Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Siklus Hidup Lalat, Serangga Metamorfosis Sempurna
ilustrasi siklus hidup lalat (pexels.com/Sóc Năng Động)
  • Lalat mengalami metamorfosis sempurna melalui empat tahap: telur, larva atau belatung, pupa, lalu lalat dewasa.
  • Lalat betina bertelur di bahan organik lembap seperti sampah, kotoran, dan makanan; telur menetas sekitar 24 jam pada suhu optimal 25–35 derajat Celcius.
  • Siklus hidup lalat berlangsung cepat dan didukung lingkungan kotor; lalat dapat mengontaminasi makanan, sehingga kebersihan sanitasi serta menutup makanan penting dilakukan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Apa yang kamu pikirkan tentang lalat? Lalat dikenal sebagai hewan pencetus beragam masalah kesehatan. Tanpa disadari, kita hidup berdampingan dengan insekta ini. Lalat menyebarkan agen penyakit dengan cara mengontaminasi makanan yang dihinggapi.

Proses perubahan bentuk, ukuran, serta anggota tubuh dari telur ke dewasa disebut dengan metamorfosis. Lalat termasuk hewan yang mengalami metamorfosis sempurna. Hewan lain yang mengalami metamorfosis sempurna yaitu kupu-kupu dan katak.

Bagaimana siklus hidup lalat? Kenali empat tahapan penting dari lalat.

1. Telur

ilustrasi telur lalat (flickr.com/Martin Sharman)

Telur lalat berbentuk oval dan berwarna putih dengan ukuran 1 hingga 10 mm. Strukturnya seperti kait yang bertujuan untuk mencegah tenggelam pada permukaan cair. Telur lalat ditempatkan pada bahan organik lembap, seperti sampah, kotoran, atau makanan.

Setiap kali bertelur, lalat betina menghasilkan 50 sampai 75 butir per hari. Masa bertelur lalat selama seminggu. Pada kurun waktu tiga hingga empat hari, lalat betina akan menghasilkan kurang lebih 500 butir telur. Telur ini akan menetas kurang lebih 24 jam. Suhu yang optimal untuk penetasan telur yaitu 25 hingga 35 derajat Celcius.

2. Larva

ilustrasi larva (magnific.com/brgfx)

Telur yang menetas akan berkembang menjadi larva. Kita juga mengenal nama lain dari larva yaitu belatung atau tempayak. Larva berwarna putih kecokelatan dengan tubuh bersegmen dan mempunyai mulut bertaring berwarna hitam.

Belatung suka hidup di lingkungan lembap dengan suhu 30 hingga 35 derajat Celcius. Mereka hidup dengan tiga tahapan antara lain:

  1. Tingkat I: telur lalat yang menetas disebut dengan instar I. Fase ini larva tidak memiliki mata dan kaki. Meskipun ukurannya hanya 2 mm, tetapi instar I ganas terhadap makanan. Lalu, kulit mengelupas dan digantikan instar II setelah 14 hari;

  2. Tingkat II: Fase ini larva mulai berkembang. Ukurannya dua kali lebih besar dari instar I. Beberapa hari ke depan, kulit instar II mengelupas dan keluarlah instar III;

  3. Tingkat III: ukuran larva kurang lebih 12 mm. Fase instar III berlangsung selama tiga hingga sembilan hari hingga berubah menjadi pupa.

3. Pupa

ilustrasi pupa berubah menjadi lalat dewasa (pexels.com/Vijay Putra)

Larva mencari tempat yang gelap untuk berubah menjadi pupa. Tahapan ketiga metamorfosis sempurna lalat yaitu pupa atau kepompong. Wujud pupa lalat hampir mirip dengan pupa kupu-kupu. Pupa dilapisi oleh eksoskeleton keras dan berwarna cokelat kemerahan yang disebut kokon.

Berbeda dengan larva yang hobi makan. Tahapan pupa tidak aktif makan, tetapi di dalamnya sibuk melakukan pembentukan. Pada kurun waktu tiga hingga lima hari, pupa membentuk satu persatu anggota tubuhnya.

4. Lalat dewasa

ilustrasi lalat dewasa (pexels.com/ Denitsa Kireva)

Lalat dewasa yang baru keluar dari pupa sayapnya belum mengembang, tubuhnya berwarna bening. Keadaan ini akan berubah dalam beberapa jam. Lalat betina mencapai umur matang kelamin dalam waktu 12 hingga 18 jam, dan dapat bertahan hidup selama lebih kurang 26 hari.

Lalat jantan dan betina mempunyai perbedaan pada tubuhnya. Ukuran lalat betina lebih panjang dibandingkan lalat jantan. Bagian abdomen lalat betina berwarna lebih gelap. Kaki lalat jantan emmpunyai struktur sisir kelamin (sex comb), tetapi lalat betina tidak memilikinya.

Siklus hidup lalat memakan waktu yang cepat, sehingga mereka menghasilkan banyak sekali keturunan. Kondisi lingkungan yang tidak bersih semakin mendukung siklus hidupnya. Jika kamu tidak ingin hewan ini berkeliaran, maka jaga kebersihan sanitasi rumahmu. Jangan lupa tutup makanan yang tersedia di meja.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article