Pembicaraan mengenai mitigasi bencana sering berpusat pada penelitian ilmiah, teknologi, dan berbagai pendekatan modern untuk memahami risiko yang ada. Pameran riset bertajuk "Setanah, Tak Diam" hasil kolaborasi antara British Geological Survey (BGS), BRIN, dan ITB mengenai kondisi dan potensi bahaya geologi di Bandung mencoba memperluas perspektif tersebut. Hasil penelitian yang tertuang dalam ruang seni tersebut menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat yang terbentuk dari kehidupan sehari-hari juga dapat menjadi bagian penting dalam memahami cara beradaptasi dengan lingkungan.
Pendekatan tersebut mempertemukan pengetahuan masa kini dengan pengetahuan yang telah berkembang di tengah masyarakat selama bertahun-tahun. Pengalaman pengrajin, tukang bangunan, dan berbagai kelompok masyarakat dapat menyimpan informasi yang relevan mengenai bagaimana manusia menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan tempat mereka tinggal.
Gagasan itu menjadi salah satu bagian dari pameran yang menggabungkan penelitian mengenai risiko bencana dari beberapa negara, termasuk Indonesia, Nepal, Jepang, dan Inggris. Fokusnya bukan sekadar menunjukkan potensi bencana yang ada, tetapi mengajak masyarakat memahami kemampuan adaptasi yang sebenarnya sudah dimiliki dan bisa dikembangkan untuk menghadapi risiko di masa depan.
