Flamingo merupakan burung yang erat kaitannya dengan cinta dan kasih sayang. Warna merah muda di tubuhnya juga menguatkan hal tersebut. Tak hanya itu, burung ini ternyata dibagi menjadi beberapa spesies dengan keunikannya tersendiri. Nah, salah satu spesiesnya adalah flamingo besar (Phoenicopterus roseus).
5 Fakta Menakjubkan Flamingo Besar, Tingginya Hampir 2 Meter

- Flamingo besar merupakan spesies flamingo terbesar, umumnya setinggi 1–1,5 meter dan berbobot 2–4 kilogram; individu raksasa pernah mencapai 1,8 meter serta 4,5 kilogram.
- Burung ini tersebar di Afrika, Eropa, dan Asia, mendiami sungai, danau, muara, bakau, pesisir, hingga rawa; populasinya meningkat dan tidak tergolong terancam punah.
- Flamingo besar menyaring lumpur untuk memakan krustasea, moluska, larva, alga, dan diatom; pasangan berganti tiap musim kawin, sementara usia penangkaran rata-rata mencapai 60 tahun.
Seperti namanya, burung dengan bobot maksimal 4.5 kilogram tersebut merupakan spesies flamingo terbesar. Ia bisa ditemukan di berbagai daerah, mulai dari wilayah tropis hingga subtropis. Ciri fisiknya juga unik, khususnya warna dan bentuk paruhnya. Yuk, kita ulik berbagai fakta menarik flamingo besar di bawah ini.
1. Spesies terbesar dengan bobot maksimal 4,5 kilogram

flamingo besar (commons.wikimedia.org/Giles Laurent) Laman Birda menerangkan bahwa flamingo besar adalah spesies flamingo terbesar di dunia. Pertama, tinggi burung ini sekitar 1 hingga 1,5 meter. Kemudian, bobot rata-ratanya berkisar antara 2-4 kilogram. Namun, pernah ditemukan individu dewasa berukuran raksasa dengan tinggi 1,8 meter dan bobot mencapai 4,5 kilogram. Tubuh flamingo besar sendiri didominasi oleh warna putih. Warna pink hanya terlihat di beberapa bagian seperti paruh, kaki, dan sayap. Warna hitam juga nampak, tepatnya di ujung paruh dan ujung sayap.
2. Flamingo besar hidup di Afrika, Eropa, hingga Asia

flamingo besar (commons.wikimedia.org/Diego Delso) Dilansir BirdLife DataZone, flamingo besar tersebar luas di tiga benua, yaitu Afrika, Eropa, dan Asia. Lebih lanjut, beberapa negara yang menjadi wilayah penyebaran alaminya adalah Bangladesh, Angola, Zimbabwe, Belarus, Belgia, Kamboja, China, Kroasia, Finlandia, Inggris, India, hingga Mozambik. Populasi flamingo besar juga terus meningkat dan ia bukan termasuk hewan terancam punah. Habitat burung ini tak jauh berbeda dari flamingo lain, yaitu sungai, danau, muara sungai, area bakau, daerah pesisir, zona neritik, hingga rawa.
3. Makanan flamingo besar adalah hewan berukuran kecil

flamingo besar (commons.wikimedia.org/Adrian Pingstone) Dilansir Animal Diversity Web, makanan utama flamingo besar adalah hewan berukuran kecil seperti krustasea, moluska, dan larva serangga. Beberapa hal lain seperti diatom, alga, dan material tanaman juga menjadi bagian dari menu makanan unggas ini. Karena bentuk paruhnya yang unik, flamingo besar juga memiliki metode makan yang berbeda dari burung lain.
Pertama, ia akan berdiri di perairan dangkal yang berlumpur. Kemudian, burung ini akan menggali atau mengubek-ubek lumpur dengan kakinya. Setelah itu, ia akan menurunkan kepala dan menyerok sebagian lumpur menggunakan paruh. Di dalam paruh lumpur akan disaring. Penyaringan tersebut membuat flamingo besar bisa menelan hewan kecil atau mikroorganisme yang ada di lumpur.
4. Suka mencari pasangan yang usianya lebih tua

flamingo besar (commons.wikimedia.org/Charles J. Sharp) Flamingo besar bukan termasuk hewan yang setia. Sebaliknya, ia akan berganti pasangan tiap musim kawin. Laman Avibase juga menerangkan bahwa burung ini menyukai pasangan yang berpengalaman dan punya usia lebih tua. Selain itu, flamingo besar juga sering kawin dengan individu lain yang usianya setara.
Di musim kawin flamingo besar akan bergerombol dan membentuk koloni besar. Di koloni tersebut tiap individu akan menarik perhatian pasangan dengan cara menari hingga melebarkan sayap. Saat usianya lebih dari 20 tahun, biasanya kemampuan menari dan menarik perhatian pasangannya akan menurun. Dalam hal ini, gerakan dan tariannya menjadi lebih sederhana.
5. Usia flamingo besar bisa mencapai 60 tahun

flamingo besar (commons.wikimedia.org/Benjamin Smith) Menurut Kebun Binatang Bazel, usia rata-rata flamingo besar di penangkaran ada di angka 60 tahun. Sementara itu, usia individu liar sedikit lebih rendah, yaitu sekitar 30-40 tahun. Di sisi lain, flamingo besar tertua punya usia 83 tahun. Ia ditangkarkan di Kebun Binatang Adelaide dan tutup usia pada 2014. Individu tertua tersebut tak mati karena sebab alami. Sebaliknya, ia disuntik mati karena usianya yang sudah terlalu tua, memiliki banyak komplikasi penyakit, dan kemungkinan tak akan sanggup hidup lebih lama lagi.
Setelah mengulik berbagai fakta menarik flamingo besar kamu jadi lebih mengenal burung air tersebut. Dapat terlihat bahwa flamingo besar bukan sekadar burung besar berwarna putih yang hidup berkelompok. Sebaliknya, ia merupakan bukti dari keberagaman spesies burung dan menjadi cerminan bagaimana kehidupan burung di alam liar yang keras.


![[QUIZ] Tes Rumus Matematika Tingkat SMP, Bisa Jawab Berapa?](https://image.idntimes.com/post/20241027/quiz-tes-rumus-matematika-tingkat-smp-seberapa-paham-kamu-2-8a885fb7d63f4126f6b219777db07dc4.jpg)














