Comscore Tracker

12 Tanda Jatuh Cinta dari Sisi Sains, Ada Risetnya!

Siapa bilang jatuh cinta bukan hal ilmiah?

Jatuh cinta adalah hal yang tak dapat dihindari hidup ini. Dan, pada dasarnya, tak ada manusia yang kebal dari perasaan tersebut. Bisa saat ini, bisa nanti, ada saatnya manusia merasakan jatuh cinta dan saat tersebut tidak diduga-duga!

Berbagai lagu, karya sastra, hingga film menggambarkan indahnya jatuh cinta. Seperti dunia hanya berputar di sekeliling si dia, kamu juga ikut terserap dalamnya. Faktanya, hal ini bisa dibuktikan secara ilmiah. Inilah beberapa tanda jatuh cinta yang telah dibuktikan dari riset.

1. Kamu berpikir dia yang paling istimewa

12 Tanda Jatuh Cinta dari Sisi Sains, Ada Risetnya!ilustrasi jatuh cinta (pexels.com/@rodnae-prod)

Seorang antropolog di Rutgers Univeristy dan salah satu pakar terkemuka dari penelitian tentang cinta di sisi sains, Helen Fisher, Ph.D, mengatakan bahwa saat jatuh cinta, kamu merasa pasangan hatimu amat unik. Salah satu tandanya adalah kamu tak merasakan gairah cinta yang sama terhadap orang lain.

Hal ini terbukti secara saintifik. Menurut sebuah penelitian di Amerika Serikat (AS) pada 2017 yang dimuat dalam jurnal Archives of Sexual Behavior, perasaan ini berasal dari peningkatan dopamin pada otak, senyawa yang berhubungan dengan perhatian dan fokus.

2. Hanya hal-hal positif yang terlihat dari doi

12 Tanda Jatuh Cinta dari Sisi Sains, Ada Risetnya!ilustrasi memandangi gebetan (sweetyhigh.com)

Berbeda saat sudah tak cinta lagi, saat sedang jatuh cinta, kamu pasti lebih fokus pada hal-hal positif dari sang pujaan hati. Menurut studi gabungan di Kanada dan AS yang dimuat dalam Journal of Personality and Social Psychology pada 1996, hal inilah yang membuat hubungan berjalan mulus.

"Mereka melihat pasangan mereka secara lebih positif daripada pasangan mereka melihat diri mereka sendiri. Alhasil, konstruksi pikiran yang ideal ini menghasilkan kepuasan yang lebih besar," tulis penelitian tersebut.

Selain itu, saat dimabuk cinta, kamu jadi lebih fokus pada kejadian dan objek yang sebenarnya sederhana, tetapi mengingatkanmu pada dia. Sebuah studi di Belanda pada 2013 menemukan bahwa saat jatuh cinta, otak bak mengenyahkan informasi lain dan hanya fokus pada hal-hal tentang pujaan hati.

Lagi-lagi, hal ini diduga karena peningkatan kadar dopamin. Namun, hal ini juga dikaitkan dengan naiknya kadar norepinefrin, senyawa yang dikaitkan dengan peningkatan memori saat ada berbagai rangsangan baru.

3. Emosi jadi tidak stabil

12 Tanda Jatuh Cinta dari Sisi Sains, Ada Risetnya!Ilustrasi mood yang buruk (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Jatuh cinta membuat perasaan jungkir balik. Di satu sisi, kamu merasa senang, berenergi, dan jantung berdebar kencang; di satu sisi, kamu merasa gugup, geregetan, tak nafsu makan, hingga merasa sedih saat mengalami hambatan dalam percintaan.

Menurut sebuah studi di Inggris pada 2017, reaksi ini mirip dengan perilaku pecandu narkoba!

"Ada bukti perilaku, senyawa saraf, dan pindaian saraf yang mendukung klaim bahwa cinta adalah bentuk kecanduan, sama seperti perilaku kecanduan narkoba," papar penelitian yang dimuat dalam jurnal Philosophy, Psychiatry, and Psychology tersebut.

Helen pun setuju dengan pernyataan tersebut. Pasalnya, saat orang yang sedang jatuh cinta melihat gambar pujaan hatinya, terdeteksi reaksi pada daerah otak yang serupa dengan reaksi pecandu narkoba saat sedang mengonsumsi obat-obatan terlarang itu.

