6 Pemain Keturunan Afrika Masuk Top Skor Serie A 2022/2023

Seiring berjalannya waktu, anak-anak berdarah Afrika mampu menyaingi para pemain bintang di liga-liga top Eropa. Mereka memiliki bakat mumpuni, ketekunan, soliditas, dan kerja keras.
Pemain berlatar belakang Afrika sudah tersebar luas di atmosfer sepak bola Eropa, termasuk pula di Serie A Italia. Sejumlah nama bahkan tampil gemilang dan mendominasi kompetisi tertinggi di Italia tersebut.
Untuk membuktikan potensi mereka yang besar, ada enam pemain keturunan Afrika masuk top skor Serie A 2022/2023. Yuk, berkenalan dengan mereka lewat ulasan berikut ini!
1. Victor Osimhen (9 gol)

Sejak berusia 19 tahun, Victor Osimhen sudah malang melintang di sepak bola Eropa. Pemain keturunan Nigeria tersebut pertama kali melancong ke Jerman saat direkrut oleh VfL Wolfsburg pada 2017.
Osimhen sempat merumput pula di Belgia dan Prancis sampai SSC Napoli membajaknya pada musim panas 2020. Demi mendapatkan jasanya, Azzurri rela menggelontorkan dana hingga 75 juta euro (Rp1,2 triliun) saat itu.
Jangan dianggap remeh, Victor Osimhen adalah salah satu pemain tersubur di Napoli saat ini. Dalam kurun waktu 2 tahun, ia total sudah menyumbang 38 gol dari 76 penampilan.
Hingga jeda Piala Dunia 2022, pemain kelahiran 1998 ini masih memuncaki papan top skor Serie A 2022/2023. Osimhen mengoleksi 9 gol yang dicetaknya dalam 11 penampilan.
2. Ademola Lookman (7 gol)

FIFA mengesahkan perpindahan Ademola Lookman ke Timnas Nigeria pada Februari 2022 lalu. Ia sebelumya membela tim junior Inggris.
Lookman sendiri lahir di London, Inggris, pada 20 Oktober 1997 silam, tetapi memiliki darah Nigeria dari orangtuanya. Sejak kecil, Lookman tumbuh dan belajar sepak bola di negara Benua Biru tersebut.
Dalam perjalanan kariernya, pemain sayap satu ini pernah bermain untuk Charlton Athletic, Everton, RB Leipzig, Fulham United, dan Leicester City. Ia kini mengabdi kepada Atalanta BC sejak Agustus 2022.
Bersama Atalanta, Ademola Lookman belum mendapat jam main yang reguler. Meski begitu, ia sudah mengumpulkan 7 gol dalam 15 penampilan di Serie A pada awal musim ini.
3. M'Bala Nzola (7 gol)

M'Bala Nzola meninggalkan negaranya, Angola, sejak usia remaja. Pemain berusia 26 tersebut pindah ke Prancis sehingga sekarang memiliki dua kewarganegaraan.
Portugal juga negara Eropa yang akrab dengan Nzola lantaran dahulu pernah belajar sepak bola di salah satu klub lokalnya, Academica Coimbra. Ia kemudian melancong ke Italia sejak 2016.
Virtus Francavilla Calcio, AC Carpi, dan Trapani adalah deretan klub kasta bawah yang pernah dibela M'Bala Nzola di Italia. Sang pemain akhirnya bisa tampil di kasta tertinggi atau Serie A setelah memperkuat Spezia Calcio.
Sebanyak 29 gol telah dicetak Nzola dalam 84 penampilan untuk Spezia Calcio. Untuk awal musim ini, ia berbaris di top skor 5 besar Serie A dengan torehan 7 gol yang dicetak dari 15 pertandingan.
4. Rafael Leao (6 gol)

Ketika seorang pemain sepak bola memiliki dua paspor, mereka bebas memilih tim nasional mana yang akan dibela. Rafael Leao adalah salah satunya. Ia sangat kental dengan darah Angola, tetapi sejak remaja sudah mengabdi kepada Timnas Portugal.
Wajar saja, meski bergaris keturunan Afrika, Rafael Leao memang lahir dan besar di Portugal. Pada 2008 silam, saat masih berusia 9 tahun, ia masuk tim junior Sporting Lisbon dan mulai naik kasta ke tim utama pada 2018.
Sebelum bermain untuk AC Milan pada 2019, pemain berusia 23 tahun ini sempat membela klub Prancis, LOSC Lille. Pengaruh Leao di Italia sendiri cukup besar. Ia merupakan pemain dengan nilai pasar termahal di Serie A saat ini.
Soal performa, jangan ditanya. Rafael Leao mampu menciptakan 34 gol dari total 135 penampilan untuk AC Milan di semua kompetisi. Masih tampil solid, ia sudah mengukir 6 gol dari 14 penampilan di Serie A pada awal musim ini.
5. Boulaye Dia (6 gol)

Meski statusnya hanya pemain pinjaman di Serie A, Boulaye Dia tetap masuk ke dalam daftar ini. Sebab, sejauh ini, dirinya sudah mencetak 6 gol dalam 14 penampilan untuk Salernitana.
Boulaye Dia merupakan striker yang lahir di kawasan Oyonnax, Prancis, tetapi memiliki keluarga bergaris keturunan Afrika. Pemain berusia 26 tahun tersebut memegang dua paspor, yakni sebagai warga Senegal dan warga Prancis.
Boulaye Dia pernah berseragam klub Prancis, Jura Sud dan Stade Reims. Pada musim panas 2021, ia pindah ke Villarreal dan dipinjamkan ke Salernitana pada musim panas 2022. Boulaye Dia akan menjalani masa pinjaman hingga Juni 2023.
6. Beto Betuncal (6 gol)

Pemain anyar Udinese Calcio, Beto Betuncal, juga memiliki kasus serupa. Ia memiliki darah Afrika dari orangtuanya, tetapi lahir dan dibesarkan di negara Eropa, Portugal. Beto merupakan keturunan Afrika Barat, Guinea-Bissau.
Pemain muda berusia 24 tahun ini sebelumnya tidak pernah merumput di luar Portugal sampai Udinese Calcio sepakat meminjam jasanya pada Agustus 2021. Beradaptasi dengan baik, akhirnya ia dipermanenkan pada Juli 2022 lalu.
Meski membela klub nonunggulan, Beto Betuncal berhasil menduduki satu tempat di top skor Serie A 2022/2023. Dari 15 penampilan, dirinya sudah mengantongi 6 gol.
Kasus identitas kewarganegaraan banyak terjadi akibat dari arus imigrasi pada masa lalu. Tak pelak, para pemain keturunan Afrika pun menjadi perhatian publik sejak lama, tidak terkecuali di Liga Italia atau Serie A.


















