Bandung memiliki bentang alam yang menarik, tetapi pada saat bersamaan berada di lingkungan geologi yang dinamis. Lebih dari sembilan juta orang tinggal di Kawasan Metropolitan Bandung yang berdekatan dengan Sesar Lembang serta sejumlah gunung api aktif seperti Tangkuban Parahu, Guntur, Papandayan, dan Galunggung, sehingga pemahaman terhadap risiko geologi menjadi bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat.
Kondisi tersebut menjadi fokus penelitian kolaboratif Inggris dan Indonesia bertajuk Exposed: Physical and Social Exposure to Seismic and Volcanic Threats in Bandung, Indonesia. Diinisiasi British Geological Survey (BGS) dan Institut Teknologi Bandung (ITB), penelitian ini tidak diarahkan untuk memprediksi kapan gempa atau aktivitas geologi akan terjadi, tetapi memahami potensi bahaya serta siapa dan apa yang paling mungkin terpapar sehingga kesiapsiagaan dan perencanaan resiliensi dapat dibangun berdasarkan bukti ilmiah.
Hasil dan pendekatan penelitian tersebut kemudian dibawa lebih dekat kepada masyarakat melalui pameran "Setanah, Tak Diam di Bandung". Berlangsung mulai 28 Agustus 2026 hingga Januari 2027, pameran ini mempertemukan sains, seni, budaya, dan pengalaman masyarakat untuk menerjemahkan isu risiko geologi yang kompleks menjadi percakapan yang lebih mudah dipahami publik.
