"Saya sudah berkata pada yang lain bahwa saya akan menjadi penjaga gawang dalam pertandingan nanti karena saya tidak kuat jika harus terus berlari. Di momen seperti ini, kita memang harus bisa menciptakan banyak tawa dan memberikan sesuatu yang berbeda dibanding pertandingan resmi. Di laga resmi saya memang seorang manajer, tapi saya tidak mau melakukannya kali ini,” jelas Mourinho.
Aksi Mourinho Jadi Kiper di Pertandingan Amal Loftus Road Stadium

Mungkin karena menjadi pelatih profesional di dunia sudah menjadi alasan mainstreamnya, kini Jose Mourinho menjadi kiper. Tidak tanggung-tanggung, menjadi kiper di laga amal tersebut Jose Mourinho terlihat percaya diri bahkan banyak penonton melihatnya yang awalnya tenang menjadi riuh dan heboh ketika Jose Mourinho menjadi kiper.
Seperti dikutip mirror.co.uk, Manajer Manchester United (MU), Jose Mourinho, ikut dalam pertandingan amal untuk korban kebakaran di Grenfell Tower yang menewaskan 80 orang pada 14 juni lalu. Laga itu digelar di Loftus Road Stadium, Sabtu (02/09/17).
Lihatlah aksi penyelamatannya, mirip kiper profesional 'kan?

Mourinho masuk sebagai pemain pengganti Tim Alan Shearer dalam laga bertajuk Game4Grenfell. Dia menggantikan mantan kiper Timnas Inggris, David James, pada paruh kedua. Namun bukan hanya iseng-iseng belaka saat menjadi kiper, pelatih yang berusia 54 tahun itu juga berhasil melakukan penyelamatan-penyelamatan penting demi mempertahankan keunggulan timnya 2-1.
Namun karena pada dasarnya bukan skill sebagai kiper, kini Mourinho akhirnya harus menyerah saat bola dari gawangnya harus dibobol setelah personel Bastille, Chris Edwards, yang sukses menyamakan kedudukan menjadi 2-2 dengan tendangan kerasnya. Meski tidak memiliki skill sebagai kiper, tapi Mourinho juga berhasil mencetak satu gol di babak adu penalti loh. bahkan gol saat tendangan pinalti berhasil mengecoh lawannya yang terlihat kepayahan saat tidak bisa menahan tendangan mautnya Jose Mourinho.
Ini alasan Jose Mourinho saat ditanya mengapa menjadi kiper di laga amal itu.

Aksi Mourinho ini pun mengundang banyak reaksi dari warganet di media sosial. Bahkan penampilan mantan pelatih Chelsea di bawah mistar gawang dinilai lebih oke ketimbang kiper Liverpool, Loris Karius. Namun banyak yang tidak tahu alasan mengapa ia rela menjadi seorang kiper di laga amal tersebut. Saya yakin dengan jawabannya pasti membuat kamu terkejut dan terharu deh guys.
Seperti dikutip goal.com, Mourinho mengaku bahwa ia ingin menjajal sesuatu yang berbeda. Ia sudah tidak mau lagi menjadi manajer dalam kesempatan ini dan memilih untuk menjaga gawang saja. Pemilihan posisi sebagai kiper pun bukan tanpa alasan karena Mourinho merasa ia sudah tak kuat untuk banyak berlari jika harus berperan sebagai outfield player!
Memang dikenal dengan sifat temperamen dalam pelatih, Jose Mourinho bahkan sampai melakukan protes keras karena menganggap sang pencetak gol sudah terjebak offside! padahal jelas-jelas tidak ada Offside. Namun dengan protes tersebut, dia harus menerima kartu kuning. kocak parah deh!
“Kartu kuning itu bukan yang menjadi masalah, tapi apa yang menjadi masalah adalah gol kedua lawan tercipta dari posisi offside. Saya juga tidak berharap pertandingan selesai dengan adu penalti karena rekor saya sangat buruk disitu. Dari 10 kali adu penalti yang saya jalani, saya kalah sembilan kali dan hanya menang sekali!”



















