Romantisme Denmark dan Misi Indonesia Juara Thomas Cup 2026
- Tim beregu putra Indonesia menargetkan juara Thomas Cup 2026, terinspirasi dari keberhasilan meraih trofi saat turnamen digelar di Denmark pada 2021.
- Fajar Alfian menegaskan perjuangan menuju final tidak mudah karena Indonesia harus menghadapi Prancis, Thailand, dan Aljazair yang memiliki pemain kuat.
- Kombinasi pemain senior dan muda diharapkan menciptakan kekompakan serta semangat baru untuk mengembalikan kejayaan tim Merah-Putih di ajang bergengsi ini.
Jakarta, IDN Times - Tim beregu putra Indonesia memasang target tinggi di Thomas Cup 2026. Fajar Alfian dan kawan-kawan berharap bisa menembus final dan membawa menjadi juara dalam turnamen beregu paling bergengsi dunia iyu.
Keinginan ini tak terlepas dari sejarah panjang tim Merah-Putih di Thomas Cup dan romantismenya di Denmark. Sebab, pada edisi 2020 lalu, yang baru dihelat pertengahan Oktober 2021 akibat pandemik COVID-19, Indonesia berhasil jadi juara Thomas Cup ketika Denmark menjadi tuan rumahnya.
1. Trofi bisa meningkatkan kepercayaan diri

Bagi Fajar, juara Thomas Cup akan berarti besar bagi Tim Indonesia, yang tengah mengalami paceklik trofi di sejumlah turnamen BWF. Berbekal pengalaman yang ada, ditambah kombinasi skuad senior-junior, Fajar yakin Indonesia bisa tampil maksimal di Thomas Cup kali ini.
"Ya, yang pasti, semoga kami konsisten terus maju ke final, bisa menambah kepercayaan diri buat tim juga. Semoga dari pengalaman Thomas Cup 2021, ya, menjadi juara. Semoga tahun ini Thomas bisa balik lagi ke kita," kata Fajar ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung.
2. Perjuangan tidak mudah

Fajar menyadari persaingan di beregu putra tidak akan berlangsung mudah. Apalagi Indonesia berada di grup D bersama Prancis, Thailand, dan Aljazair.
"Di fase grup ya pasti tidak ada yang mudah ya. Kami lihat juga Prancis kemarin menjadi juara di Eropa. Mereka juga mempunyai pemain tunggal yang bagus dan bisa main rangkap juga. Dan Thailand juga mempunyai tunggal nomor satu dunia. Jadi, tidak ada yang mudah," kata Fajar.
3. Optimistis dengan komposisi tim

Fajar juga bicara soal komposisi tim beregu putra Indonesia kali ini. Fajar menyoroti baik sektor tunggal hingga ganda putra sama-sama punya pemain muda yang diharapkan bisa membawa angin segar untuk skuad Garuda.
"Komposisinya, kami juga ada pemain muda ya, yang tadinya juga saya paling muda di tahun sebelumnya, 2018. Sekarang paling tua. Ya, dengan senior-junior semoga bisa menambah kekompakan dengan pengalaman dan junior dengan semangatnya," kata Fajar.


















