Studi: Kucing Lebih Cenderung Tidur Miring ke Kiri

- Sebagian besar kucing tidur miring ke kiri
- Tidur miring kiri membantu kucing dalam strategi bertahan hidup
- Fenomena tidur miring kiri berkaitan dengan asimetri hemisfer otak
Kamu pernah gak melihat kucing tidur miring ke kiri dan mikir, “Kok lucu banget sih?” Awalnya mungkin kamu anggap itu cuma posisi nyaman ala kucing manja. Tapi ternyata, ada yang lebih dalam dari sekadar pose menggemaskan. Para ilmuwan baru-baru ini mengungkap fakta menarik dalam jurnal Current Biology: sebagian besar kucing memang cenderung tidur miring ke kiri. Ini bukan kebetulan, tapi bagian dari strategi alami yang diwariskan turun-temurun.
Sama seperti posisi tidur yang unik di dunia manusia, posisi tidur kucing juga kelihatan santai, tapi sebenarnya penuh makna. Tidur miring ke kiri dipercaya berkaitan dengan cara kerja otak, keseimbangan tubuh, dan naluri bertahan hidup mereka. Jadi, lain kali kamu lihat kucingmu tidur dalam posisi itu, mungkin kamu sedang menyaksikan evolusi bekerja secara diam-diam.
Tidur miring kiri dan kaitannya dengan strategi bertahan hidup

Dalam kondisi tidur, kucing berada pada keadaan paling rentan terhadap ancaman. Karena itu, posisi tubuh saat tidur menjadi penting untuk bertahan hidup. Studi terbaru menemukan bahwa sekitar 2/3 kucing lebih suka tidur miring ke kiri. Posisi ini membuat mata kiri dan bidang pandang kirinya tetap terbuka ke arah luar.
Ini memungkinkan sisi kanan otaknya, yang bertanggung jawab atas kewaspadaan spasial dan reaksi terhadap ancaman, tetap aktif dan siaga. Dengan kata lain, tidur miring kiri memberi kucing peluang reaksi yang lebih cepat jika tiba-tiba terbangun karena gangguan dari predator.
"Tidur adalah salah satu kondisi paling rentan bagi hewan, karena kewaspadaan anti-predator berkurang drastis, terutama pada fase tidur nyenyak," tulis penulis studi tersebut.
Otak kucing dan peran asimetri hemisfer
Fenomena tidur miring kiri ini berkaitan erat dengan prinsip asimetri otak. Belahan otak kanan dan kiri memiliki fungsi yang berbeda. Dalam banyak spesies, termasuk kucing, belahan otak kanan lebih dominan dalam hal pengolahan informasi visual dari sisi kiri tubuh serta deteksi ancaman lingkungan.
Dengan memilih tidur miring ke kiri, kucing secara tidak sadar mengoptimalkan sistem deteksi ancamannya, bahkan saat berada dalam fase tidur dalam. Hal ini menunjukkan bahwa perilaku tidur kucing tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan, tapi juga hasil dari evolusi dan pembentukan pola kerja otak yang kompleks.
"Asimetri dalam perilaku bisa menguntungkan karena kedua belahan otak memiliki spesialisasi dalam tugas yang berbeda," ujar Onur Güntürkün ahli saraf perilaku yang terlibat dalam studi tersebut (24/6/2025).
Temuan bahwa sebagian besar kucing lebih suka tidur miring ke kiri membuktikan bahwa bahkan dalam keadaan tidur pun, naluri bertahan hidup tetap bekerja. Di balik kebiasaan tidur mereka yang menggemaskan, ada strategi evolusioner yang melibatkan kerja otak dan persepsi spasial yang canggih.
Referensi
Isparta, Sevim, Sebastian Ocklenburg, Marcello Siniscalchi, Charlotte Goursot, Catherine L Ryan, Tracy A Doucette, Patrick R Reinhardt, et al. “Lateralized Sleeping Positions in Domestic Cats.” Current Biology 35, no. 12 (June 1, 2025): R597–98.
"Cats Prefer to Sleep on Their Left Side". Diakses pada Juli 2025. Ruhr-Universität Bochum.