Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

6 Hal Serbapertama di Moto2 dan Moto3 Malaysia 2026, Veda Ukir Sejarah

4 min read
6 Hal Serbapertama di Moto2 dan Moto3 Malaysia 2026, Veda Ukir Sejarah
ilustrasi balap Moto3 (unsplash.com/Nader Saremi)
  • Angel Piqueras meraih podium perdana Moto2 dengan finis ketiga setelah start kedua, usai pulih dari cedera panjang; David Alonso menang di depan Daniel Holgado.
  • Veda Ega Pratama finis runner-up Moto3 dari старт kedelapan, menjadi pembalap Indonesia pertama yang meraih posisi kedua Grand Prix serta mengoleksi podium keduanya sebagai rookie.
  • Hakim Danish start baris depan kandang sebagai pembalap Malaysia pertama sejak 2012 dan finis keempat; Zen Mitani merebut poin perdana Moto3 lewat posisi ke-13.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Moto2 dan Moto3 Malaysia yang dihelat Jumat hingga Minggu (30/10—1/11/2026) jadi ajang unjuk gigi. Di kelas intermediate, seorang pembalap yang pulih cedera kembali bisa bersaing di barisan depan. Bahkan, pembalap debutan ini mampu finis tiga besar.

Di kelas ringan, dua pembalap Asia Tenggara tampil sangat mumpuni. Mereka berduel di posisi lima besar untuk memperebutkan posisi runner-up. Salah satunya menggapai posisi itu sekaligus mengukir sejarah baru. Di Sirkuit Sepang, beberapa momen serbapertama memang tercipta dan layak untuk dirayakan.

  1. 1. Angel Piqueras meraih podium pertamanya di Moto2

    Debut Angel Piqueras tak berjalan mulus. Sejak awal musim, pembalap rookie di tim QJMOTOR – MSI ini didera cedera panjang. Namun, di seri Malaysia, ia bisa mengeluarkan kemampuan maksimalnya sejak sesi latihan.

    Di sesi kualifikasi, ia bisa jadi yang tercepat kedua sehingga menghuni barisan depan di grid balap. Ini adalah urutan start terbaiknya musim ini. Tak menyia-nyiakan kesempatan, Piqueras bisa finis di posisi ketiga yang merupakan podium pertamanya di Moto2. Ia finis di belakang dua pembalap CFMOTO Aspar Team, yaitu David Alonso yang menang dan Daniel Holgado sebagai runner-up.

  2. 2. Di Moto3, Rico Salmela merasakan aspal Sirkuit Sepang untuk pertama kalinya

    Bagi Rico Salmela, balapan di seri Malaysia adalah pengalaman baru. Rookie dari tim Red Bull KTM Tech3 ini untuk pertama kalinya merasakan aspal Sirkuit Sepang. Namun, rider muda berusia 18 tahun itu hanya memulai balapan dari urutan ke-18. Salmela juga gagal finis saat balapan karena terjatuh setelah hanya melahap tujuh putaran.

  3. 3. Hakim Danish jadi pembalap Malaysia pertama sejak 2012 yang start dari baris pertama balapan kandang

    Sebagai debutan yang berstatus kampiun Grand Prix, Hakim Danish punya harapan besar untuk naik podium di balapan kandang. Pembalap tuan rumah yang berbaju tim MT Helmets – MSI ini juga start dari urutan ketiga, menjadikannya pembalap Malaysia pertama sejak 2012 yang start dari baris pertama saat homerace. Ia meneruskan jejak Zulfahmi Khairuddin.

    Sayangnya, Hakim tak bisa finis di posisi tiga besar. Saat balapan, ia hanya mampu finis keempat saja. Kendati begitu, Hakim mengaspal dengan sangat kompetitif. Ia tetap mendapatkan decak kagum karena bisa menyuguhkan duel panas di lintasan.

  4. 4. Veda Ega Pratama untuk pertama kalinya finis sebagai runner-up di Moto3

    Veda Ega Pratama jadi salah satu pembalap yang paling disorot di Sirkuit Sepang. Pasalnya, pembalap Honda Team Asia itu tampil agresif, tetapi sangat matang. Meski start dari urutan kedelapan, Veda bisa finis di posisi kedua setelah bersaing ketat dengan Alvaro Carpe (Red Bull KTM Factory Racing), Hakim Danish, dan David Almansa (Liqui Moly Dynavolt Intact GP).

    Maximo Quiles (CFMOTO Aspar Team) yang menang dengan gap 3,734 detik sudah tak terkejar sejak pertengahan balapan. Mau tak mau, posisi runner-up adalah hasil terbaik yang harus dikejar Veda, Carpe, Hakim, dan Almansa yang menghuni grup depan. Keempat pembalap muda itu saling salip di banyak putaran.

    Pada babak terakhir, Veda paling kompetitif. Setelah sukses menyalip Almansa, ia bisa bertahan dari tekanan berat yang diluncurkan Danish dan Carpe. Hingga akhirnya Veda finis sebagai runner-up dan Carpe melengkapi posisi podium. Bagi Veda, ini adalah posisi runner-up pertamanya di Moto3.

  5. 5. Veda jadi pembalap Indonesia pertama yang finis runner-up di ajang Grand Prix

    Veda Ega Pratama mencetak sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang finis sebagai runner-up di ajang Grand Prix. Veda melampaui pencapaiannya sendiri yang sebelumnya finis podium ketiga di Brasil. Sebagai rookie, pencapaian dua podium terhitung sangat spektakuler.

  6. 6. Zen Mitani mengemas poin pertamanya di Moto3

    Zen Mitani akhirnya bisa finis di zona poin untuk pertama kalinya di Moto3. Pembalap debutan yang merupakan rekan setim Veda itu finis ke-13 di Sirkuit Sepang. Ia kini mengemas 3 poin.

    Jika tak ada perubahan jadwal, Moto2 dan Moto3 seri berikutnya bakal digelar di Sirkuit Lusail, Qatar, pada 6—8 November 2026. Perebutan titel juara dunia di kelas intermediate makin memanas karena selisih antara Manuel Gonzalez (Liqui Moly Dynavolt Intact GP) dan Izan Guevara (Blu Cru Pramac Yamaha) hanya 3,5 poin. Siapa yang akan merengkuh hasil maksimal?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More