Comscore Tracker

5 Bukti Bahwa Bumi Memang Diciptakan untuk Kehidupan, Bikin Takjub! 

Bukan sekadar tempat hidup, tapi tempat menikmati hidup 

Bumi kita adalah planet yang menakjubkan. Bumi bukan sekadar tempat untuk kita bertahan hidup, tapi juga menikmati berbagai kegiatan yang menyenangkan. Semua itu dimungkinkan karena bumi memang dirancang secara detail oleh Sang Pencipta untuk bisa menopang kehidupan miliaran makhluk, termasuk manusia.

Pernahkah kamu bertanya-tanya aspek apa saja dari bumi ini yang memungkinkan hal itu? Yuk, pelajari 5 hal berikut ini, yang akan membuktikan bahwa bumi memang diatur sedemikian rupa supaya bisa menjadi rumah kita.

1. Lokasi tata surya di galaksi bima sakti sangat ideal 

5 Bukti Bahwa Bumi Memang Diciptakan untuk Kehidupan, Bikin Takjub! colorado.edu

Kamu pasti tahu bahwa tata surya kita berada di galaksi bima sakti. Tapi di mana tepatnya? Laman Institute for Creation Research menyebut bahwa lokasi tata surya kita terletak sekitar dua pertiga dari pusat galaksi ke ujung galaksi Bima Sakti. Itu jarak yang sangat jauh dari pusat galaksi, tapi juga gak terlalu dekat ke tepi galaksi.

Lokasi tersebut sangat ideal untuk terjadinya kehidupan. Bagian pusat dan ujung galaksi dipenuhi oleh bintang-bintang, seperti bisa kamu lihat di gambar. Itu menyebabkan ada banyak radiasi energi yang kuat di area tersebut. Jika tata surya kita terletak di situ, maka kehidupan di Bumi bisa terancam.

Namun karena tata surya terletak di lokasi di mana tidak terlalu banyak bintang, Bumi tidak terpapar radiasi yang berbahaya itu. Kemungkinan terjadinya tabrakan antar bintang juga sangat kecil. Plus, kita jadi lebih mudah melihat dan mengamati galaksi Bima Sakti kita.

2. Jarak Bumi dari matahari sangat pas

5 Bukti Bahwa Bumi Memang Diciptakan untuk Kehidupan, Bikin Takjub! sciencenotes.org

Bagaimana dengan posisi Bumi di dalam tata surya sendiri? Bumi adalah planet ketiga terdekat dari matahari, dengan jarak 150 juta kilometer. Jarak tersebut bisa mendekat menjadi sekitar 146 juta km sekitar bulan Januari, dan menjauh jadi 152 juta km pada awal Juli. Tapi yang jelas, rentang jarak tersebut sangat pas untuk berlangsungnya kehidupan di Bumi.

Hal itu ada hubungannya dengan keberadaan air di Bumi. Laman Science menyebut bahwa jarak Bumi dari matahari sangat tepat karena jika terlalu dekat, seluruh air di Bumi akan menguap. Sementara jika terlalu jauh, semua cairan akan membeku. Jarak yang tepat memungkinkan air dalam wujud cair bisa tetap tersedia di Bumi, dan itu adalah kunci terjadinya kehidupan.

Baca Juga: 5 Fakta Ilmiah tentang Cincin Planet, Mengapa Bumi tidak Memilikinya?

3. Bumi memiliki atmosfer yang berfungsi sebagai pelindung 

5 Bukti Bahwa Bumi Memang Diciptakan untuk Kehidupan, Bikin Takjub! livescience.com

Tahukah kamu bahwa setiap hari, ada 100 ton debu dan partikel kecil dari luar angkasa yang jatuh ke Bumi? Sementara situs NASA menyebut bahwa sebuah asteroid sebesar mobil masuk ke Bumi setiap tahunnya. Kalau kamu belum pernah merasakan tertimpa serpihan batu dari langit, itu adalah berkat keberadaan atmosfer yang menyelimuti Bumi.

