim kemarau. Sementara itu, National Snow and Ice Data Center (NSIDC) menjelaskan bahwa salju umumnya hanya terjadi di wilayah beriklim dingin karena membutuhkan lapisan udara yang tetap berada di bawah titik beku sejak terbentuk di awan hingga mencapai permukaan Bumi.
Kondisi tersebut sulit terjadi di Indonesia yang beriklim tropis dan memiliki suhu udara relatif hangat sepanjang tahun. Itulah sebabnya embun upas masih bisa dijumpai di beberapa kawasan pegunungan Indonesia, sedangkan hujan salju hampir tidak pernah terjadi. Perbedaan wilayah kemunculan ini menjadi salah satu ciri paling mudah untuk membedakan embun upas dan salju.
Meski sekilas terlihat mirip, embun upas dan salju merupakan dua fenomena alam yang terbentuk melalui proses yang berbeda. Memahami perbedaannya membantu kita mengenali keunikan fenomena alam yang terjadi di Indonesia. So, apakah kamu salah satu orang yang pernah merasakan sensasi embun upas di Dieng?
Mengapa fenomena ini dinamakan "embun upas"? Apa arti kata "upas" tersebut? | Kata "upas" dalam bahasa Jawa berarti racun. Penamaan ini diberikan oleh petani setempat karena embun beracun bagi tanaman kentang dan sayuran di Dieng. Ketika embun es ini mencair setelah terkena matahari, sel-sel tanaman akan pecah, mengering, menghitam, dan akhirnya mati seperti terkena racun. |
Pada jam berapa biasanya embun upas mulai terbentuk dan kapan ia akan menghilang? | Embun upas biasanya mulai terbentuk pada dini hari sekitar pukul 02.00 hingga 05.00 WIB saat suhu mencapai titik terendah. Fenomena ini bersifat sementara dan akan langsung mencair atau menghilang begitu terpapar sinar matahari pagi, biasanya sekitar pukul 07.00 hingga 08.00 WIB. |
Apa saja persiapan khusus yang harus dilakukan wisatawan jika ingin berburu embun upas di Dieng? | Wisatawan wajib menyiapkan pakaian hangat berlapis (jaket tebal/winter coat), sarung tangan, kaos kaki tebal, penutup kepala (kupluk), dan masker. Selain itu, disarankan membawa termos air hangat, menjaga kondisi fisik tetap prima, serta datang di puncak musim kemarau antara bulan Juli hingga Agustus. |
Apakah embun upas bisa terjadi di daerah dataran rendah di Indonesia jika cuacanya sangat dingin? | Tidak bisa. Embun upas membutuhkan kombinasi ketinggian wilayah (di atas 2.000 mdpl), kelembapan udara yang sangat tipis, dan pelepasan radiasi panas bumi yang masif ke angkasa pada malam hari tanpa penghalang awan. Kondisi ini hanya bisa dicapai di wilayah pegunungan atau dataran tinggi. |