5 Fakta Spectacled Caiman, Banyak Diburu untuk Diambil Kulitnya

Spectacled caiman merupakan buaya yang penyebarannya luas, tapi juga banyak diburu oleh manusia. Mereka berada dalam famili Alligatoridae dan memiliki nama ilmiah Caiman crocodilus. Panjang tubuhnya mencapai 1–2 meter, beratnya 7–40 kilogram dan pergerakannya bisa secepat 48 km/jam. Bagian atas dari spectacled caiman biasanya berwarna kecokelatan atau hijau, abu-abu kekuningan dan terdapat garis cokelat. Bagian tubuh warnanya berwarna lebih terang.
Irisnya kehijauan dan kelopak matanya berkerut. Warnanya berubah secara musiman, saat dingin, pigmen hitam di dalam sel kulitnya mengembang dan membuatnya tampak lebih gelap. Penasaran dengan gaya hidupnya? Berikut penjelasan yang menjawab pertanyaanmu!
1. Wilayah penyebaran spectacled caiman

Penyebaran spectacled caiman bisa ditemukan di berbagai negara-negara Amerika. Mereka berada di Brazil, Kolombia, Kosta Rika, Ekuador, El Salvador, French Guiana, Guatemala, Guyana, Honduras, Meksiko, Nikaragua, Pnama, Peru, Suriname, Trinidad dan Tobago, Venezuela dan meluas hingga Belize dan Bolivia. Hewan ini menghuni hutan, lahan basah, sungai, padang rumput, semak belukar dan sabana.
Animalia menginformasikan bahwa spectacled caiman lebih suka habitat yang aliran airnya tenang serta terdapat tanaman terapung. Sementara di Brazil, mereka berada di Sungai Amazon, Araguaia, Itapicuru, Rio Negro, Paranaiba, Solimoes, Tapajos, Tocantins dan Xingu. Bahkan bisa ditemukan di daerah yang dihuni manusia.
2. Lebih suka hidup menyendiri

Spesies ini hidup bersama dalam kelompok longgar, tapi lebih suka hidup menyendiri kecuali pada musim kawin. Spectacled caiman lebih aktif saat malam hari, menghabiskan waktunya untuk berburu makanan. Sementara sepanjang hari, mereka tetap berada di bawah air atau berjemur di tepian perairan. Spectacled caiman tetap berada di wilayah yang sama selama hidupnya.
3. Menu makannya berubah seiring bertambahnya ukuran

Sumber yang sama menjelaskan bahwa menu makan spectacled caiman adalah karnivora. Menariknya, pilihan mangsanya juga berubah saat ukuran tubuhnya bertambah besar. Mereka mengonsumsi serangga, siput, kepiting, udang, ikan, kadal, ular, kura-kura, mamalia dan burung. Kanibalisme terkadang terjadi saat kekeringan ketika banyak spectacled caiman berbagai ukuran berkumpul di wilayah kecil yang sama, dilansir Out of Africa Wildlife Park.
4. Sistem perkawinan spectacled caiman

Sistem perkawinan spectacled caiman adalah poligini, jantan bisa kawin dengan banyak betina. Pada periode tersebut, jantan berusaha kawin dengan banyak betina sebisanya. Mereka baru mencapai dewasa reproduktif pada usia 4--7 tahun. Saat musim kawin, spectacled caiman menjadi lebih agresif dan teritorial, tingkatan sosialnya ditentukan dari ukuran tubuhnya. Semakin besar mereka, maka semakin dominan posisinya.
5. Jenis kelamin anaknya ditentukan oleh suhu inkubasi

Musim kawin spectacled caiman terjadi dari bulan Mei hingga Agustus. Penempatan telurnya tergantung pada iklim dari lokasi yang dihuninya, biasanya pada bulan Juli dan November. Setiap bertelur, betina menempatkan 10–30 butir yang masa inkubasinya berlangsung selama 65–104 hari.
Menariknya, jenis kelamin dari dari anak-anak spectacled caiman ditentukan oleh suhu pada masa inkubasinya. Jika suhunya di atas 32 derajat celcius, maka anaknya adalah betina. Sedangkan saat suhunya di bawah 29 derajat celcius, maka itu adalah jantan. Menarik, bukan?
Spectacled caiman memang hidup dalam kelompok longgar, tapi lebih suka hidup menyendiri. Menariknya, suhu inkubasi ternyata mempengaruhi jenis kelamin anak-anaknya. Sebagai informasi tambahan, spectacled caiman punya 14–16 pasang gigi di rahang atas moncongnya dan 18–20 pasang di rahang bawahnya.
Saat ini, mereka diklasifikasikan sebagai Least Concern oleh IUCN dengan total populasi diperkirakan mencapai 1 juta individu dewasa. Tren populasi spectacled caiman masih stabil, walaupun ancaman utamanya adalah diburu oleh manusia untuk diambil kulitnya.



















