Sesar Lembang kini menjadi salah satu sesar yang paling banyak dipantau dan didokumentasikan di Indonesia. Berbagai instrumen digunakan untuk mengamati aktivitas sesar dan kondisi kawasan di sekitarnya, mulai dari GPS, pengamatan satelit, tiltmeter, hingga seismometer yang membantu peneliti memahami perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu.
Pemantauan tersebut penting karena Sesar Lembang berada di kawasan dengan populasi yang padat. Dr. Endra Gunawan dari ITB menyebut bahwa Bandung Basin disebut memiliki sekitar 9 juta penduduk, sementara permukiman juga ditemukan sangat dekat dengan jalur sesar, membuat penelitian tidak hanya berfokus pada bagaimana sesar bergerak tetapi juga risiko yang dapat muncul bagi masyarakat dan infrastruktur.
Teknologi monitoring pun digunakan dalam beberapa skala, mulai dari sensor yang mengamati kestabilan batuan di Gunung Batu hingga GPS dan InSAR untuk melihat pergerakan permukaan secara lebih luas. Kombinasi berbagai metode tersebut membantu peneliti menghubungkan rekaman geologi dari masa lalu dengan pergerakan yang sedang berlangsung saat ini.
