Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Evaluasi Putri KW Usai Tur Eropa 2026: Konsistensi Jadi Sorotan

Evaluasi Putri KW Usai Tur Eropa 2026: Konsistensi Jadi Sorotan
Putri Kusuma Wardani (Putri KW) kandas di 16 besar Indonesia Masters 2026. (IDN Times/Aditya Mustaqim)
Intinya Sih
  • Putri Kusuma Wardani tampil di tur Eropa 2026 dengan hasil perempat final All England dan runner up Swiss Open, menunjukkan progres positif dalam performanya.
  • Pelatih Imam Tohari menilai konsistensi dan kontrol mental masih menjadi tantangan utama Putri KW, terutama saat menghadapi tekanan di laga-laga penting seperti final.
  • Meski ada evaluasi, Imam tetap memuji perkembangan Putri KW dan menekankan pentingnya kesiapan mental serta kepercayaan diri jelang Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Performa tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, menjadi sorotan usai menjalani rangkaian tur Eropa 2026. Meski mencatat hasil cukup menjanjikan, sejumlah catatan penting tetap mengemuka, terutama terkait konsistensi dan kekuatan mental saat menghadapi tekanan pertandingan.

Putri KW tampil di dua turnamen besar, yakni All England dan Swiss Open 2026. Ia mampu menembus perempat final All England Super 1000 dan finis sebagai runner-up di Swiss Open Super 300. Hasil tersebut dinilai sebagai progres positif, namun belum sepenuhnya stabil.

Pelatih tunggal putri utama PBSI, Imam Tohari, menegaskan peningkatan performa harus dibarengi dengan konsistensi yang lebih matang jika ingin bersaing di level elite dunia.

1. Konsistensi masih jadi pekerjaan rumah utama

Putri Kusuma Wardani di final Swiss Open 2026
Putri Kusuma Wardani di final Swiss Open 2026 (dok.PP PBSI)

Imam Tohari menilai permainan Putri KW selama tur Eropa menunjukkan perkembangan signifikan. Namun, inkonsistensi dalam permainan masih menjadi kendala utama.

Dalam beberapa laga, Putri mampu tampil dominan, tetapi di momen lain justru kehilangan kontrol permainan. Hal ini dinilai berkaitan erat dengan pengelolaan pikiran dan strategi di lapangan.

“Dalam setiap pertandingan ada yang bagus dan tidak bagus. Konsistensi di lapangan masih harus ditingkatkan, terutama dalam kontrol pikiran dan cara bermain,” kata Imam mengutip keterangan tertulis PBSI.

2. Final Swiss Open jadi cermin evaluasi mental

Wakil Thailand, Supanida Katethong dan Putri Kusuma Wardani di podium tunggal putri Swiss Open 2026
Wakil Thailand, Supanida Katethong dan Putri Kusuma Wardani di podium tunggal putri Swiss Open 2026 (dok.PP PBSI)

Sorotan tajam tertuju pada penampilan Putri KW di partai final Swiss Open 2026. Menghadapi wakil Thailand, Supanida Katethong, Putri harus mengakui keunggulan lawan dalam dua gim langsung dengan skor 11-21 dan 15-21.

Imam menilai, Putri tidak mampu mengeluarkan permainan terbaiknya di laga puncak. Faktor mental disebut menjadi pembeda utama.

“Di final, Putri belum bisa mengeluarkan permainan terbaiknya. Faktor mental dan kontrol pikiran (kurang tenang dan kurang yakin) cukup memengaruhi penampilannya. Memang untuk partai final tekanan mental yang dirasakan para pemain tentu berbeda dibanding pertandingan sebelumnya. Saya berharap Putri bisa mengatasi hal tersebut untuk kedepannya,” kata Imam.

3. Progres positif, tapi tantangan semakin besar

Putri Kusuma Wardani menembus perempat final All England 2026 (dok.PP PBSI)
Putri Kusuma Wardani menembus perempat final All England 2026 (dok.PP PBSI)

Di balik evaluasi tersebut, apresiasi tetap diberikan atas perkembangan Putri KW. Ia dinilai menunjukkan peningkatan dari sisi teknik maupun daya saing di level internasional.

Namun, untuk menembus papan atas dunia, dibutuhkan lebih dari sekadar kemampuan teknis. Kesiapan mental, keberanian mengambil inisiatif, serta kepercayaan diri menjadi faktor penentu.

Dalam waktu dekat, Putri KW dijadwalkan tampil di Kejuaraan Bulu Tangkis Asia (BAC) 2026 di Ningbo, China, pada 7–12 April. Turnamen ini akan menjadi ujian berikutnya sekaligus momentum pembuktian.

“Progres Putri sudah baik, tetapi untuk menembus jajaran empat besar dunia tentu tidak mudah. Ia harus memahami kendala dalam dirinya, berani mengambil inisiatif, dan lebih percaya diri saat bertanding,” kata Imam.

Share
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in Sport

See More