ilustrasi memandangi gebetan (sweetyhigh.com)
Berbeda saat sudah tak cinta lagi, saat sedang jatuh cinta, kamu pasti lebih fokus pada hal-hal positif dari sang pujaan hati. Menurut studi gabungan di Kanada dan AS yang dimuat dalam Journal of Personality and Social Psychology pada 1996, hal inilah yang membuat hubungan berjalan mulus.
"Mereka melihat pasangan mereka secara lebih positif daripada pasangan mereka melihat diri mereka sendiri. Alhasil, konstruksi pikiran yang ideal ini menghasilkan kepuasan yang lebih besar," tulis penelitian tersebut.
Selain itu, saat dimabuk cinta, kamu jadi lebih fokus pada kejadian dan objek yang sebenarnya sederhana, tetapi mengingatkanmu pada dia. Sebuah studi di Belanda pada 2013 menemukan bahwa saat jatuh cinta, otak bak mengenyahkan informasi lain dan hanya fokus pada hal-hal tentang pujaan hati.
Lagi-lagi, hal ini diduga karena peningkatan kadar dopamin. Namun, hal ini juga dikaitkan dengan naiknya kadar norepinefrin, senyawa yang dikaitkan dengan peningkatan memori saat ada berbagai rangsangan baru.