Sebagian besar demokrasi di seluruh dunia bergantung pada seberapa populernya seorang tokoh atau programnya di mata publik. Dalam demokrasi, pemerintah umumnya dipilih berdasarkan kebijakan, hukum, dan tindakan yang mereka janjikan untuk dilaksanakan selama masa jabatan mereka. Ketika menang, mereka diharapkan setidaknya bisa memenuhi apa yang telah mereka janjikan. Apakah mereka benar-benar mewujudkannya atau tidak, itu menjadi masalah lain.
Oleh karena itu, pemerintah pasti punya program kampanye yang diharapkan bisa populer di mata publik dan tentunya ngasih perubahan yang baik untuk hidup rakyatnya. Kampanye ini pun menghasilkan beberapa pembuatan kebijakan yang imajinatif. Ketika sebuah program kampanye menarik perhatian publik dan berhasil dipraktikkan, program kampanye tersebut bisa menjadi tindakan yang menentukan bagi pemerintah dan warisan dari masa kekuasaan mereka.
Namun, tidak peduli seberapa matang atau baik niat sebuah program kampanye saat diluncurkan, pemerintah acap kali keliru bahkan tidak sesuai dengan apa yang mereka harapkan saat sudah direalisasikan. Berikut ini adalah beberapa program pemerintah di seluruh dunia yang berujung malapetaka. Apa saja, ya?
