Mengapa Peluang Nicolo Bulega Debut di MotoGP 2027 Kian Menipis?

- Ducati belum menentukan susunan pembalap untuk MotoGP 2027, membuat peluang Nicolo Bulega bergabung di tim utama semakin kecil meski performanya di WorldSBK sedang menanjak.
- Manajer Bulega mengungkapkan beberapa tim non-Ducati telah menghubungi mereka, namun keputusan akhir tetap menunggu kepastian dari Ducati sebelum membuka opsi lain.
- Bulega telah menjadi bagian dari Ducati sejak 2022 dan kini berperan sebagai pembalap tes MotoGP 2026 untuk membantu pengembangan motor menghadapi regulasi baru musim 2027.
Bursa pembalap MotoGP 2027 belum kembali menggeliat. Namun, bukan berarti tim di kelas utama tidak aktif berburu pembalap incaran. Sejumlah pembalap masuk radar untuk berkiprah di MotoGP musim depan, salah satunya adalah Nicolo Bulega.
Pembalap berkebangsaan Italia itu kerap dikaitkan dengan Ducati. Itu bukan sebuah kejutan mengingat Bulega merupakan pembalap Aruba.it Ducati di WorldSBK. Ia juga mengemban tugas sebagai pembalap tes untuk pabrikan asal Borgo Panigale, Italia, tersebut di MotoGP 2026.
Namun, kans Bulega berkompetisi di kelas utama balapan grand prix kian memudar. Padahal, ia kini sedang tampil moncer di WorldSBK 2026. Mengapa itu mungkin terjadi?
1. Ducati belum menetapkan susuan pembalap tim pabrikan dan satelit untuk MotoGP 2027
Peluang Nicolo Bulega berkompetisi di MotoGP 2027 bersama Ducati tampaknya kian menipis. Alberto Martinelli selaku manajer Bulega mengaku belum mendapatkan penawaran untuk kursi balap musim depan. Ia juga belum mengetahui pasti keputusan seperti apa yang bakal diambil Ducati. Namun, Martinelli menegaskan komitmen Bulega adalah tetap bersama pabrikan tersebut.
"Kami belum tahu prioritas perusahaan maupun kesepakatan mereka dengan tim satelit. Kami hanya bisa menunggu. Namun, kami tentu tidak bisa menunggu selamanya," kata Alberto Martinelli dilansir Moto.it.
Ducati memang belum menetapkan susunan pembalap untuk tim pabrikan dan satelit. Namun, kans Bulega menempati kursi balap di tim utama sangatlah kecil. Crash melansir, Marc Marquez dan Pedro Acosta diperkirakan bakal mengisi komposisi susunan pembalap Ducati Lenovo Team. Sementara itu, Fabio Di Giannantonio akan bertahan bersama VR46 Racing. Diggia kemungkinan bakal berbagi garasi dengan Fermin Aldeguer.
Di sisi lain, Gresini Racing dikabarkan telah menyepakati perjanjian baru untuk tetap memakai Ducati meski sempat kecewa karena Ducati memindahkan Aldeguer ke VR46 Racing Team. Gresini berencana untuk kembali menggaet Enea Bastianini. Nantinya, mereka akan menduetkan Bastianini dengan Daniel Holgado yang tengah memperkuat CFMOTO Aspar Team Moto2.
2. Nicolo Bulega tak menutup kesempatan debut bersama pabrikan lain di MotoGP 2027
Kesempatan Nicolo Bulega untuk berkompetisi di MotoGP 2027 tidak sepenuhnya tertutup. Alberto Martinelli menyebut, sejumlah tim di luar Ducati telah mengontak dirinya. Akan tetapi, pembicaraan yang terjadi baru sebatas permintaan informasi mengenai status Bulega.
Martinelli menyadari cukup sulit untuk berpisah dari Ducati. Namun, ia tak sepenuhnya menutup peluang untuk menerima tawaran dari pabrikan lain. Bahkan, Martinelli menegaskan dirinya akan kembali menghubungi tim-tim yang sempat berkontak dengannya jika Ducati tidak segera mengambil keputusan.
"Pihak Ducati tahu prioritas utama kami adalah tetap menjadi bagian dari mereka di MotoGP. Akan tetapi, kerja sama tentu memerlukan kesepakatan kedua belah pihak. Kami mungkin akan kembali menghubungi tim-tim lain jika tidak menerima penawaran dalam waktu yang ditentukan," jelas Alberto Martinelli dikutip Moto.it.
3. Nicolo Bulega telah menjadi bagian dari Ducati sejak bergabung dengan Aruba.it Racing pada 2022
Nicolo Bulega bukan pembalap yang asing bagi Ducati. Ia menjadi bagian dari pabrikan tersebut sejak 2022. Ketika itu, Bulega bergabung dengan Aruba.it Racing dalam ajang WorldSSP.
Bulega menghabiskan waktu 2 musim berkiprah di sana sebelum mendapatkan promosi ke WorldSBK bersama tim yang sama. Ia langsung berhadapan dengan Toprak Razgatlioglu dalam perebutan titel juara pada 2024. Sayangnya, Bulega harus puas menduduki peringkat kedua dengan selisih 43 poin dari Razgatlioglu.
Bulega kembali menjadi salah satu penantang juara di WorldSBK 2025. Namun, ia kembali gagal merengkuh gelar juara karena tertinggal 13 poin dari Razgatlioglu. Itu membuatnya menduduki peringkat kedua dalam dua musim beruntun.
4. Nicolo Bulega mengemban tugas sebagai pembalap tes Ducati yang tengah bersiap menghadapi regulasi baru MotoGP 2027
Kiprah Nicolo Bulega tak hanya berkutat di WorldSBK saja. Pembalap berusia 26 tahun itu juga terjun di ajang MotoGP. Ducati resmi menunjuknya sebagai pembalap tes untuk pabrikan tersebut pada 2026. Bahkan, Bulega berkesempatan ambil bagian pada dua balapan pemungkas MotoGP 2025. Ia menggantikan Marc Marquez yang absen akibat cedera bahu.
Bulega berhasil mengumpulkan total 2 poin di GP Portugal dan Valencia. Ia finis di posisi ke-15 pada balapan utama dua seri tersebut. Capaian tersebut menempatkannya di peringkat ke-27 dalam klasemen pembalap.
Penunjukan Bulega sebagai pembalap tes Ducati selama MotoGP 2026 bukan tanpa sebab. Itu menjadi bagian dari persiapan Ducati menghadapi perubahan regulasi yang berlaku pada 2027. Motor MotoGP akan menggunakan mesin berkapasitas 850cc serta dibekali dengan ban Pirelli.
Bulega sudah tidak asing dengan ban Pirelli. Merek ban asal Italia itu saat ini dipakai di WorldSBK sebelum musim depan berganti menjadi Michelin. Pengalaman Bulega memacu motor dengan ban Pirelli sangat diperlukan Ducati untuk mendapat data yang nantinya menjadi acuan dalam arah pengembangan motor.
Nicolo Bulega sedang menanti kepastian nasibnya untuk MotoGP 2027. Terlepas dari itu, ia kini sedang bertarung dalam perebutan gelar juara WorldSBK 2026. Bulega memimpin klasemen dengan perolehan 124 poin. Bukan tidak mungkin, titel juara WorldSBK musim ini akan menjadi penutup kiprahnya pada ajang tersebut jika Bulega resmi mendapat kontrak menjadi pembalap reguler MotoGP.


















