6 Tanaman Pangan yang Bisa Bertahan saat El Nino Melanda

- El Nino menyebabkan penurunan curah hujan dan risiko kekeringan meningkat, sehingga petani perlu menyesuaikan pilihan tanaman agar tetap produktif di tengah kondisi cuaca ekstrem.
- Ada enam tanaman pangan yang terbukti tahan kering: jagung, sorgum, ubi kayu, ubi jalar, kacang hijau, dan talas—masing-masing memiliki keunggulan adaptasi terhadap minimnya pasokan air.
- Strategi penting meliputi pemilihan varietas tepat, pengaturan waktu tanam, serta pengelolaan lahan efisien agar hasil panen tetap stabil meski El Nino melanda.
El Nino bukan cuma istilah cuaca yang hadir di berita sore. Bagi petani, fase iklim ini bisa bikin tanah cepat kehilangan kelembapan, jadwal tanam bergeser, dan hasil panen ikut goyah. Di Indonesia, BMKG berulang kali mengingatkan bahwa El Nino identik dengan curah hujan yang menurun dan risiko kekeringan yang naik, terutama pada musim kemarau di berbagai wilayah.
Di tengah cuaca yang makin susah ditebak, memilih komoditas yang tahan banting jadi langkah cerdas, bukan pilihan cadangan. Kabar baiknya, ada tanaman pangan yang masih dapat tumbuh saat air terbatas, asalkan varietas, waktu tanam, dan pengelolaan lahannya tepat. Kalau kamu sedang mencari opsi tanaman yang realistis begitu musim kering memanjang, enam tanaman pangan yang bisa bertahan saat El Nino melanda berikut wajib masuk daftar utama. Yuk, simak!
Table of Content
1. Jagung

Dibanding padi sawah yang rakus air, jagung cenderung adaptif di lahan kering maupun tegalan. Itu sebabnya, banyak wilayah di Indonesia menjadikannya pilihan pertama saat pola hujan mulai kacau.
Meski demikian, budidaya jagung tetap butuh strategi. Fase pembungaan dan pengisian biji adalah yang paling sensitif terhadap kekurangan air. Supaya pertumbuhannya stabil, petani perlu cermat menentukan waktu tanam, memilih varietas genjah, serta menjaga kelembapan tanah melalui mulsa atau pengolahan tanah minimum.
2. Sorgum

Sorgum sering dijuluki tanaman “bandel” di kondisi panas dan minim air. Akar tanaman ini kuat, pertumbuhannya efisien, dan kemampuannya beradaptasi di lahan kering sudah lama diakui oleh banyak negara tropis. Tidak heran bila sorgum kembali dilirik sebagai cadangan pangan masa depan.
Dari sisi konsumsi, sorgum tidak kalah menarik untuk dikembangkan. Bijinya bisa diolah jadi nasi sorgum, tepung, bubur, sampai campuran pangan olahan yang pas buat diversifikasi konsumsi.
3. Ubi kayu

Ubi kayu atau singkong termasuk tanaman yang kuat menghadapi cuaca kering. Ia mampu tumbuh di lahan yang kesuburannya sedang-sedang saja dan tidak menuntut pasokan air berlimpah sepanjang musim tanam.
Nilai plus singkong ada pada fleksibilitas panennya. Umbi tidak harus buru-buru diangkat begitu umur tanam lewat, sehingga petani punya ruang waktu yang lebih longgar. Hal ini dinilai menguntungkan karena panen bisa disesuaikan dengan kebutuhan konsumsi atau kondisi pasar.
4. Ubi jalar

Ubi jalar cocok buat lahan yang butuh tanaman pangan dengan siklus tanam relatif singkat. Komoditas ini dapat tumbuh baik di area yang tidak terlalu basah, selama kondisi tanahnya mendukung dan air awal pertumbuhan tercukupi.
Selain mudah dibudidayakan, ubi jalar memiliki nilai gizi yang menarik. Varietas berwarna oranye kaya beta karoten, sementara jenis ungu banyak diminati pasar olahan dan camilan sehat. Artinya, ubi jalar tidak hanya aman untuk konsumsi rumah tangga, tetapi juga menjanjikan dari sisi pasar.
5. Kacang hijau

Kacang hijau adalah tanaman pangan berumur pendek yang pas ditanam pada sisa musim atau sesudah panen utama. Kebutuhan airnya relatif ringan, jadi cocok masuk ke pola tanam pada lahan sawah tadah hujan maupun lahan kering.
Keuntungan lain datang dari sifatnya sebagai tanaman legum. Akar kacang hijau membantu memperbaiki kesuburan tanah melalui ikatan nitrogen bebas, sehingga lahan tidak cepat “capek” setelah dipakai untuk tanam. Dalam jangka panjang, pola tanam semacam ini jelas menguntungkan bagi produktivitas kebun atau sawah.
6. Talas

Talas kerap luput dari pembahasan tentang tanaman tahan kering, padahal potensinya tidak boleh diremehkan. Pada lahan yang masih menyimpan kelembapan tanah, talas dapat tumbuh cukup baik walaupun pasokan air tidak melimpah.
Tanaman ini bisa dibudidayakan di kebun campuran, pekarangan, hingga skala usaha yang lebih besar. Buat daerah yang sering kali dihantam musim kering panjang, talas layak ada dalam daftar alternatif pangan yang masuk akal dan tidak ribet.
El Nino memang membawa tantangan besar untuk sektor pertanian, apalagi di wilayah yang sangat bergantung pada hujan. Akan tetapi, tantangan ini bukan berarti tidak bisa dihadapi dengan strategi yang tepat. Pemilihan tanaman pangan yang bisa bertahan saat El Nino melanda dapat menjadi penentu antara gagal panen dan hasil yang konsisten dan aman.


