4. Makin lama, makin cinta

12 Tanda Jatuh Cinta dari Sisi Sains, Ada Risetnya!ilustrasi cinta (unsplash.com/Mayur Gala)

Saat mencintai seseorang, kamu pasti ingin terus menemaninya di bawah "terik atau hujan". Justru hal inilah yang dapat menambah rasa cintamu pada sang gebetan.

Dalam risetnya pada 2002, Helen dan timnya mencatat bahwa hal ini dapat dikaitkan dengan peningkatan senyawa dopamin pada otak.

"Saat pemberian sebuah imbalan ditunda, sel saraf yang memproduksi dopamin di bagian tengah otak jadi lebih produktif," kata penelitian bertajuk Defining the brain systems of lust, romantic attraction, and attachment tersebut.

5. Mau terus bersama dengan si dia

12 Tanda Jatuh Cinta dari Sisi Sains, Ada Risetnya!ilustrasi belajar bersama gebetan (daterboy.com)

Menurut Helen, saat seseorang tengah jatuh cinta, rata-rata, mereka menghabiskan 85 persen waktu mereka mengagumi pujaan hati. Perilaku ini disebut "intrusive thinking" dan sempat dikaitkan dengan perilaku gangguan obsesif kompulsif (OCD). Apa yang menyebabkannya?

Sebuah studi di Belanda mencari tahu hal ini. Dimuat dalam Journal of Psychophysiology pada 2012, laki-laki memiliki kadar serotonin dalam darah yang lebih rendah saat sedang jatuh cinta. Di sisi lain, perempuan yang jatuh cinta justru memiliki kadar serotonin yang lebih tinggi.

"Para partisipan yang jatuh cinta melaporkan perilaku pemikiran obsesif terhadap pujaan hati mereka sekitar 65 persen dari kesehariannya," tulis penelitian tersebut.

6. Ketergantungan emosional dalam hubungan

12 Tanda Jatuh Cinta dari Sisi Sains, Ada Risetnya!ilustrasi cemburu (pexels.com/Budgeron Bach)

Sementara jatuh cinta bisa membuat hati berbunga-bunga, perasaan posesif, cemburu, hingga takut putus juga termasuk dalam emosi yang mengintai. Pada 2010, Helen dan tim meneliti aktivitas otak saat partisipan melihat foto pujaan hati setelah ditolak cintanya.

Dari pindaian functional magnetic resonance imaging (fMRI), terlihat aktivitas di beberapa daerah otak. Salah satu daerah tersebut adalah cingulate gyrus, yang umumnya berperan dalam keinginan mengonsumsi narkoba pada para pecandunya.

"Aktivitas pada daerah yang terlibat dalam kecanduan kokain ini dapat membantu menjelaskan perilaku obsesif yang dikaitkan dengan penolakan cinta," tulis Helen dan tim dalam penelitian yang dimuat dalam Journal of Neurophysiology tersebut.

Baca Juga: Jatuh Cinta Cuma Butuh Waktu Sesingkat Ini, Gak Usah Lama-lama!

7. Sudah memikirkan masa depan bersama

12 Tanda Jatuh Cinta dari Sisi Sains, Ada Risetnya!ilustrasi cincin pernikahan (unsplash.com/Sandy Millar)

Saat sedang jatuh cinta, mungkin kamu sudah menggambarkan pujaan hati sebagai teman hidup hingga maut memisahkan. Menurut sebuah artikel Harvard University pada 2018, saat kadar serotonin kembali normal, hormon cinta oksitosin yang meningkat. Inilah yang membuat cintamu "dewasa" dan ingin lebih serius dengan si dia.

Rekan peneliti Helen dari Albert Einstein College of Medicine, Lucy L. Brown, Ph.D, mengatakan bahwa membangun masa depan dengan si dia sama pentingnya dengan bertahan hidup. Dari berbagai studi fMRI, cinta bak termasuk dalam sistem bertahan hidup, ibarat yang kita rasakan saat minum di kala haus dan makan di saat lapar.

"Cinta adalah bagian dari strategi reproduksi manusia. Ia membantu kita membentuk hubungan yang membuat kita bertahan hidup. Manusia diciptakan untuk merasakan sihir cinta dan tertarik satu sama lain," ujar Lucy pada Live Science.

8. Merasakan empati yang besar

12 Tanda Jatuh Cinta dari Sisi Sains, Ada Risetnya!ilustrasi menunjukkan empati (freepik.com/pressfoto)

Di kala jatuh cinta, kamu mungkin merasakan sebuah semangat untuk melakukan apa pun untuk pujaan hati. Kalau kata Bruno Mars, kamu mungkin rela "menangkap granat" demi ia yang kamu cinta. Selain itu, saat pujaan hati bersedih, maka kamu pun ikut bersedih. Apa rahasia di balik perasaan empati ini?