Tapi fungsi atmosfer bukan sekadar untuk melindungi Bumi dari jatuhnya benda-benda asing. Kamu bisa bernapas pada detik ini pun karena adanya atmosfer. Tanpa atmosfer, udara di sekitar kita akan keluar dari Bumi dan lenyap ke luar angkasa sehingga gak mungkin ada kehidupan di Bumi.

Dan jangan lupakan bahwa di atmosfer kita ada lapisan ozon yang berfungsi untuk menyaring sinar matahari yang masuk ke Bumi sehingga suhu Bumi tidak terlalu panas. Maka jelas, keberadaan atmosfer membuktikan bahwa Bumi sudah dilindungi sedemikian rupa supaya kehidupan bisa berlangsung.

4. Medan magnet Bumi juga turut melindungi planet kita

5 Bukti Bahwa Bumi Memang Diciptakan untuk Kehidupan, Bikin Takjub! phys.org

Tidak hanya satu, planet kita juga memiliki pelindung lain berupa medan magnet Bumi. Medan magnet ini disebut juga magnetosfer, dan fungsi utamanya adalah untuk memantulkan angin matahari yang mengarah ke Bumi. Angin matahari berbahaya bagi Bumi karena bisa melenyapkan lapisan ozon yang fungsinya telah kita bahas tadi.

Bagaimana jadinya jika Bumi gak punya medan magnet? Kamu bisa melihat kondisi planet Mars untuk mengetahuinya. Ya, situs NASA menyebut bahwa dulu planet Mars memiliki medan magnet seperti Bumi, tapi medan magnet itu telah lenyap sejak 4,2 miliar tahun lalu. Hasilnya planet Mars kini jadi tandus dan tanpa kehidupan. Untung ya Bumi kita gak mengalami hal serupa!

5. Kemiringan bumi membuat hidup manusia jauh lebih menyenangkan 

5 Bukti Bahwa Bumi Memang Diciptakan untuk Kehidupan, Bikin Takjub! abc.net.au

Empat hal di atas telah memungkinkan kehidupan terus berlangsung di Bumi. Tapi ternyata Bumi diciptakan bukan sekadar supaya makhluk hidup bisa hidup. Kalau sekadar hidup tapi tanpa menikmati kesenangan dan keindahan, pasti hidup manusia bakal jadi membosankan.

Maka untuk mencegah hal itu, Sang Pencipta sengaja merancang Bumi supaya miring sekitar 23,5 derajat pada sumbunya. Apa pengaruhnya? Karena Bumi miring, bagian utara dan selatan bumi akan bergantian mengarah ke matahari sepanjang tahun. Bagian yang sedang condong ke matahari akan mengalami musim panas, sedangkan sisi sebaliknya mengalami musim dingin.

Artinya, berkat kemiringan bumi, setiap bagian bumi bisa mengalami pergantian musim. Hal itu memang gak terlalu esensial untuk berlangsungnya kehidupan. Tapi jika seandainya Bumi gak miring, maka kita gak akan bisa menikmati beragam musim yang indah di bumi. Jelas, itu artinya Sang Pencipta gak ingin kita sekadar bertahan hidup, tapi juga menikmati kehidupan!

Itulah 5 hal yang membuktikan bahwa Bumi memang sengaja dirancang untuk tempat berlangsungnya kehidupan, termasuk kehidupan manusia. Bahkan bukan sekadar untuk hidup, tapi juga untuk menikmatinya! Gimana, jadi makin takjub pada kehebatan Tuhan, bukan?

Baca Juga: 5 Perusahaan Ini Tawarkan Perjalanan Luar Angkasa, Tertarik?

Peter Eduard Photo Verified Writer Peter Eduard

Be weird, because being normal is so boring

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Arifina Aswati

Berita Terkini Lainnya