Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Munguk Dada Putih, Burung Kecil yang Jago Memanjat

5 Fakta Munguk Dada Putih, Burung Kecil yang Jago Memanjat
Munguk dada putih (pexels.com/Skyler Ewing)
  • Munguk dada putih (Sitta carolinensis) adalah burung 13–15 sentimeter yang tersebar dari selatan Kanada hingga Meksiko, hidup di hutan kayu keras matang, hutan campuran, dan pinggiran kota.
  • Pola makannya berubah mengikuti musim: serangga mendominasi saat musim panas, sedangkan biji dan kacang meningkat saat dingin, membantu burung ini bertahan sepanjang tahun tanpa bermigrasi.
  • Beratnya hanya 17–30 gram, tetapi hallux yang menghadap ke belakang dan cakar kuat membuatnya lincah memanjat, termasuk turun di batang pohon dengan kepala di bawah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Munguk dada putih atau white-breasted nuthatch merupakan burung kecil berukuran sekitar 13 hingga 15 sentimeter yang tersebar luas di kawasan Amerika Utara, mulai dari selatan Kanada hingga Meksiko. Burung yang memiliki nama latin Sitta carolinensis ini punya penampilan khas, yaitu bagian atas tubuh berwarna abu-abu kebiruan, wajah dan bagian bawah tubuh berwarna putih, serta perut bagian bawah berwarna cokelat. Habitat aslinya adalah hutan dengan kayu keras yang sudah matang, meski juga bisa ditemukan di hutan campuran dan kawasan pinggiran kota.

Selain penampilannya yang khas, burung munguk dada putih memiliki kebiasaan unik yang jarang dimiliki burung lain. Penasaran dengan burung yang satu ini? Yuk, simak lima fakta menarik munguk dada putih si ahli memanjat berikut ini!

  1. 1. Pola makannya berubah mengikuti musim

    Munguk dada putih
    Munguk dada putih (pexels.com/Skyler Ewing)

    Dilansir dari Animal Diversity Web, munguk dada putih mengubah komposisi makanannya setiap musim, dengan proporsi biji mencapai 68 persen dari total makanan saat musim dingin, turun menjadi 48 persen pada musim semi, tidak makan biji-bijian atau sepenuhnya makan serangga pada musim panas, lalu kembali naik menjadi 29 persen pada musim gugur.

    Perubahan pola makan ini terjadi karena ketersediaan serangga yang melimpah saat musim panas, sementara biji dan kacang menjadi sumber energi utama saat cuaca dingin karena serangga sulit ditemukan. Fleksibilitas pola makan semacam ini membantu munguk dada putih bertahan hidup sepanjang tahun tanpa perlu bermigrasi ke wilayah lain.

  2. 2. Menyimpan satu butir makanan di setiap celah kulit kayu

    Munguk dada putih
    Munguk dada putih (pexels.com/Ola Ayeni)

    Munguk dada putih ternyata memiliki kebiasaan menabung makanan di banyak tempat yang disebut sebagai scatter hoarding. Laman Sialis menjelaskan bahwa burung ini melakukan scatter hoarding dengan menyimpan satu item makanan di setiap tempat persembunyian yang berbeda. Selain biji-bijian biasa, munguk dada putih juga diketahui menimbun serangga dan biji-bijian kering.

  3. 3. Sering berkelompok dengan burung lain saat musim dingin

    Munguk dada putih
    Munguk dada putih (pexels.com/pete weiler)

    Dilansir dari South Dakota Birds, munguk dada putih kerap membentuk kelompok campuran bersama brown creeper, chickadee, dan downy woodpecker selama musim dingin berlangsung. Kebiasaan berkelompok lintas spesies semacam ini cukup umum ditemukan pada berbagai burung kecil yang tinggal di hutan beriklim sedang. Bergabung dalam kelompok campuran memberikan keuntungan tambahan berupa perlindungan ekstra dari predator, karena semakin banyak mata yang mengawasi sekitar, semakin cepat pula ancaman bisa terdeteksi.

  4. 4. Berat tubuhnya hanya sekitar 17 hingga 30 gram

    Munguk dada putih
    Munguk dada putih (pexels.com/Andrew Patrick Photo)

    Menurut laman Urban Birds, tubuh munguk dada putih tergolong sangat ringan, hanya sekitar 17 hingga 30 gram, meski rentang sayapnya bisa mencapai 20 hingga 27 sentimeter. Bobot seringan itu menjadikan burung ini bisa bergerak lincah ke segala arah di batang pohon, entah itu naik, turun, atau menyamping. Kombinasi tubuh ringan dan cakarnya yang kuat inilah yang memungkinkan munguk dada putih terlihat begitu gesit saat memanjat, seolah gravitasi bukan menjadi masalah.

  5. 5. Punya satu jari besar pada kakinya yang menghadap ke belakang

    Munguk dada putih
    Munguk dada putih (pexels.com/Jay Brand)

    Rahasia di balik kemampuan munguk dada putih memanjat turun dengan kepala di bawah ternyata terletak pada struktur kakinya. Dijelaskan oleh Wild Birds Unlimited, kaki munguk dada putih memiliki satu jari besar yang disebut hallux dan menghadap ke belakang, sementara tiga jari lainnya menghadap ke depan, sehingga burung ini bisa berjalan dengan kepala di depan menuruni batang pohon dengan cara menggerakkan satu kaki secara bergantian, sementara jari hallux di kaki yang lain tetap mencengkeram kuat kulit kayu.

    Tidak banyak burung dengan struktur kaki semacam ini karena kebanyakan burung lain justru mengandalkan ekor kaku sebagai penopang saat memanjat, bukan jari kaki khusus seperti munguk. Kemampuan mencengkeram yang kuat dari hallux dan gerakan bergantian antarkaki inilah yang menjadikan munguk dada putih dapat bergerak ke segala arah pada permukaan vertikal dengan lincah.

    Dari kebiasaan menabung biji satu per satu di celah kulit kayu, hingga kaki mungil dengan jari hallux yang jadi kunci utama keahliannya dalam memanjat pohon, munguk dada putih membuktikan bahwa burung sekecil ini menyimpan begitu banyak keahlian yang jarang dimiliki oleh burung lain.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More