Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Burung yang Bersarang di Tanah, Punya Cara Unik Melindungi Telurnya

5 Burung yang Bersarang di Tanah, Punya Cara Unik Melindungi Telurnya
potret Masked Booby, salah satu burung yang membuat sarang di tanah (commons.wikimedia.org/Forest & Kim Starr)
Intinya Sih
  • Beberapa spesies burung ternyata memilih tanah sebagai tempat bersarang, bukan di pohon, dengan alasan adaptasi dan strategi bertahan hidup yang unik.
  • Masing-masing burung memiliki cara berbeda melindungi telur, seperti kamuflase warna, perilaku pengalihan perhatian, hingga penjagaan bergantian antara induk jantan dan betina.
  • Dari Killdeer hingga Buff-collared Nightjar, keanekaragaman strategi ini menunjukkan kreativitas alam dalam menjaga kelangsungan hidup berbagai spesies burung di habitat terbuka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pernahkah kamu membayangkan ada burung yang justru memilih tanah sebagai tempat bersarang? Selama ini, banyak orang mengira sarang burung selalu berada di atas pohon agar lebih aman dari gangguan. Namun, di berbagai belahan dunia, ada beberapa spesies yang meletakkan telur mereka langsung di permukaan tanah, baik di pantai, rawa, padang rumput, maupun wilayah terbuka lainnya.

Keputusan ini tentu bukan tanpa alasan. Setiap burung memiliki cara tersendiri untuk melindungi telur dan anaknya, mulai dari menyamarkan warna telur hingga mengalihkan perhatian predator. Cara-cara tersebut menunjukkan betapa uniknya strategi bertahan hidup di alam. Untuk mengetahui burung apa saja yang bersarang di tanah dan bagaimana mereka melakukannya, yuk simak penjelasannya berikut ini.

1. Killdeer

potret Killdeer yang mengerami telur di sarang sederhana berupa cekungan tanah berkerikil
potret Killdeer yang mengerami telur di sarang sederhana berupa cekungan tanah berkerikil (commons.wikimedia.org/Judy Gallagher)

Killdeer bersarang langsung di tanah terbuka dengan membuat cekungan dangkal di area seperti ladang atau hamparan kerikil. Sarangnya sangat sederhana dan hampir tidak terlihat karena menyatu dengan lingkungan sekitar. Sebelum bertelur, pasangan killdeer kadang membuat beberapa cekungan untuk membingungkan predator. Telurnya berwarna pucat dengan bercak gelap sehingga tersamarkan secara alami.

Untuk melindungi sarang yang terbuka, induk killdeer mengandalkan perilaku pengalihan perhatian. Saat merasa terancam, mereka akan bersuara keras dan berpura-pura terluka agar pemangsa menjauh dari lokasi telur. Anak yang baru menetas pun dapat segera berjalan, sehingga tidak lama berada di sarang yang rentan. Strategi ini membantu killdeer bertahan meski bersarang di tanah tanpa perlindungan khusus.

2. Bangau Sandhill

potret Bangau Sandhill di sarangnya
potret Bangau Sandhill di sarangnya (commons.wikimedia.org/gary_leavens)

Bangau Sandhill bersarang di lahan basah terbuka seperti rawa, padang rumput lembap, dan area berair dangkal yang dikelilingi vegetasi. Sarangnya dibangun langsung di tanah atau di atas genangan air dangkal, biasanya tidak jauh dari tepi lahan basah. Mereka menyusun tumbuhan sekitar seperti rumput rawa dan batang tanaman air hingga membentuk gundukan dengan cekungan di bagian tengah sebagai tempat meletakkan telur.

Telurnya berwarna pucat dengan bercak kecokelatan yang membantu menyamarkannya di antara vegetasi. Untuk melindungi sarang, bangau sandhill bersikap cukup agresif saat ada ancaman. Mereka dapat melebarkan sayap, mendesis, bahkan menendang predator yang mendekat. Meski biasanya bertelur dua butir, umumnya hanya satu anak yang bertahan hingga tumbuh besar, sehingga perlindungan terhadap sarang menjadi hal yang sangat penting bagi kelangsungan spesiesnya.