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Helen, perasaan empati tersebut didasari oleh pola aktivitas neuron cermin pada otak, senyawa yang dikaitkan dengan perasaan empati. Dilansir Elsevier, Helen mengatakan bahwa neuron cermin jadi lebih aktif pada mereka yang sedang menjalani hubungan jangka panjang nan penuh cinta.

9. Menyamakan jadwalmu dengan dia

12 Tanda Jatuh Cinta dari Sisi Sains, Ada Risetnya!ilustrasi chatting (sguru.org)

Kalau kamu sedang jatuh cinta, rasanya makan hingga tidur pun ingin sama jamnya dengan si dia. Dalam studinya yang dipresentasikan pada 2013, Helen mengatakan bahwa hal ini dikarenakan ketertarikan pada aktivitas kimiawi otak pada pasangan.

Menurut penelitian tersebut, Helen menemukan bahwa pada individu dengan testosteron dominan (analitis, kompetitif, dan mampu mengontrol emosi) tertarik pada individu dengan estrogen dan oksitosin tinggi (penuh empati, pro-sosial, suka introspeksi, dan mencari makna hidup serta identitas diri).

10. Perasaan ingin memiliki yang eksklusif

12 Tanda Jatuh Cinta dari Sisi Sains, Ada Risetnya!ilustrasi jatuh cinta (pexels.com/fauxels)

Cinta bukanlah hal yang bisa dibagi-bagi. Oleh karena itu, ada perasaan cemburu yang disertai perilaku posesif saat kamu sedang jatuh cinta dan melihat pujaan hati sedang berinteraksi atau dekat dengan orang selain kamu.

"Perilaku posesif dan eksklusivitas seksual ini adalah evolusi yang amat penting: untuk mengenyahkan pasangan dari orang lain. Dengan begitu, hubungan tak terganggu hingga menghasilkan keturunan," catat Helen.

11. Menginginkan keselarasan emosi

12 Tanda Jatuh Cinta dari Sisi Sains, Ada Risetnya!Ilustrasi pasangan (pexels.com/katerina-holmes)

Selain menata masa depan, pasangan yang penuh cinta juga menginginkan keselarasan emosi. Meski aktivitas seksual juga penting, kedua insan juga ingin bersatu secara emosional. Malah, tanpa keselarasan emosi, maka aktivitas seksual jadi terasa hambar.

Dalam penelitiannya pada 2002, Helen mencatat bahwa keselarasan emosi adalah hal yang dicari mayoritas pasangan. Temuannya, sekitar 64 persen orang yang jatuh cinta — baik laki-laki maupun perempuan — tak setuju kalau "seks adalah bagian terpenting dari hubungan".

"Sekitar 58 persen laki-laki dan 72 persen perempuan tidak setuju dengan pernyataan, 'Bagian terbaik dari hubungan adalah seks'," papar Helen dalam penelitiannya.

12. Bak tak berdaya rasanya

12 Tanda Jatuh Cinta dari Sisi Sains, Ada Risetnya!ilustrasi stalking gebetan di media sosial (readunwritten.com)

Tak bisa hanya memandang dari jauh, cinta butuh usaha agar kita tak bertepuk sebelah tangan. Namun, gelora cinta datang tiba-tiba dan sensasinya sering kali membelenggu kita hingga tak berdaya. Hal tersebut berlaku untuk kaum adam dan hawa.

Dalam bukunya berjudul Love and Limerence (1979), psikolog Amerika, Dorothy Tennov, merekam respons 400 laki-laki dan perempuan terhadap 200 pernyataan tentang cinta. Mayoritas partisipan merasakan perasaan tak berdaya dan mengatakan bahwa cinta adalah sebuah obsesi yang tak rasional dan tak disangka-sangka.

Itulah beberapa sensasi atau tanda jatuh cinta yang terbukti secara ilmiah. Perlu diketahui, mabuk cinta tak bisa selamanya. Namun, saat cinta tak lagi semanis atau seindah dulu, apakah kamu mau mempertahankannya? Itulah cinta sejati.

Baca Juga: 5 Fakta Penting Aseksualitas, Lebih dari Tidak Merasakan Cinta

Topic:

  • Bayu D. Wicaksono
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya