Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kelakar Hendra Setiawan Jadi Pelatih Tim Thomas Cup: Duh, Pusing!

Kelakar Hendra Setiawan Jadi Pelatih Tim Thomas Cup: Duh, Pusing!
Hendra Setiawan sebagai bagian dari tim pelatih untuk Thomas Cup 2026 (dok.PP PBSI)
Intinya Sih

  • Hendra Setiawan untuk pertama kalinya ikut Thomas Cup sebagai pelatih dan mengaku perlu banyak beradaptasi serta belajar dari Antonius Budi Ariantho.
  • Ia akan mendampingi seluruh pasangan ganda putra Indonesia tanpa membeda-bedakan status pelatnas maupun non-pelatnas selama ajang Thomas Cup 2026.
  • Hendra mengenang momen manis saat membawa Indonesia juara di Aarhus, Denmark, dan menyebut persaingan kali ini terasa lebih merata.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Hendra Setiawan untuk pertama kalinya akan mengikuti Thomas Cup sebagai seorang pelatih. Legenda ganda putra Indonesia ini mengaku menjalani ajang dua tahunan tersebut bukan sebagai pemain, justru lebih memusingkan.

"Lebih apa ya, lebih pusing juga kali ya," canda Hendra lewat sambungan telepon.

1. Adaptasi jadi pelatih di Thomas Cup

Hendra Setiawan di Pelatnas PBSI Cipayung
Hendra Setiawan di Pelatnas PBSI Cipayung (IDN Times/Margith Damanik)

Menurut Hendra, bagian yang dianggapnya memusingkan sebagai pelatih di Thomas Cup adalah beberapa adaptasi yang harus dilakukan. Hendra mengaku sedang dan akan belajar banyak dari pelatih ganda putra pelatnas PBSI, Antonius Budi Ariantho.

"Ya maksudnya kan ini beregu, jadi kan kami harus kerja sama juga sama teman-teman yang lain. Terus, apalagi saya kan ini baru pertama kali sebagai pelatih. Jadi ya lebih banyak belajar dulu lah saya ke Ko Anton juga," kata Hendra.

2. Dampingi semua pemain ganda

WhatsApp Image 2025-08-20 at 18.17.17.jpeg
Hendra Setiawan di GOR Gideon Badminton Hall, Bogor Jelang Kejuaraan Dunia 2025 (IDN Times/Margith Damanik)

Ganda putra Indonesia membawa tiga pasangan untuk Thomas Cup 2026. Sebanyak dua pasangan berasal dari Pelatnas Cipayung, yakni Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, sedangkan satu lainnya berstatus non-pelatnas, Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani.

Namun, Hendra memastikan tidak akan ada perbedaan dalam skuad Thomas Cup. Hendra mengaku sudah sepakat dengan Anton untuk bersama-sama mendampingi siapa pun pemain ganda putra Indonesia yang diturunkan untuk berlaga.

"(Mendampingi) ke semua pemain ganda sih. Ya, kalau kemarin sudah ngobrol, kami bareng sih. Mau yang main siapa pun, ya (mendampingi) bareng-bareng," kata Hendra.

3. Punya cerita sendiri dengan Denmark

Tim Thomas Indonesia di atas podium juara Thomas Cup 2020. (instagram.com/badmintom.ina)
Tim Thomas Indonesia di atas podium juara Thomas Cup 2020. (instagram.com/badmintom.ina)

Hendra punya kisah manis dengan Thomas Cup. Beberapa kali, Hendra bahkan menjadi kapten skuad beregu putra di Thomas Cup. Maka dari itu, tak heran julukan Kapten Abadi melekat kepadanya.

Terlebih, prestasinya juga cukup gemilang dengan raihan satu gelar dan dua status runner-up. Sering main di Thomas Cup, Hendra mengaku pengalamannya yang paling berkesan adalah pada 2020 lalu, kala main di Aarhus, Denmark, ketika berhasil mengantarkan Indonesia jadi juara.

"Ya pastilah (memberikan semangat tersendiri). Maksudnya kan, kami terakhir main di sana terus juara. Cuma, kali ini saya lihat persaingannya lebih merata ya," kata Hendra.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in Sport

See More