3. Masked Booby

potret Masked Booby sedang mengerami terlurnya di sarang tanah terbuka
potret Masked Booby sedang mengerami terlurnya di sarang tanah terbuka (commons.wikimedia.org/Forest & Kim Starr)

Masked Booby bersarang secara berkelompok di pulau-pulau tropis yang datar dan minim vegetasi. Sarangnya dibuat langsung di atas tanah terbuka dalam bentuk cekungan sederhana tanpa struktur yang rumit. Di sekelilingnya sering terdapat batu kecil, ranting, atau pecahan karang yang dibawa pejantan sebagai bagian dari perilaku berpasangan. Karena berada di area terbuka, jarak antar sarang biasanya diatur agar tidak terlalu berdekatan untuk mengurangi konflik.

Telurnya berwarna pucat tanpa bercak, sehingga tidak banyak mengandalkan kamuflase. Perlindungan sarang lebih bergantung pada peran kedua induk yang bergantian mengerami dan menjaga anak. Mereka mempertahankan area kecil di sekitar sarang dan akan memberi peringatan hingga menyerang jika ada burung lain yang mendekat terlalu dekat. Strategi ini membantu Masked Booby tetap mampu berkembang biak meski bersarang di tanah terbuka.

4. Burung Unta

potret burung unta menjaga telur di sarangnya yang berupa cekungan tanah dangkal
potret burung unta menjaga telur di sarangnya yang berupa cekungan tanah dangkal (commons.wikimedia.org/Fischchen)

Burung unta membuat sarang berupa lubang dangkal yang digali langsung di tanah terbuka. Dalam satu kelompok kawin, beberapa betina dapat meletakkan telur di sarang yang sama sehingga jumlahnya bisa mencapai puluhan butir. Sistem sarang komunal ini membuat telur terkumpul dalam satu tempat dan lebih mudah dijaga bersama. Telur-telur tersebut diletakkan langsung di atas tanah tanpa susunan ranting atau rumput seperti pada kebanyakan burung lainnya.

Untuk melindungi telur yang berada di tanah, burung unta mengandalkan pengawasan dan pembagian peran. Masa pengeraman berlangsung sekitar 40 hari, dengan pejantan menjaga telur pada malam hari dan betina bergantian mengerami pada siang hari. Lokasi sarang yang terbuka membantu mereka melihat ancaman dari jauh, sementara kaki yang kuat menjadi pertahanan utama jika ada pemangsa yang mendekat.

5. Buff-collared Nightjar

potret Buff-collared Nightjar, burung yang tidak membangun sarang dan mengandalkan kamuflase
potret Buff-collared Nightjar, burung yang tidak membangun sarang dan mengandalkan kamuflase (commons.wikimedia.org/Francesco Veronesi)

Buff-collared Nightjar hidup di kawasan hutan terbuka, ngarai kering, hingga daerah semak di wilayah gurun dan pegunungan Meksiko serta Amerika Serikat bagian selatan. Berbeda dari banyak burung lain, spesies ini tidak membangun sarang sama sekali. Telurnya diletakkan langsung di atas tanah, biasanya tersembunyi di bawah semak atau vegetasi rapat. Pilihan lokasi ini membantu menyamarkan telur dari pandangan predator.

Telurnya berwarna pucat dengan bercak kecokelatan dan keunguan yang menyerupai warna tanah dan dedaunan kering. Pada siang hari, burung ini beristirahat di tanah dengan posisi tubuh yang menyatu dengan lingkungan sekitar, sehingga sulit terlihat. Strategi kamuflase inilah yang menjadi bentuk perlindungan utama, menggantikan fungsi sarang fisik. Adaptasi tersebut membuat Buff-collared Nightjar mampu berkembang biak meski tanpa membangun struktur sarang seperti kebanyakan burung.

Dari lima burung tersebut, terlihat bahwa setiap spesies memiliki cara berbeda dalam membangun dan menjaga sarangnya demi bertahan hidup. Ada yang menggali lubang sederhana di tanah, ada yang berbagi sarang bersama, bahkan ada yang tidak menyusunnya sama sekali. Keanekaragaman ini memperlihatkan bahwa alam selalu memiliki cara unik dalam menjaga keberlangsungan hidup setiap makhluknya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More